Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rupiah Tertekan, Optimisme Pemerintah Diuji Proyeksi Rp19.000

Rupiah Tertekan, Optimisme Pemerintah Diuji Proyeksi Rp19.000
Minat|Asia Tenggara

Optimisme di tengah kurs yang melemah

Proyeksi rupiah adalah perkiraan arah nilai tukar pada periode mendatang, yang dipengaruhi kondisi ekonomi dan sentimen pasar serta dapat berubah seiring perkembangan keduanya. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menepis perkiraan sejumlah pengamat bahwa rupiah berisiko mencapai Rp19.000 per dolar AS menjelang akhir tahun. Ia menyatakan pemerintah lebih optimistis karena menilai kondisi makroekonomi Indonesia masih relatif stabil.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga ketika ditemui di Jakarta dalam acara bertema masa depan kota Jakarta. Ia mengatakan, “Kita lebih optimistis” dan merujuk pada kondisi makroekonomi sebagai dasar pandangannya. Namun keyakinan pemerintah belum menghapus kenyataan bahwa kurs rupiah dolar sedang berada di bawah tekanan: data penutupan pada hari itu mencatat rupiah di Rp18.175 per dolar AS, rekor penutupan terlemah kala itu.

Mengapa risiko Rp19.000 tetap diperhitungkan

Proyeksi rupiah menuju Rp19.000 bukan muncul tanpa konteks. Sejumlah analis memperkirakan tekanan dapat berlanjut pada November–Desember 2026, sementara seorang analis sekuritas memperkirakan rentang pergerakan mingguan Rp17.889–Rp18.280 dan rentang sebulan Rp17.724–Rp18.499. Rentang itu menggambarkan volatilitas tinggi, bukan kepastian bahwa kurs akan menyentuh batas terlemah yang diperkirakan.

Tekanan datang dari luar negeri maupun dalam negeri. Bank Indonesia mengaitkan pelemahan dengan ketidakpastian konflik Timur Tengah, yang menjaga harga minyak tetap tinggi dan menambah risiko fiskal, serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Sentimen risk-off juga menguatkan dolar AS dan mendorong keluarnya dana dari pasar negara berkembang. Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI dan meningkatnya kebutuhan valuta asing menjelang akhir bulan ikut membebani rupiah.

Keyakinan pemerintah belum menjadi jaminan

Perbedaan utama antara pemerintah dan para analis terletak pada titik tekan penilaian. Airlangga menonjolkan kestabilan makroekonomi domestik; para analis dan Bank Indonesia menyoroti kondisi pasar yang dapat menekan kurs meski fondasi ekonomi dinilai cukup baik. Optimisme pemerintah memberi sinyal bahwa risiko tidak dianggap sebagai skenario yang tak terhindarkan, tetapi pernyataan optimistis saja belum menjelaskan seberapa kuat penyangga ekonomi menghadapi dolar yang menguat dan arus modal keluar.

Karena itu, perkiraan rupiah Rp19.000 sebaiknya dibaca sebagai risiko, bukan kepastian, sementara bantahan pemerintah juga bukan jaminan bahwa tekanan akan segera reda. Rekor penutupan terlemah dan rentang proyeksi yang lebar menunjukkan bahwa volatilitas masih perlu diperhitungkan. Optimisme pemerintah akan lebih meyakinkan bila perkembangan kurs dan faktor-faktor penekan yang disebut Bank Indonesia ikut menunjukkan perbaikan. Untuk saat ini, jarak antara keyakinan kebijakan dan kecemasan pasar tetap menjadi inti persoalan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!