Bekal kerja harus lebih dari keterampilan teknis
Pelatihan kerja Tabalong adalah program pemerintah daerah untuk menyiapkan pencari kerja dengan keterampilan teknis, pengetahuan, sikap, dan pengakuan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha. Pendekatan ini tepat: kemampuan mengoperasikan alat atau memahami keselamatan kerja akan lebih berguna ketika disertai disiplin dan tanggung jawab. Disnaker Tabalong menempatkan mental kerja peserta sebagai bagian dari pembinaan, bukan tambahan yang boleh diabaikan. Empat bekal yang ditekankan ialah keterampilan, pengetahuan, sikap, serta perilaku, termasuk etika kerja dan kedisiplinan. Arah tersebut menjawab persoalan nyata: masih ada kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kualifikasi yang diminta perusahaan. Karena itu, ukuran keberhasilan program semestinya bukan hanya jumlah orang yang dilatih, melainkan juga apakah peserta siap bekerja dengan aman, konsisten, dan bertanggung jawab.

Pelatihan teknis diarahkan pada kebutuhan industri
Pada Senin, 2 November 2026, Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf membuka program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja yang diselenggarakan Disnaker di Aston Tanjung City Hotel. Empat programnya mencakup K3 Umum, pengoperasian ekskavator, pengoperasian dump truck, serta metodologi instruktur KKNI Level 3. Dari 323 pendaftar, 83 orang lolos seleksi. Jumlah itu menunjukkan minat yang besar sekaligus pentingnya seleksi dan pelatihan yang terarah. Pilihan bidangnya juga masuk akal bagi daerah dengan kegiatan pertambangan, energi, perkebunan, konstruksi, perdagangan, dan jasa. Namun, menyediakan kelas saja tidak cukup. Materi dan praktik perlu benar-benar mengacu pada kebutuhan perusahaan agar kompetensi yang diperoleh peserta dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja.
Seleksi K3 menguji pengetahuan dan komitmen
Pelatihan Ahli K3 memperlihatkan bahwa kesiapan kerja dapat mulai dinilai sebelum kelas berlangsung. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Disnaker mengadakan tes tertulis dan wawancara di Aula BLK Tanjung untuk memilih peserta pelatihan K3 Umum. Sebanyak 77 calon peserta bersaing memperebutkan 35 tempat. Tes tertulis dikerjakan secara daring melalui telepon pintar, sedangkan wawancara langsung digunakan untuk menilai pengetahuan dan komitmen. Nilai tertulis berbobot 40 persen dan wawancara 60 persen, sehingga seleksi memberi porsi lebih besar pada percakapan yang dapat menggali kesiapan calon peserta. Peserta terpilih dijadwalkan mengikuti pelatihan pada 3–8 November 2026 dan memperoleh surat keterangan pelatihan serta sertifikat resmi BNSP sesuai ketentuan. Kombinasi seleksi dan sertifikasi tenaga kerja ini penting untuk bidang yang berhubungan langsung dengan pencegahan risiko kecelakaan.
Target 15.000 tenaga terampil perlu ditopang mutu
Tabalong menargetkan pencetakan 15.000 tenaga kerja terampil, dengan pelatihan alat berat dan K3 sebagai bagian dari upaya tersebut. Target itu memberi arah, tetapi pencapaiannya bergantung pada mutu pelatihan, pengakuan kompetensi, dan hubungan yang nyata dengan kebutuhan pemberi kerja. Bagi peserta, sertifikat dapat membantu menunjukkan kemampuan; bagi perusahaan, kompetensi K3 yang baik berpotensi mendukung pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peluang kerja tidak otomatis terbuka hanya karena seseorang mengikuti kelas, sehingga pembinaan sikap dan praktik yang relevan perlu berjalan seiring. Kesimpulannya, program Tabalong berada di jalur yang tepat karena menyatukan keterampilan, sertifikasi, dan mental kerja. Tantangan berikutnya adalah memastikan bekal tersebut benar-benar berubah menjadi tenaga lokal yang siap direkrut dan mampu bertahan di tempat kerja.






