Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mindful Parenting: Menguatkan Pengasuhan Positif dari Kampus ke Desa

Mindful Parenting: Menguatkan Pengasuhan Positif dari Kampus ke Desa
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Mindful parenting: definisi, masalah, dan kenapa harus dimulai sekarang

Mindful parenting adalah pendekatan pengasuhan yang menggabungkan kesadaran penuh terhadap emosi diri dan anak dengan komunikasi positif yang tenang, reflektif, dan empatik untuk mengurangi konflik keluarga dan memperkuat ikatan emosional orang tua–anak. Pendekatan ini bukan mode sesaat; ia muncul sebagai jawaban atas kelelahan emosional orang tua yang kian sering meledak menjadi bentakan, hukuman fisik, atau sikap acuh. Di banyak rumah, tantrum anak berhadapan dengan orang tua yang kehabisan tenaga dan tidak punya keterampilan orang tua yang memadai untuk mengelola stres sendiri terlebih dahulu. Jika dibiarkan, pola reaktif ini menjadi bibit kekerasan dan melukai kesehatan mental keluarga. Karena itu, pertanyaannya bukan lagi apakah mindful parenting perlu, melainkan kapan komunitas berani menjadikannya budaya baru dalam pengasuhan positif.

Kampus turun ke desa: pelatihan langsung mindful parenting

Salah satu perubahan paling menarik adalah ketika kampus berhenti hanya berbicara di ruang kuliah dan mulai duduk di ruang tamu warga. Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya menggelar edukasi dan pelatihan pengasuhan bagi masyarakat Desa Palem Raya pada Sabtu (5/9/2026). Program mindful parenting ini menyasar ibu-ibu dengan tujuan meningkatkan kualitas interaksi orang tua–anak sekaligus mendukung kesehatan mental keluarga.

Pelatihan tidak berhenti pada ceramah; peserta diajak mengenali emosi diri sebelum merespons perilaku anak, mengelola stres dalam peran sebagai orang tua, mempraktikkan teknik relaksasi sederhana, dan membangun komunikasi empatik dengan anak. Di sini tampak jelas: mindful parenting bukan soal slogan “sabar” saja, tetapi soal keterampilan orang tua yang konkret dan bisa dilatih. Seperti dijelaskan Dr. Alrefi, pengasuhan yang sadar membantu orang tua hadir secara utuh bagi anak sehingga ikatan emosional dan tumbuh kembang psikologis anak lebih optimal.

Mindful Parenting: Menguatkan Pengasuhan Positif dari Kampus ke Desa

Mindful parenting sebagai benteng pertama pencegahan kekerasan anak

Mengurangi kekerasan pada anak tidak akan efektif jika hanya mengandalkan kampanye hukuman. Kuncinya ada pada pengasuhan positif yang terstruktur sebagai edukasi keluarga. Di sisi lain, program Parenting Education yang diadakan oleh SCOLAH–UNAIR Mengajar sebagai pertemuan rutin dengan orang tua adik asuh mengambil tema perlindungan dan kebijakan anak sebagai bentuk pendidikan keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh 29 orang tua dan menjadi wadah bersama bagi ayah bunda untuk menyertai tumbuh kembang pendidikan anak terutama dalam keluarga.

Dalam sesi yang mengangkat positive parenting, Adinda Istiqomah menjelaskan bahwa pengasuhan positif membantu orang tua membangun rasa aman, mengenali dan mengelola emosi anak, menerapkan disiplin, dan menumbuhkan rasa percaya diri mandiri pada anak. Pengasuhan seperti ini secara langsung menjadi pencegahan kekerasan: sebelum mendisiplinkan anak, orang tua belajar mengelola emosi diri sendiri terlebih dahulu. Sesi talkshow juga membahas bagaimana komunikasi terbuka dua arah dan pengajaran batasan tubuh anak menjadi bekal penting untuk mencegah kekerasan.

Mindful Parenting: Menguatkan Pengasuhan Positif dari Kampus ke Desa

Keterampilan orang tua: dari teori ke kebiasaan harian

Program-program ini menunjukkan bahwa keterampilan orang tua bukan bakat bawaan, melainkan kompetensi yang bisa diasah. Dalam pelatihan mindful parenting di Desa Palem Raya, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman mereka tentang pengasuhan berbasis mindfulness. Tim juga membagikan lembar self-assessment pengasuhan yang dapat digunakan para ibu untuk mengevaluasi pola interaksi mereka dengan anak secara mandiri, bahkan setelah pelatihan selesai.

Di sini terlihat pendekatan yang lebih serius: pengasuhan positif tidak diperlakukan sebagai nasihat moral, melainkan keterampilan yang diukur dan diulang. Penguatan kemampuan orang tua dalam mengelola emosi, mendengarkan anak, dan berkomunikasi empatik dinilai penting untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat. Rasa aman anak di rumah menjadi pondasi kuat agar mereka siap menghadapi kehidupan, dan Parenting Education menjadi wadah komunikasi orang tua bersama ahli tumbuh kembang anak. Jika kampus terus konsisten, kita akan punya generasi orang tua yang menganggap refleksi pengasuhan sebagai rutinitas, bukan ancaman.

Workshop rutin: jaringan orang tua sebagai penyangga stres

Satu pelatihan tidak cukup mengubah budaya pengasuhan; yang dibutuhkan adalah komunitas yang saling menopang. Di sinilah pentingnya workshop rutin seperti Parenting Education yang digelar SCOLAH–UNAIR Mengajar sebagai pertemuan berkala dengan orang tua adik asuh. Kegiatan ini bukan sekadar seminar sekali datang lalu pulang, tetapi wadah komunikasi orang tua bersama ahli untuk membicarakan tantangan pengasuhan sehari-hari.

Jaringan orang tua semacam ini punya dua fungsi penting. Pertama, mengurangi rasa sendirian yang sering membuat orang tua mudah meledak pada anak. Kedua, menjadi ruang berbagi praktik terbaik: bagaimana menyikapi tantrum tanpa bentakan, bagaimana menjelaskan aturan keluarga tanpa hukuman fisik, bagaimana hadir secara fisik dan emosional bagi anak. Tim BK FKIP UNSRI berharap kegiatan serupa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mental keluarga sampai ke tingkat desa dan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi di tengah masyarakat. Jika pola ini diperluas, mindful parenting bukan lagi wacana, tetapi budaya komunitas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!