Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rumah Ibadah Perlu Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba

Rumah Ibadah Perlu Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba
Minat|Kesehatan Mental

Pencegahan dimulai dari komunitas terdekat

Pencegahan narkoba adalah upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan zat terlarang melalui edukasi, pembinaan, dan dukungan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, rumah ibadah tidak semestinya hanya menjadi tempat ritual: lembaga ini dapat membantu generasi muda mengenali risiko, menemukan kegiatan positif, dan memperoleh pendampingan sebelum masalah membesar. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak rumah ibadah mengambil peran aktif melindungi anak muda dari narkoba saat menghadiri pemberkatan Santuario Paroki St. Yohanes Paulus II di Namo Pencawir, Deliserdang, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Arah ajakan ini tepat karena pencegahan tak cukup mengandalkan penindakan setelah jaringan terbentuk. Namun, peran rumah ibadah perlu diterjemahkan menjadi kegiatan rutin dan akses bantuan yang nyata, bukan berhenti sebagai seruan moral.

Rumah Ibadah Perlu Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba

Ancaman besar menuntut kerja bersama

Ajakan Bobby berangkat dari kenyataan bahwa peredaran narkoba masih menjadi tantangan besar di Sumatera Utara. Ia menyebut polisi baru saja mengamankan lebih dari satu ton ketamin di Belawan dan meminta rumah ibadah bekerja sama dengan pemerintah serta TNI/Polri dalam pemberantasan narkoba. Angka itu menjadi pengingat bahwa persoalan ini melampaui kemampuan satu lembaga. Bagi keluarga dan warga, kolaborasi semestinya terasa dalam bentuk edukasi yang mudah dipahami, ruang kegiatan yang sehat, dan jalur untuk meminta pertolongan tanpa takut dihakimi. Rumah ibadah punya kedekatan sosial yang dapat melengkapi kerja aparat, tetapi bukan menggantikannya. Penegakan hukum tetap perlu memutus peredaran, sementara komunitas membantu mengurangi kerentanan dan menjaga anak muda tetap terhubung dengan dukungan orang dewasa.

Dukungan tokoh masyarakat memperluas pesan

Dukungan tokoh masyarakat membuat agenda ini lebih kuat daripada sekadar imbauan pemerintah. Ketua MUI Kabupaten Bogor, Prof. Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, mendukung upaya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberantas narkoba dan menilai langkah tersebut penting untuk menyelamatkan bangsa dari bahayanya. Ia juga menekankan bahwa antisipasi sejak dini membantu anak-anak memusatkan perhatian pada pengembangan potensi mereka menuju Indonesia Emas 2045. Dukungan lintas lembaga dan pemuka agama dapat memperluas jangkauan pesan pencegahan, sekaligus membangun kepercayaan warga. Namun, dukungan publik perlu disertai konsistensi: ajakan harus berujung pada pembinaan yang terbuka bagi anak muda dan keluarga, bukan hanya pernyataan dukungan kepada aparat. Dengan begitu, pemberantasan narkoba mendapat pijakan sosial yang nyata.

Dari komitmen menuju pendampingan nyata

Langkah berikutnya adalah menjaga sinergi tetap berjalan. Uskup Agung Medan Kornelius Sipayung berharap pemerintah dan gereja terus bekerja sama membangun sumber daya manusia yang unggul, serta menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi menyelamatkan anak-anak dari narkoba dan menuntun mereka menjadi pribadi religius serta berkualitas. Komitmen berkelanjutan ini penting karena perlindungan generasi muda tidak selesai dengan satu acara atau satu kampanye. Pemerintah, aparat, rumah ibadah, dan keluarga perlu membagi peran secara jelas: mencegah, mendampingi, dan merujuk mereka yang membutuhkan bantuan. Rumah ibadah dapat menjadi pintu awal edukasi dan kegiatan positif; aparat tetap bertugas menindak jaringan; masyarakat ikut menciptakan lingkungan yang tidak memberi ruang bagi peredaran. Kesimpulannya, ajakan Bobby patut didukung, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh kerja rutin yang bisa dirasakan anak muda, bukan oleh seruan semata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!