Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Saat Anak Mengetahui Konflik Orang Tua, Lindungi Tanpa Menanamkan Benci

Saat Anak Mengetahui Konflik Orang Tua, Lindungi Tanpa Menanamkan Benci
Minat|Pengetahuan Parenting

Anak bukan tempat menampung konflik orang dewasa

Konflik orang tua adalah perselisihan di antara orang dewasa yang seharusnya tidak dibebankan kepada anak sebagai penentu pihak yang benar, pembawa pesan, atau alasan untuk membenci salah satu orang tuanya. Sikap Wardatina Mawa menunjukkan batas penting itu: meski rumah tangganya dengan Insanul Fahmi telah berakhir, ia meminta putranya tidak membenci ayahnya maupun Inara Rusli, yang disebut telah menyakiti ibunya. Ia juga menegaskan bahwa perselisihan tersebut tidak semestinya dicampurkan dengan kehidupan anak. Ini bukan berarti pengalaman Mawa harus dihapus atau anak dilarang bertanya. Yang perlu dijaga ialah agar rasa sakit orang dewasa tidak berubah menjadi beban emosional yang membuat anak merasa harus memihak. Anak tetap berhak mendapat penjelasan yang sesuai usianya, sekaligus ruang untuk menyayangi kedua orang tuanya.

Saat Anak Mengetahui Konflik Orang Tua, Lindungi Tanpa Menanamkan Benci

Afnan tahu keadaan, tetapi penjelasan perlu bertahap

Putra Mawa dan Insanul, Afnan, kini berusia enam tahun. Ia sudah mengetahui bahwa orang tuanya berpisah dan ayahnya memiliki pasangan lain. Mawa mengatakan dirinya mulai memberi pemahaman secara perlahan, termasuk menyampaikan bahwa ayahnya mempunyai pasangan, agar perubahan keluarga tidak membuat Afnan bingung, terluka, atau membenci salah satu orang tuanya. Pilihan untuk tidak menceritakan semuanya sekaligus patut dipahami sebagai upaya menjaga perasaan anak, bukan menutupi kenyataan tanpa batas. Mawa juga mengaku sedih setelah seseorang memperlihatkan pemberitaan tentang persoalan rumah tangganya kepada Afnan melalui ponsel sebelum ia sempat menjelaskan situasi itu dengan kata-kata yang bisa dipahami anak. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa komunikasi dengan anak perlu dilakukan dengan sengaja, tenang, dan sesuai kapasitasnya—bukan diserahkan kepada potongan berita atau percakapan orang lain.

Saat Anak Mengetahui Konflik Orang Tua, Lindungi Tanpa Menanamkan Benci

Co-parenting berarti anak tak perlu menjadi perantara

Mawa menyebut dirinya masih berhubungan baik dengan Insanul, terutama dalam urusan anak, meski mereka resmi bercerai pada 8 Juli 2026. Gugatan cerai mereka tercatat di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, pada 26 Februari 2026. Keduanya juga hadir mendampingi Afnan dalam perayaan ulang tahunnya yang keenam. Momen seperti itu tidak otomatis menghapus persoalan di antara mantan pasangan, tetapi memperlihatkan bahwa tanggung jawab sebagai orang tua tetap berjalan. Dalam co-parenting setelah berpisah, anak tidak seharusnya menjadi kurir pesan, tempat meminta informasi tentang mantan pasangan, atau pihak yang harus memilih siapa yang lebih layak disayangi. Orang dewasa perlu mengelola perbedaan secara langsung dan menjaga agar percakapan tentang anak tidak berubah menjadi ajang saling menyerang. Dengan begitu, anak dapat mempertahankan hubungannya dengan kedua orang tua tanpa merasa kasih sayang kepada satu pihak mengkhianati pihak lain.

Kejujuran yang melindungi, bukan membebani

Ketika berita tentang keluarga mungkin terus muncul dan memunculkan pertanyaan, diam sepenuhnya bukan satu-satunya pilihan. Namun, keterbukaan juga tidak berarti anak harus menerima seluruh rincian konflik orang dewasa. Pendekatan Mawa—memberi afirmasi positif sedikit demi sedikit dan tidak menanamkan kebencian—menempatkan kebutuhan emosional Afnan sebagai pertimbangan utama. Anak dapat diberi penjelasan sederhana tentang perubahan keluarga, diyakinkan bahwa ia tetap disayangi, lalu diberi kesempatan bertanya tanpa dipaksa menyimpan rahasia atau menyampaikan pesan ant orang tua. Kesimpulannya, perpisahan pasangan tidak harus menjadi perpisahan anak dari rasa aman. Orang tua mungkin tidak lagi berbagi rumah tangga, tetapi mereka tetap dapat berupaya menjaga agar anak tidak memikul luka, konflik, dan pilihan yang bukan tanggung jawabnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!