Program Menabung dan Manajemen Waktu: KKN Mengubah Cara Siswa SD Melihat Uang

Program Menabung dan Manajemen Waktu: KKN Mengubah Cara Siswa SD Melihat Uang
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi Keuangan Siswa SD: Bukan Pelajaran Tambahan, tapi Kebiasaan Hidup

Literasi keuangan siswa SD adalah kemampuan anak untuk memahami arti uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran sederhana, menabung secara teratur, serta mengaitkan kebiasaan tersebut dengan cita-cita dan rencana masa depan mereka sejak usia sekolah dasar. Jika selama ini uang saku dianggap urusan kecil, program menabung anak dan manajemen uang sejak dini justru mulai dibuktikan sebagai investasi sosial yang nyata. Melalui KKN pendidikan finansial, mahasiswa turun langsung ke sekolah dasar, menjadikan topik uang, cita-cita, dan disiplin waktu siswa sebagai bagian dari permainan dan aktivitas kreatif, bukan materi ceramah kaku. Pendekatan ini bukan sekadar proyek sementara, melainkan bibit perubahan cara generasi baru memandang uang: bukan untuk dihabiskan, melainkan untuk direncanakan.

"Dolanan Nang Sekolah": Menabung, Cita-Cita, dan Botol Bekas di Kalibeji

Program menabung anak yang dijalankan mahasiswa KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri lewat sosialisasi "Dolanan Nang Sekolah" di tiga SD di Kalibeji adalah contoh paling jelas bahwa literasi keuangan siswa SD bisa dibangun lewat bermain, bukan hafalan. Sekitar 80 siswa di SD Negeri 1 Kalibeji, 105 siswa di SD Negeri 2 Kalibeji, dan 92 siswa di SD Negeri 3 Kalibeji terlibat dalam kegiatan bertema menabung dan cita-cita ini. Alih‑alih hanya bicara pentingnya menabung, mahasiswa mengajak anak mengelola uang secara sederhana, memvisualisasikan cita-cita, sekaligus memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik sebagai celengan kreatif. Pesan tersembunyi dari aktivitas itu tegas: uang, pendidikan, dan lingkungan saling terkait. Guru melihat manfaatnya, dari penanaman kebiasaan menabung hingga peningkatan kreativitas, dan mereka secara terbuka meminta program serupa dilanjutkan dengan ide yang lebih menarik di masa depan.

Program Menabung dan Manajemen Waktu: KKN Mengubah Cara Siswa SD Melihat Uang

Gemar Tabung di SDN 1 Bendo: Celengan sebagai Guru Uang Pertama

Di SDN 1 Bendo, program "Gemar Tabung: Gerakan Mari Menabung Edukasi Literasi Keuangan untuk Anak Sekolah Dasar" membuktikan bahwa teori keuangan bisa diterjemahkan menjadi pengalaman konkret yang menyenangkan. Mahasiswa KKN-PPM UNISRI dari prodi Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Hukum mengajarkan pengertian dan fungsi uang, membedakan kebutuhan versus keinginan, serta cara menabung dengan menyesuaikan bahasa pada level siswa SD. Pernyataan yang patut dikutip dari kegiatan ini adalah: "Siswa diberikan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat memahami cara menggunakan uang secara lebih bijak". Puncaknya, anak-anak melukis celengan dengan cat akrilik, menjadikan celengan bukan sekadar wadah uang, tetapi simbol komitmen pribadi. Di sinilah manajemen uang sejak dini terasa sangat praktis: setiap koin yang masuk celengan bukan lagi sisa, melainkan bagian dari rencana.

Manajemen Waktu di Srawung: Waktu sebagai Aset Pertama Anak

Literasi keuangan tanpa disiplin waktu siswa hanya akan berhenti sebagai niat. Program individu Faqih, mahasiswa KKN-PPM UNISRI di Desa Srawung, menunjukkan bahwa mengatur waktu dan mengatur uang adalah dua sisi dari kebiasaan yang sama. Ia mengedukasi siswa kelas 5 SDN Srawung 1 tentang manajemen waktu: membuat jadwal harian, menyusun prioritas antara belajar, bermain, beribadah, membantu orang tua, hingga istirahat. Materi disampaikan interaktif, dengan permainan edukatif dan contoh jadwal yang disusun bersama. Anak-anak diajak menyadari bahwa setiap aktivitas butuh slot waktu yang jelas; jika belajar saja tidak dijadwalkan, bagaimana mungkin mereka konsisten menabung dari uang saku harian? Faqih menegaskan, manajemen waktu sederhana sejak SD membantu anak menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Dalam konteks literasi keuangan siswa SD, waktu adalah aset yang harus dikelola sebelum mereka paham saldo tabungan.

Program Menabung dan Manajemen Waktu: KKN Mengubah Cara Siswa SD Melihat Uang

Belajar Sambil Bermain: Jalan Tengah antara Dunia Anak dan Dunia Finansial

Benang merah dari berbagai KKN pendidikan finansial ini jelas: pendekatan interaktif dan berbasis permainan adalah kunci keterlibatan siswa dalam topik yang tampak "dewasa" seperti uang dan disiplin. Dalam program Dolanan Nang Sekolah, menabung dikaitkan dengan permainan dan cita-cita; di Gemar Tabung, celengan dicat penuh warna; di Srawung, manajemen waktu dipraktikkan lewat permainan jadwal harian. Anak-anak tidak diminta mendengarkan, mereka diajak berpartisipasi. Dampaknya nyata: mereka mulai melihat hubungan antara kebiasaan kecil—menyisihkan uang saku, datang tepat waktu, menyelesaikan tugas—dengan masa depan yang mereka impikan. Sekolah-sekolah bahkan berharap kolaborasi dengan mahasiswa berlanjut dan dikembangkan dengan tema baru, dari pemanfaatan barang bekas hingga ekonomi digital sederhana. Kesimpulannya, bila ingin generasi muda melek finansial, berhentilah menguliahi; ajak mereka bermain sambil melatih kebiasaan yang akan menempel sepanjang hidup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!