Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mayoritas Perusahaan Belum Siap Pulih dari Ransomware di Era AI

Mayoritas Perusahaan Belum Siap Pulih dari Ransomware di Era AI
Minat|Penggunaan NAS

AI Meledak, Tapi Fondasi Backup NAS Ransomware Masih Rapuh

Kesiapan perusahaan menghadapi ransomware di era AI adalah kemampuan organisasi menjaga kelangsungan operasional ketika serangan siber mengunci, merusak, atau menghapus data, melalui kombinasi infrastruktur data AI yang efisien, backup NAS ransomware yang terpisah dari sistem produksi, serta prosedur pemulihan yang teruji dan terukur terhadap waktu henti bisnis.

Di tengah euforia adopsi AI, survei Synology menunjukkan kenyataan yang jauh lebih suram: hanya sekitar dua dari sepuluh perusahaan yang sangat yakin dapat segera memulihkan operasional setelah serangan ransomware dan memastikan cadangan datanya tidak diubah, dienkripsi, atau dihapus peretas. Artinya, mayoritas perusahaan hidup dengan rasa waswas, tetapi tetap menumpuk data tanpa fondasi perlindungan yang memadai. Synology menilai masalah utama bukan pada keputusan memakai AI, melainkan pada fondasi data yang belum siap menampung lonjakan data, melindunginya, dan mengubahnya menjadi produktivitas nyata. Selama backup masih dianggap formalitas, bukan garis pertahanan terakhir, setiap proyek AI baru hanya menambah permukaan serangan, bukan nilai bisnis.

Mayoritas Perusahaan Belum Siap Pulih dari Ransomware di Era AI

Lonjakan Data AI dan Krisis Infrastruktur Data

Lonjakan pemakaian AI membuat data meledak di semua lini: dari dokumen, log aplikasi, hingga rekaman kamera pengawas yang terus bertambah setiap hari. Hampir 88 persen responden mengaku khawatir penyimpanan mereka tidak lagi efisien karena pertumbuhan data AI dan duplikasi data. Ini bukan sekadar masalah kapasitas; ini adalah krisis desain infrastruktur data AI. Menambah storage tanpa strategi hanya memperbesar biaya dan memperpanjang waktu pencarian data penting.

Synology merespons dengan solusi penyimpanan aman berbasis NAS dan platform seperti PAS7700 berbasis NVMe untuk beban kerja kritikal enterprise. Di sisi perangkat lunak, DSM 7.4 membawa Synology Tiering dan fitur reduksi data untuk mengurangi duplikasi dan menempatkan data sesuai pola akses. Mereka juga sedang mengembangkan teknologi scale-out storage agar penambahan kapasitas dan performa bisa dilakukan lebih fleksibel mengikuti kebutuhan bisnis. Tanpa langkah seperti ini, perusahaan akan terjebak dalam gudang data yang boros, lambat, dan sulit diamankan.

Mayoritas Belum Siap Recovery, Backup Harus Dipisah dari Produksi

Angka kesiapan pemulihan pasca serangan siber berbasis AI bahkan lebih mengkhawatirkan. Dalam survei Synology 2026 Southeast Asia Survey, hanya 8,4 persen perusahaan yang merasa sangat siap untuk bertahan dan pulih dari ancaman siber berbasis AI. Lebih spesifik lagi, hanya sekitar 24 persen yang sangat yakin bisa melakukan pemulihan dengan cepat jika terserang ransomware, sementara 43 persen mengaku tidak terlalu siap atau sama sekali tidak siap. Ini berarti recovery point objective yang diharapkan manajemen sering kali tidak realistis dibandingkan kemampuan teknis di lapangan.

Clara Hsu menegaskan bahwa backup adalah garis pertahanan terakhir dan tidak boleh ditempatkan bersamaan dengan sistem produksi. Menurutnya, jika sistem produksi dan infrastruktur backup berada di lingkungan yang sama, ketika ransomware mengenkripsi sistem utama, "semuanya jebol". Synology menawarkan ActiveProtect, perangkat backup khusus yang memusatkan pengelolaan pencadangan dan memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama, termasuk dukungan immutable backup dan isolasi untuk melindungi salinan data. Pendekatan ini menggeser fokus dari sekadar “punya backup” menjadi “punya backup yang aman dan dapat dipulihkan” — inti dari keamanan data perusahaan modern.

Mayoritas Perusahaan Belum Siap Pulih dari Ransomware di Era AI

Produktivitas, Keamanan Data Perusahaan, dan Prioritas Bisnis yang Bergeser

Di luar isu kapasitas dan ransomware, survei juga menyoroti pemborosan waktu kerja. Lebih dari 80 persen perusahaan masih menghabiskan setidaknya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI. Ini menunjukkan bahwa adopsi AI untuk produktivitas belum sejalan dengan penguatan keamanan data perusahaan. Ketika karyawan mulai mengirim dokumen ke layanan AI eksternal, pertanyaan tentang ke mana data dikirim dan bagaimana informasi sensitif diproses menjadi sangat penting.

Menariknya, survei Synology menemukan bahwa backup yang andal dan kelangsungan bisnis kini menjadi prioritas utama perusahaan dengan persentase 53,9 persen, disusul memperkuat keamanan data di posisi kedua dengan 43 persen. Clara Hsu mengingatkan bahwa ketahanan bisnis bukan hanya mencegah gangguan, tetapi juga kemampuan untuk terus beroperasi dan menyesuaikan diri ketika gangguan benar-benar terjadi. Di sinilah infrastruktur data AI, solusi penyimpanan aman, dan strategi backup NAS ransomware yang matang bertemu: bukan sebagai proyek IT semata, tetapi sebagai fondasi keputusan bisnis sehari-hari.

Mayoritas Perusahaan Belum Siap Pulih dari Ransomware di Era AI

Menuju Infrastruktur Data AI yang Tahan Ransomware

Jika disarikan, pesan dari temuan Synology tajam: perusahaan terlalu cepat berinvestasi di aplikasi AI, tetapi terlambat membangun infrastruktur data yang aman dan siap pulih. Adopsi AI tanpa backup NAS ransomware yang terpisah, tanpa arsitektur penyimpanan yang efisien, dan tanpa rencana pemulihan yang teruji hanya memperbesar risiko, bukan nilai. Lonjakan AI mempercepat kebutuhan akan solusi NAS yang andal dan aman, bukan menundanya.

Ke depan, pengembangan scale-out storage, hybrid surveillance, dan platform backup terpusat seperti ActiveProtect menunjukkan arah yang jelas: infrastruktur data AI harus elastis, tersegmentasi, dan berorientasi pada kelangsungan bisnis. Perusahaan yang berani menggeser prioritas dari “mengejar fitur AI” ke “mengamankan dan memulihkan data” akan lebih siap menghadapi ancaman ransomware berbasis AI yang terus berkembang. Pada akhirnya, pemenang di era AI bukan yang paling cepat mengadopsi model baru, tetapi yang paling cepat bangkit ketika diserang.

Mayoritas Perusahaan Belum Siap Pulih dari Ransomware di Era AI

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!