Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Workshop Pengasuhan Positif: Mindful Parenting untuk Mengurangi Kekerasan pada Anak

Workshop Pengasuhan Positif: Mindful Parenting untuk Mengurangi Kekerasan pada Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Pengasuhan Positif Berbasis Mindfulness: Bukan Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Mendesak

Pengasuhan positif anak berbasis mindful parenting adalah pendekatan pengasuhan yang menekankan kesadaran penuh orang tua terhadap emosi dan perilaku, fokus pada hubungan hangat sekaligus tegas tanpa kekerasan, serta mengajarkan disiplin dengan empati agar anak tumbuh dalam rasa aman, dihargai, dan mampu mengelola emosinya sendiri. Di tengah maraknya kasus kekerasan pada anak, pendekatan ini bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam setiap keluarga. Alih-alih mengandalkan hukuman fisik dan bentakan, orang tua diajak melihat konflik sehari-hari sebagai ruang belajar regulasi emosi bagi diri mereka dan anak. Inilah mengapa workshop pengasuhan yang digerakkan kampus perlu dibaca bukan sebagai agenda rutin akademik, tetapi sebagai strategi nyata pencegahan kekerasan anak di tingkat komunitas.

Workshop Pengasuhan Positif: Mindful Parenting untuk Mengurangi Kekerasan pada Anak

Ketika Kampus Turun Tangan: Parenting Education sebagai Benteng Pertama

Program parenting education yang digelar SCOLAH-UNAIR Mengajar menghadirkan 29 orang tua adik asuh dalam pertemuan rutin bertema perlindungan dan kebijakan anak sebagai pendidikan keluarga bagi orang tua. Ini bukan sekadar seminar, tetapi pesan politik pengasuhan: keluarga adalah ruang pertama, sekaligus paling penting, dalam mencegah kekerasan pada anak. Melalui talkshow interaktif bertema positive parenting, psikolog Adinda Istiqomah menjelaskan bagaimana pengasuhan positif membantu orang tua membangun kelekatan aman, mengenali dan mengelola emosi anak, serta menerapkan disiplin tanpa meruntuhkan rasa percaya diri anak. Aturan keluarga diajak disusun secara rasional, jelas, dan tegas tanpa hukuman fisik. Intinya, kekerasan tidak lagi dibenarkan sebagai “alat mendidik”, melainkan tanda kegagalan regulasi emosi orang tua. Parenting Education menjadi wadah komunikasi langsung antara orang tua dan ahli tumbuh kembang anak—sesuatu yang lama absen di banyak lingkungan.

Mindful Parenting di Desa: Laboratorium Emosi bagi Ibu-Ibu Palem Raya

Di Desa Palem Raya, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari jurusan Bimbingan dan Konseling sebuah fakultas keguruan menggelar edukasi dan pelatihan pengasuhan yang memusatkan diri pada mindful parenting atau pengasuhan berbasis kesadaran penuh. Program ini secara eksplisit menyasar ibu-ibu setempat, dengan tujuan meningkatkan kualitas interaksi orang tua–anak sekaligus mendukung kesehatan mental keluarga. Berdasarkan kajian awal tim, banyak ibu masih kesulitan mengelola emosi ketika berhadapan dengan perilaku anak yang dianggap sulit, seperti tantrum. Di titik ini, mindful parenting menjadi laboratorium emosi: peserta diajak mengenali emosi diri sebelum merespons anak, mengelola stres, mempraktikkan teknik relaksasi sederhana, dan membangun komunikasi empatik. Seperti disampaikan Dr. Alrefi, pengasuhan sadar membantu orang tua hadir secara utuh bagi anak sehingga ikatan emosional menjadi lebih kuat.

Workshop Pengasuhan Positif: Mindful Parenting untuk Mengurangi Kekerasan pada Anak

Dari Teori Psikologi ke Dapur Rumah: Praktik Langsung yang Membumi

Kekuatan program-program ini terletak pada cara mereka menjembatani teori psikologi dengan praktik pengasuhan sehari-hari di rumah. Dalam pelatihan mindful parenting di Palem Raya, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan teknik sederhana yang bisa langsung digunakan dalam rutinitas keluarga. Dua akademisi bimbingan dan konseling—Dr. Alrefi dan Yola Eka Putri—memberikan pemahaman dasar mengenai mindfulness dalam pengasuhan anak, lalu mempertegas pentingnya memberi jeda sebelum merespons perilaku anak agar orang tua tidak reaktif dengan bentakan atau amarah. Evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta lembar self-assessment pengasuhan yang dibagikan kepada para ibu, membuat proses ini lebih reflektif dan terukur. Sementara itu, dalam Parenting Education UNAIR, penekanan pada komunikasi terbuka dua arah, batasan tubuh, dan keamanan diri anak menjadikan rumah dirancang sebagai tempat paling aman bagi tumbuh kembang anak.

Mengapa Mindful Parenting Harus Menjadi Gerakan Komunitas

Jika kekerasan pada anak sering terjadi di rumah, maka pencegahannya juga harus dimulai dari rumah—dan itu berarti dimulai dari orang tua. Mindful parenting menawarkan kerangka konkret: orang tua belajar mengelola emosinya, menyusun batasan yang jelas tanpa hukuman fisik, serta membangun komunikasi dua arah yang menghargai tubuh dan suara anak. Program yang menyasar ibu-ibu di tingkat desa menunjukkan bahwa kampus mulai serius menempatkan pengasuhan positif di jantung strategi kesehatan mental keluarga. Lembar self-assessment dan harapan agar kegiatan serupa terus berlanjut menegaskan bahwa ini bukan proyek sesaat, melainkan upaya membangun budaya baru di komunitas. Kesimpulannya, workshop pengasuhan positif berbasis mindfulness layak dibaca sebagai gerakan komunitas: ketika orang tua belajar hadir lebih tenang dan sadar, kita sedang menyiapkan generasi yang tumbuh tanpa luka kekerasan, tetapi dengan memori tentang rumah sebagai ruang aman.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!