Dari Mall ke Ruang Kreatif: Brand Lokal, IP, dan Masa Depan Belanja

Dari Mall ke Ruang Kreatif: Brand Lokal, IP, dan Masa Depan Belanja
Minat|Desain Interior

Ruang kreatif retail: dari transaksi ke ekosistem pengalaman

Ruang kreatif retail adalah transformasi ruang belanja tradisional menjadi ekosistem pengalaman yang menggabungkan transaksi, karya kreatif, komunitas, dan aktivitas gaya hidup dalam satu lingkungan yang saling terkoneksi dan berkelanjutan. Di era digital, ruang seperti ini bukan lagi pelengkap, melainkan jawaban atas kejenuhan terhadap mall yang sekadar deretan gerai dan diskon. Konsumen, terutama anak muda, datang bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk merasa terhubung: dengan IP lokal, brand lokal, dan komunitas yang mereka dukung. Karena itu, pertanyaan kuncinya bukan lagi ‘apa yang dijual mall’, melainkan ‘pengalaman seperti apa yang ingin dihidupkan’. Styles LAND di Lippo Mall Kemang dan Lintas Bookstore adalah dua contoh paling jelas bahwa retail yang bertahan adalah retail yang berani menjadi ruang hidup, bukan gudang produk.

Dari Mall ke Ruang Kreatif: Brand Lokal, IP, dan Masa Depan Belanja

Styles LAND: mall sebagai playground IP dan ekonomi kreatif

Styles LAND with Liunic mengubah area utama Lippo Mall Kemang menjadi lifestyle playground yang menggabungkan kreativitas, entertainment, produk lokal, kuliner, dan pengalaman digital. Selama 7–23 Agustus 2026, pengunjung diajak masuk ke dunia kreatif Liunic lewat instalasi tematik, merchandise eksklusif, aktivitas interaktif, hingga area eksplorasi karya secara langsung. Ini bukan sekadar pop-up, melainkan model ruang kreatif retail yang memadukan musik, kreativitas, komunitas, dan gaya hidup, dan menjadi ruang interaksi keluarga untuk menikmati aktivitas ekonomi kreatif di luar belanja rutin.

Yang menarik, konsep ini secara sadar menjembatani pengalaman digital dan offline. Jika selama ini interaksi dengan brand dan IP terjadi lewat layar, Styles LAND menghadirkan karakter dan semesta kreatif ke ruang fisik, menyasar audiens muda dengan visual penuh warna dan pendekatan playful. Pemerintah pun tidak sekadar menonton. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut ruang komersial seperti ini penting karena mempertemukan kreator dengan masyarakat langsung dan membuka peluang memperluas pasar serta nilai ekonomi dari kreativitas.

Dari Mall ke Ruang Kreatif: Brand Lokal, IP, dan Masa Depan Belanja

IP lokal, brand lokal, dan lahirnya lifestyle shopping space

Styles LAND menunjukkan bahwa IP lokal dan brand lokal adalah motor utama lifestyle shopping space, bukan sekadar pengisi tenant. Liunic, lewat gaya visual khas, warna berani, dan karakter binatang serta perempuan, berkembang dari karya seni menjadi IP dengan cerita, produk, dan komunitasnya sendiri. Semesta Liunicland menjadi bukti bahwa IP bukan hanya soal lisensi gambar, tetapi dunia naratif yang bisa dialami pengunjung.

Program ini tidak berhenti pada satu nama. Local Culture Market di dalam Styles LAND mengundang lebih dari 20 jenama lokal dari kategori fashion, beauty, F&B, dan lifestyle untuk hadir sekaligus berinteraksi dengan pengunjung. Di sini, brand lokal IP, kreator, komunitas, dan brand komersial diposisikan sejajar sebagai bagian dari perjalanan pengalaman pengunjung. Hasilnya adalah community retail experience yang lebih dari sekadar transaksi: pengunjung bisa mengenal cerita di balik produk, mengikuti workshop pottery, flower arrangement, jewelry making, recycle crafting, make-up class, hingga slime lab.

Lintas Bookstore: toko buku sebagai lifestyle hub baru

Perubahan serupa terlihat di dunia literasi. Di tengah tantangan minat baca dan gempuran konten digital, toko buku dipaksa berevolusi. Lintas Bookstore, bagian dari Joysparks Group, memilih tidak melawan arus, tetapi menggunakannya. Gerai pertamanya akan dibuka di Summarecon Mall Kelapa Gading pada akhir 2026. Alih-alih hanya menjual buku, Lintas Bookstore dirancang sebagai destinasi budaya dan gaya hidup yang menghubungkan literasi, kreativitas, dan komunitas.

Mengusung filosofi “A Home for Curious Minds”, Lintas menghadirkan buku lokal dan internasional dalam tiga bahasa, sekaligus koleksi vinyl, stationery, produk gaya hidup, serta area kafe dan restoran. Toko buku bergeser menjadi lifestyle shopping space: orang datang untuk membaca, bekerja, bertemu komunitas, atau sekadar menikmati suasana. Ruang komunitas menjadi elemen kunci—berbagai aktivitas dirancang untuk mempertemukan orang dengan minat yang sama dan membuat toko buku terasa lebih hidup. Ini jawaban langsung terhadap kenyataan bahwa konsumen sekarang mencari suasana dan pengalaman, bukan hanya kebutuhan fungsional.

Dari Mall ke Ruang Kreatif: Brand Lokal, IP, dan Masa Depan Belanja

Peran pemerintah dan tantangan masa depan ruang kreatif retail

Model ekonomi kreatif mall seperti Styles LAND tidak berdiri sendiri. Kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif di Lippo Mall Kemang menegaskan bahwa pemerintah melihat ruang retail komersial sebagai jembatan strategis antara kreator, musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat. Dukungan ini penting, karena ekosistem kreatif butuh kebijakan yang memudahkan IP lokal dan brand lokal mengisi ruang-ruang utama pusat belanja, bukan hanya pojok pelengkap. Menurut Irene Umar, perkembangan IP seperti Liunic menunjukkan bahwa talenta kreatif memiliki ruang besar untuk mengubah karya menjadi aset bernilai ekonomi.

Namun keberlanjutan community retail experience tidak bisa bergantung pada event temporer. Kabar baiknya, Styles LAND diproyeksikan sebagai platform pengalaman yang menghadirkan kolaborasi berbeda pada setiap edisi, dengan IP, kreator, komunitas, dan brand sebagai pemain tetap. Lintas Bookstore, yang lahir di tengah perubahan kebiasaan mencari hiburan dan informasi, menambah bukti bahwa masa depan retail adalah ruang kreatif yang fleksibel. Tantangannya kini adalah konsistensi: sanggupkah mall dan retailer menjadikan model ini standar baru, bukan sekadar gimmick musiman? Jika iya, mall tradisional pelan-pelan akan bergeser menjadi ruang kreatif retail yang menjadi rumah alami bagi generasi muda dan komunitas yang haus interaksi bermakna.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!