Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Buku Keuangan hingga Kasir Offline, Mahasiswa UNNES Dukung UMKM Desa

Dari Buku Keuangan hingga Kasir Offline, Mahasiswa UNNES Dukung UMKM Desa
Minat|Memasak

Digitalisasi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari

Pendampingan UMKM desa adalah upaya membekali pelaku usaha dengan keterampilan dan alat praktis untuk mengelola operasional, keuangan, serta pemasaran secara lebih teratur. Program mahasiswa UNNES Giat 17 di Karangmulyo dan Jombor menunjukkan bahwa digitalisasi tak harus dimulai dari sistem rumit: langkah yang berguna bisa berupa buku kas sederhana, video promosi, atau aplikasi yang tetap berfungsi tanpa internet.

Pendekatan ini tepat karena banyak usaha kecil menghadapi masalah mendasar sebelum bisa memikirkan ekspansi: uang pribadi bercampur dengan kas usaha, transaksi hanya mengandalkan ingatan, dan produk belum memiliki jangkauan promosi yang luas. Mahasiswa UNNES Giat 17 Karangmulyo mendampingi pencatatan keuangan dan promosi, sementara tim di Jombor memperkenalkan alat pencatatan transaksi digital. Nilai programnya bukan pada teknologi semata, melainkan pada kecocokan solusi dengan kebiasaan dan kebutuhan pemilik usaha.

Buku pencatatan membuat arus kas lebih terbaca

Di Karangmulyo, mahasiswa merancang dan membagikan buku pencatatan keuangan sederhana, lalu mengajari pemilik UMKM mencatat pemasukan dan pengeluaran operasional serta menghitung keuntungan bersih harian maupun bulanan. Pendampingan dilakukan dengan mendatangi tempat usaha agar pemilik dapat berlatih langsung, bukan sekadar menerima buku lalu mencari tahu sendiri cara mengisinya. Fokus pada pemisahan uang pribadi dan kas usaha menjawab salah satu hambatan klasik yang dapat menyulitkan pemilik menilai kondisi bisnis.

Pencatatan keuangan UMKM mungkin terdengar kurang menarik dibanding promosi digital, tetapi inilah fondasi untuk keputusan yang lebih masuk akal. Catatan transaksi yang disiplin membantu pelaku usaha melihat arus kas secara lebih transparan dan terukur, mengevaluasi perkembangan bisnis, serta menyusun rencana pengembangan. Manfaatnya tidak muncul otomatis saat buku dibagikan; pendampingan praktik dan kebiasaan mencatat secara rutin yang menentukan apakah alat sederhana itu benar-benar dipakai.

Video kreatif membuka jalan promosi mandiri

Di Karangmulyo, pendampingan pemasaran digital UMKM menggunakan video kreatif untuk memperluas jangkauan produk dan meningkatkan daya saing. Mahasiswa merekam proses usaha secara langsung, dari pemilihan bahan baku dan pengolahan hingga pengemasan. Hasilnya dirancang agar menarik sekaligus memberi gambaran tentang produk dan proses pembuatannya.

Yang membuat pendekatan ini lebih berguna daripada sekadar menyerahkan konten jadi adalah bekal untuk melanjutkan promosi sendiri. Mahasiswa turut membimbing pemilik usaha menyusun caption dan memanfaatkan TikTok, Instagram Reels, serta WhatsApp. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh video, tetapi juga pengenalan pada cara memakai media sosial sebagai sarana pemasaran mandiri. Namun, jangkauan yang lebih luas tetap memerlukan konsistensi: konten perlu diterbitkan dan dikelola oleh pemilik usaha setelah pendampingan selesai.

KasirJo membawa pencatatan ke ponsel tanpa internet

Di Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, mahasiswa UNNES Giat 17 mendampingi digitalisasi transaksi dan pembukuan usaha melalui KasirJo, aplikasi kasir offline berbasis Android, serta buku panduan penggunaannya. Aplikasi yang dikembangkan Sondra Ezra Bintang, mahasiswa Teknik Informatika, dirancang berjalan sepenuhnya tanpa internet. Fitur-fiturnya mencakup katalog dan stok barang, transaksi produk satuan atau timbangan, pembayaran tunai dan QRIS, serta pencatatan kasbon dan uang muka.

KasirJo juga menyediakan rekap kas, opsi mencetak struk melalui printer termal Bluetooth, dan laporan otomatis yang menghitung harga pokok penjualan, omzet, serta laba kotor. Mahasiswa memasang aplikasi di perangkat pemilik usaha dan mendampingi simulasi transaksi, sementara panduan berilustrasi menjelaskan langkah penggunaan, pengelolaan tagihan, pembacaan laporan, dan pencadangan data. Kombinasi aplikasi dan latihan langsung lebih menjanjikan daripada menyerahkan teknologi tanpa dukungan. KasirJo dan panduannya diharapkan tetap dapat digunakan setelah kegiatan KKN berakhir.

Ketiga upaya ini menegaskan bahwa pendampingan yang efektif tidak berhenti pada pembagian alat atau pembuatan konten. Buku kas, video promosi, dan aplikasi kasir offline baru bernilai ketika pelaku usaha mampu menggunakannya secara mandiri. Karena itu, latihan langsung dan panduan yang mudah dipahami merupakan bagian penting dari program, bukan pelengkap.

Dari Buku Keuangan hingga Kasir Offline, Mahasiswa UNNES Dukung UMKM Desa

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!