Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Belajar Demokrasi di DPRD dan Museum Pemilu

Belajar Demokrasi di DPRD dan Museum Pemilu
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Demokrasi lebih mudah dipahami saat dialami

Pendidikan demokrasi adalah proses membantu warga memahami hak, lembaga, dan tata cara pengambilan keputusan bersama, bukan sekadar menghafal istilah politik di kelas. Karena itu, membawa pelajar ke ruang tempat keputusan dibahas atau sejarah pemilu dipamerkan merupakan pilihan belajar yang lebih bermakna daripada berhenti pada teori. Pada 27 Oktober 2026, ratusan siswa kelas XI SMA YP Unila mengikuti pembelajaran langsung di DPRD Provinsi Lampung melalui kegiatan luar kelas bertema pengambilan keputusan dan kebijakan daerah. Mereka mengenal lembaga legislatif, mempelajari pembentukan kebijakan, dan mempraktikkan persidangan di Ruang Paripurna. Dua hari kemudian, sekitar 80 pelajar SMA dan SMK se-Jakarta Timur mengikuti kegiatan peningkatan kapabilitas demokrasi di kantor sekretariat KPU di Kayu Putih, termasuk kunjungan ke Museum Perjalanan Pemilu. Kedua kegiatan itu menunjukkan bahwa belajar demokrasi paling kuat ketika konsep bertemu pengalaman.

Di DPRD, siswa berlatih memahami keputusan

Kunjungan DPRD siswa di Lampung menempatkan mereka bukan hanya sebagai pendengar, tetapi juga peserta simulasi. Anggota Komisi V DPRD Lampung M. Syukron Muchtar menjelaskan kedudukan dan tiga fungsi utama DPRD: membentuk peraturan daerah, menyusun anggaran, serta mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Para siswa juga mengunjungi ruang komisi dan badan-badan DPRD sebelum memasuki Ruang Paripurna. Di sana, mereka memainkan peran pimpinan sidang, sekretaris daerah, dan anggota dewan dalam simulasi pembahasan rancangan aturan tentang pembatasan media sosial di lingkungan pendidikan. Pemilihan isu yang dekat dengan kehidupan pelajar membuat latihan ini terasa relevan, sekaligus menyingkap bahwa kebijakan publik menuntut pertimbangan atas beragam kepentingan. Inilah keunggulan pengalaman di DPRD: demokrasi terlihat sebagai proses berdebat, mendengar, dan merumuskan keputusan, bukan sekadar hasil akhir pemungutan suara. Sekolah lain dapat meniru pendekatan ini dengan kasus yang dekat dengan keseharian siswa.

Belajar Demokrasi di DPRD dan Museum Pemilu

Museum menempatkan pemilu dalam lintasan sejarah

Jika DPRD memperlihatkan bagaimana kebijakan dibahas saat ini, Museum Perjalanan Pemilu membantu pelajar melihat bagaimana mekanisme demokrasi berubah dari masa ke masa. Koleksinya mengajak pengunjung menelusuri pemilu pertama pada 1955 hingga penyelenggaraan modern yang menggunakan teknologi informasi, sekaligus mempelajari perubahan aturan dan kelembagaan. Siswa Jakarta Timur tidak hanya menerima penjelasan, tetapi melihat dokumentasi dan narasi visual yang membuat sejarah pemilu lebih mudah diikuti. Peserta dari SMAN 36 Jakarta menyebut kunjungan itu membuka wawasan tentang panjangnya perjalanan pemilu dan perubahan yang dapat menjadi bahan perbaikan. Nilai museum terletak pada konteks: pemilih pemula dapat memahami bahwa sistem yang mereka temui hari ini terbentuk melalui perubahan, bukan hadir begitu saja. Namun, melihat sejarah saja belum cukup untuk memahami bagaimana keputusan politik dibuat sehari-hari. Karena itulah kunjungan museum dan pembelajaran di DPRD sebaiknya dipandang sebagai pasangan yang saling melengkapi.

Pengalaman harus berlanjut menjadi partisipasi

Kedua model kunjungan menawarkan pelajaran berbeda tetapi sama penting: DPRD mengenalkan lembaga perwakilan dan praktik pengambilan keputusan, sedangkan museum menerangkan perjalanan serta mekanisme pemilu. Dampaknya bagi pelajar akan lebih besar bila sekolah menindaklanjuti kunjungan dengan diskusi, tugas refleksi, atau forum untuk membahas isu publik secara tertib. Pengalaman langsung dapat memperkaya literasi politik, pemahaman tata kelola, dan kemampuan berpikir kritis—manfaat yang disebut sebagai tujuan kunjungan ke DPRD. Di Jakarta Timur, Wali Kota Munjirin berharap peserta membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada teman sebaya di sekolah masing-masing. Harapan itu tepat: pendidikan demokrasi tidak seharusnya berhenti di pintu gedung atau ruang pamer. DPRD juga diharapkan terbuka terhadap aspirasi dan partisipasi generasi muda, sementara museum dapat terus menjadi ruang belajar tentang pemilu dan tanggung jawab warga. Kesimpulannya, belajar demokrasi paling efektif ketika pelajar memahami lembaganya, mengenali sejarah prosesnya, lalu didorong untuk ikut berpartisipasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!