Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ROMANTICIST Menawarkan 24 Look Feminitas Modern

ROMANTICIST Menawarkan 24 Look Feminitas Modern
Minat|Pertunjukan Busana

Busana sebagai bahasa diri

ROMANTICIST adalah koleksi busana The Story Of yang merayakan feminitas sebagai ekspresi personal melalui siluet, tekstur, motif, dan detail yang membentuk karakter setiap tampilan. Di Jakarta Fashion Week 2027, koleksi ini hadir lewat 24 look dalam kolaborasi perdana The Story Of dan METRO Department Store. Pilihan tersebut terasa relevan karena feminitas di sini tidak disempitkan menjadi satu gambaran: lembut boleh, berani pun tetap feminin. Alih-alih menawarkan satu aturan berpakaian, koleksi ROMANTICIST menjadikan busana sebagai cara untuk menunjukkan siapa pemakainya. The Story Of mengambil inspirasi dari kisah, pengalaman, dan hal-hal yang dijumpai dalam keseharian, lalu menerjemahkannya menjadi medium bercerita. Hasilnya bukan sekadar rangkaian tampilan runway, melainkan ajakan untuk melihat gaya sebagai bagian dari identitas.

Bagi pemakainya, gagasan ini memberi ruang untuk memilih pakaian berdasarkan hubungan pribadi, bukan hanya kecocokan dengan tren. Koleksi ini menghubungkan estetika dengan ikatan emosional perempuan terhadap apa yang ia kenakan. Itulah pijakan yang membuat busana feminin modern dalam presentasi ini terasa lebih luas daripada sekadar romantis: ia bisa menampung karakter yang berbeda-beda.

ROMANTICIST Menawarkan 24 Look Feminitas Modern

Siluet lembut, karakter tegas

Kekuatan visual koleksi terletak pada kontras yang terukur. Sebanyak 24 look mengeksplorasi permainan siluet, tekstur, motif, dan detail dekoratif agar tiap tampilan memiliki karakter. Nuansa lembut hadir tanpa membuat keseluruhan koleksi terasa seragam; bentuk yang tegas dan aksen berani memberi tandingan pada ruffle serta elemen romantis. Dalam fashion show JFW ini, siluet bukan sekadar kerangka pakaian, melainkan alat untuk mengatur sikap dan suasana. Perpaduan itu membuat romantisisme terasa kontemporer, bukan nostalgia yang hanya mengulang citra feminin lama.

Contoh paling jelas tampak pada Naila Alatas, yang mengenakan jaket hitam dengan bordir warna-warni, motif bunga, dan ornamen dekoratif. Potongan jaket yang tegas dipasangkan dengan rok merah muda berlapis ruffle, ikat pinggang biru toska, serta sepatu merah. Kombinasi warna dan volume tersebut berani, tetapi tetap terarah. Alih-alih memilih antara manis atau kuat, tampilan itu menunjukkan bahwa keduanya dapat hidup dalam satu gaya personal.

Empat muse, empat pembacaan feminitas

Adinia Wirasti, Nadila Ernesta, Naila Alatas, dan Jihane Almira tampil sebagai muse yang membawa karakter berbeda ke runway. Kehadiran mereka memperkuat gagasan bahwa koleksi ini tidak menuntut satu cara untuk menjadi feminin. Para muse menjadi bagian dari narasi, bukan sekadar peraga pakaian: gaya personal masing-masing memberi konteks pada siluet dan detail yang dikenakan. Pendekatan ini membuat presentasi terasa seperti rangkaian interpretasi, bukan seragam estetika.

Gaun putih berlapis ruffle yang dikenakan Adinia Wirasti memperlihatkan sisi romantis yang ringan. Lapisan bertingkat dari atasan hingga rok menciptakan dimensi dan gerak saat ia melangkah, dengan aksesori bernuansa emas sebagai pemanis. Berhadapan dengan tampilan Naila yang eklektik dan kontras, gaun itu menunjukkan rentang ekspresi yang dapat ditampung ROMANTICIST. Feminitas dalam koleksi ini bukan kode tunggal; ia berubah mengikuti pilihan bentuk, warna, dan cara seseorang membawa pakaian.

Kolaborasi yang mengutamakan ekspresi

Sebagai kolaborasi perdana The Story Of dan METRO Department Store di Jakarta Fashion Week 2027, ROMANTICIST menempatkan seni berpakaian sebagai pengalaman personal. Kukuh Zuttion, Creative Director dan CEO The Story Of, menjelaskan bahwa koleksi ini merayakan cara berpakaian yang tumbuh dari karakter, pengalaman, dan ekspresi individu. Pernyataan itu selaras dengan pilihan visual di runway: detail romantis tidak menghapus ketegasan, sementara aksen dekoratif tidak menenggelamkan identitas pemakainya.

Pada akhirnya, nilai koleksi ini bukan pada satu tampilan yang harus ditiru, melainkan pada ruang yang dibukanya untuk merangkai gaya sendiri. Dua puluh empat look memberi contoh bagaimana siluet ekspresif dan detail lembut bisa berdampingan tanpa mengunci feminitas dalam definisi sempit. ROMANTICIST menawarkan sudut pandang yang meyakinkan: pakaian dapat menjadi pernyataan diri, dan romantisme modern paling menarik ketika tetap memberi tempat bagi karakter pemakainya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!