Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Saat Orang Tua Berselisih, Anak Tak Perlu Mewarisi Kebencian

Saat Orang Tua Berselisih, Anak Tak Perlu Mewarisi Kebencian
Minat|Pengetahuan Parenting

Luka orang tua bukan beban yang harus dipikul anak

Konflik orang tua adalah perselisihan antara orang dewasa yang seharusnya diselesaikan tanpa membebani anak dengan kebencian, rahasia, atau tuntutan untuk memilih pihak. Prinsip itu tampak dalam sikap Wardatina Mawa setelah perceraiannya: ia meminta putranya tidak membenci Inara Rusli, meski mengakui perempuan itu telah menyakiti dirinya. Mawa juga meminta anaknya tidak menanamkan rasa benci kepada ayahnya, Insanul Fahmi. Pesan tersebut penting bukan karena luka orang tua harus disangkal, melainkan karena anak tidak semestinya dijadikan tempat melampiaskan luka itu. Mawa dan Insanul resmi bercerai pada 8 Juli 2026, sementara putra mereka merayakan ulang tahun keenam pada 23 Oktober. Anak itu sudah mengetahui siapa Inara, sehingga Mawa mengatakan ia akan memberi afirmasi positif secara perlahan.

Saat Orang Tua Berselisih, Anak Tak Perlu Mewarisi Kebencian

Jangan jadikan anak kurir atau hakim

Anak yang terseret dalam perselisihan orang dewasa bisa merasa harus membuktikan kesetiaan kepada salah satu orang tua. Karena itu, permintaan Mawa agar putranya tidak membenci ayah maupun Inara patut dibaca sebagai upaya melindungi ruang emosional anak, bukan sebagai penghapusan rasa sakitnya sendiri. “Ini konflik orang dewasa yang tidak harus dicampurkan dengan anak,” kata Mawa. Anak bukan perantara untuk menyampaikan sindiran, pengumpul informasi tentang mantan pasangan, atau hakim yang diminta menentukan siapa yang benar. Bahkan ketika orang tua berbeda pandangan, kebutuhan anak untuk merasa dicintai tidak boleh dijadikan alat tawar. Dalam kehidupan anak pasca perceraian, hubungan orang tua yang berakhir tidak otomatis menghapus hubungan anak dengan ayah atau ibunya. Mawa menyatakan ia tidak ingin membatasi hubungan putranya dengan ayahnya dan ingin kasih sayang untuk anak tetap utuh.

Saat Orang Tua Berselisih, Anak Tak Perlu Mewarisi Kebencian

Komunikasi sesuai usia, rasa aman tetap utama

Komunikasi dengan anak sebaiknya jujur, singkat, dan disesuaikan dengan usia serta pertanyaan yang diajukan. Orang tua dapat menjelaskan bahwa hubungan mereka berubah tanpa membuka rincian pertengkaran atau meminta anak menyimpan rahasia. Mawa mengatakan ia akan memberi pemahaman dan afirmasi positif secara perlahan, sambil membiarkan putranya tetap dekat dengan ayahnya. Pendekatan bertahap memberi anak ruang untuk memahami keadaan tanpa dipaksa menyerap seluruh beban orang dewasa sekaligus. Perhatikan emosi anak, tetapi jangan menganggap diam sebagai tanda bahwa ia tidak terpengaruh. Ketika menerima hadiah sepatu roda dari Inara, putra Mawa disebut bereaksi biasa saja, meski mengetahui siapa pemberinya. Respons itu tidak perlu ditafsirkan berlebihan; yang penting, anak boleh menyampaikan perasaan dan pertanyaan tanpa takut mengecewakan salah satu pihak.

Mawa mengakui dirinya masih berproses menyembuhkan luka, tetapi memilih berfokus pada tumbuh kembang dan kebahagiaan anaknya. Sikap itu menunjukkan bahwa menjaga anak dari kebencian bukan berarti orang tua harus berpura-pura tidak terluka. Orang dewasa tetap dapat mencari dukungan di luar anak, menetapkan batas yang sehat, dan membahas urusan mereka tanpa menempatkan anak di tengah. Kesimpulannya, anak membutuhkan penjelasan yang sesuai usia, ruang untuk merasakan emosinya, serta kepastian bahwa ia tetap dicintai. Perselisihan boleh menjadi urusan orang dewasa; kasih sayang kepada anak jangan ikut menjadi korban.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!