Teknologi digital sekolah perlu berangkat dari kebutuhan siswa
Roadshow Bali Digifest adalah program pembelajaran keliling yang membawa teknologi dan inovasi digital langsung ke sekolah melalui materi, diskusi, dan praktik yang terkait dengan kehidupan siswa. Inisiatif Diskominfos Bali ini menyambangi sembilan sekolah di Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, dan Jembrana, dengan Primakara University sebagai pelaksana swakelola. Langkah tersebut tepat: pembelajaran digital akan lebih berarti ketika tidak berhenti pada istilah baru, tetapi menunjukkan bagaimana teknologi dapat dipakai untuk belajar, mengolah informasi, dan mengambil keputusan.
Materi yang dilaporkan mencakup kecerdasan buatan, praktik pengolahan data dengan Microsoft Excel, literasi keuangan, inovasi bisnis, serta penggunaan aplikasi digital untuk mendukung pembelajaran dan dunia usaha. Cakupan ini memberi gambaran yang lebih utuh tentang teknologi digital sekolah: keterampilan digital bukan hanya mengenal perangkat, melainkan juga memahami informasi dan menerapkan pengetahuan dalam keseharian. Namun, manfaatnya bergantung pada kesinambungan. Satu kunjungan dapat membuka pintu, tetapi latihan berulang di kelas yang akan membantu keterampilan itu bertahan.

AI untuk siswa harus dipelajari dengan mencoba
Pengenalan AI menjadi salah satu materi yang paling relevan bagi siswa, terutama jika disertai pengalaman langsung. Di SMA Negeri 2 Abiansemal pada 20 Oktober 2026, siswa berlatih menyusun instruksi atau prompt untuk AI; di SMA Negeri 1 Kuta Utara, peserta mencoba fitur AI untuk identifikasi. Sementara itu, 58 siswa di SMKN 1 Klungkung mengenal penerapan AI dan mencoba fitur identifikasi wajah bersama I Komang Gede Sutrisna. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa AI untuk siswa tidak harus diajarkan sebagai teori abstrak. Praktik membuat siswa melihat bahwa hasil teknologi dipengaruhi oleh instruksi dan cara penggunaannya.
Pendekatan tersebut tetap perlu dibarengi pembahasan tentang batasan, ketepatan hasil, dan tanggung jawab penggunaan. Mengenal cara kerja alat saja tidak cukup apabila siswa tidak belajar menilai jawabannya. Diskominfos Bali menyebut pembukaan akses pembelajaran digital sejak bangku sekolah penting agar generasi muda mampu mengambil peran dalam perkembangan teknologi. Sasaran itu akan lebih kuat bila latihan AI mendorong siswa bertanya, memeriksa informasi, dan mengembangkan gagasan sendiri, bukan sekadar menerima keluaran mesin.

Praktik membawa pembelajaran digital ke ruang kelas
Roadshow ini tidak hanya mengandalkan presentasi. Kegiatan juga memuat diskusi, tanya jawab, studi kasus, dan praktik langsung, dengan mahasiswa Primakara University menyampaikan materi melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian pelajar. Bentuk belajar seperti ini lebih menjanjikan daripada ceramah satu arah: siswa dapat mencoba, menyampaikan kebingungan, lalu menghubungkan materi dengan kebutuhan mereka. Latihan Excel, misalnya, memberi kesempatan untuk mengolah data menggunakan aplikasi yang dikenal di lingkungan pendidikan maupun pekerjaan.
Paket edukasinya juga melampaui keterampilan perangkat. Dalam program literasi keuangan, siswa membahas perbedaan kebutuhan dan keinginan, prioritas pengeluaran, serta kebiasaan menabung. Ini pilihan yang masuk akal karena kecakapan digital akan lebih berguna bila berjalan bersama kemampuan membuat keputusan sehari-hari. Pembelajaran digital yang dibawa ke sekolah sebaiknya memang bersifat praktis dan lintas bidang, bukan sekadar demonstrasi teknologi. Tantangan berikutnya adalah memberi ruang bagi guru untuk meneruskan latihan setelah roadshow usai.
Dampak bergantung pada tindak lanjut
Sembilan sekolah yang tercatat sebagai sasaran mencakup SMAN 1 Baturiti, SMAN 1 Tampaksiring, SMAN 2 Kuta, SMAN 5 Denpasar, SMK PGRI 3 Badung, SMKN 1 Klungkung, SMKN 2 Tabanan, SMAN 1 Blahbatuh, dan SMKN 1 Negara. Sumber lain juga melaporkan rangkaian kegiatan di tujuh sekolah di Badung, Denpasar, Tabanan, dan Gianyar. Perbedaan cakupan laporan ini memperlihatkan kegiatan berlangsung dalam rangkaian yang lebih luas, bukan satu sesi seragam. Roadshow membuka akses dan menumbuhkan minat, tetapi dampak nyata akan ditentukan oleh tindak lanjut: kesempatan praktik lanjutan, dukungan guru, serta tugas yang membuat siswa menggunakan keterampilan tersebut.
Program ini juga membuka peluang bagi sekolah lain untuk mengenal rangkaian Bali Digifest 2026, sementara informasi agenda selanjutnya dapat diikuti melalui akun Instagram @balidigifest dan @primakara.univ. Harapan penyelenggara adalah agar siswa terus belajar, mengasah keterampilan, dan menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman. Itu ukuran keberhasilan yang lebih berarti daripada banyaknya materi yang disampaikan dalam satu kunjungan. Roadshow Bali Digifest layak dipandang sebagai awal yang berguna; agar pembelajaran digital benar-benar melekat di sekolah, pengalaman singkat itu harus diteruskan menjadi kebiasaan belajar dan berkarya.






