Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pendidikan Maritim di Luar Kelas: Siswa Belajar Langsung dari Kapal dan Basis Militer

Pendidikan Maritim di Luar Kelas: Siswa Belajar Langsung dari Kapal dan Basis Militer
Minat|Asia Tenggara

Pendidikan maritim anak: ketika ruang kelas berpindah ke laut

Pendidikan maritim anak adalah proses mengenalkan dunia kelautan, peran pertahanan laut, dan nilai kebaharian kepada siswa sejak dini melalui pengalaman langsung, pembelajaran di luar kelas, serta interaksi dengan institusi maritim agar kesadaran kelautan generasi muda tumbuh sebagai bagian dari karakter mereka. Dalam konteks ini, kapal perang dan markas TNI Angkatan Laut bukan sekadar objek wisata, melainkan laboratorium hidup tempat anak memahami laut sebagai ruang belajar, bukan hanya halaman belakang. Pendekatan ini menantang pola lama yang menempatkan laut sebagai sesuatu yang jauh dan abstrak. Jika sekolah masih mengurung siswa dalam empat dinding, program seperti kunjungan edukatif kapal membuka jendela baru: anak melihat, menyentuh, dan merasakan langsung bagaimana laut dijaga dan dimaknai.

Pendidikan Maritim di Luar Kelas: Siswa Belajar Langsung dari Kapal dan Basis Militer

71 siswa SD di KRI Torani: contoh konkret pembelajaran di luar kelas

Sebanyak 71 siswa SD Al Fityah Binjai bersama 7 guru pendamping melaksanakan kunjungan edukatif ke Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut I, dengan kegiatan dipusatkan di KRI Torani sebagai sarana pembelajaran kemaritiman. Ini bukan sekadar piknik sekolah; ini adalah desain pembelajaran di luar kelas yang jelas tujuannya: mengenalkan dunia kemaritiman dan peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan. Selama berada di kapal, siswa belajar tentang fungsi kapal perang, aktivitas prajurit, dan pentingnya laut bagi kehidupan masyarakat serta masa depan bangsa. "Kegiatan ini dipusatkan di KRI Torani sebagai sarana pembelajaran untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman dan peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan".

Di sinilah pendidikan maritim anak menemukan bentuknya: anak tidak hanya mendengar cerita tentang laut, tetapi berjalan di geladak, melihat peralatan, dan menyaksikan disiplin prajurit. Pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah ini memberi mereka gambaran konkret tentang bagaimana laut dijaga dan dimanfaatkan. Kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan kepada para siswa. Kunjungan edukatif kapal seperti ini membuat pelajaran IPS, PPKn, hingga sains terasa hidup, karena anak dapat menghubungkan teori dengan realitas yang mereka lihat sendiri.

Dari mahasiswa hingga siswa SD: basis militer sebagai ruang belajar karakter

Pendidikan maritim dan karakter yang melibatkan TNI Angkatan Laut tidak hanya menyasar anak SD. Di Padang, 48 siswa Resimen Mahasiswa (Menwa) Maharuyung Sumatera Barat mengikuti latihan menembak di lingkungan Komando Daerah Angkatan Laut 2 Padang sebagai bagian Pendidikan Dasar Kemiliteran. Peserta terdiri dari 28 laki-laki dan 20 perempuan yang telah melalui seleksi ketat. Kehadiran DANSATHANTAI Kodaeral 2 Padang, Letkol Afrison Taufik, yang membuka kegiatan ini menunjukkan bahwa basis militer diposisikan sebagai ruang pembinaan generasi muda, bukan sekadar area operasi militer.

Latihan ini menekankan keterampilan pertahanan dasar, kedisiplinan, dan pembinaan karakter, dengan harapan setelah menyelesaikan pendidikan, para siswa mampu menerapkan kedisiplinan di kampus, menjadi teladan, dan menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan. Di sisi lain, kunjungan siswa SD ke KRI Torani menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan maritim dan kesadaran untuk menjaga potensi maritim Nusantara. Dua contoh ini menunjukkan spektrum pendidikan maritim dan pertahanan: dari anak yang baru mengenal laut hingga mahasiswa yang disiapkan sebagai "dubalang kampus". Basis militer dan kapal perang berubah menjadi ekosistem pembelajaran karakter yang sulit ditiru di ruang kelas biasa.

Mengapa kolaborasi sekolah–TNI Angkatan Laut perlu diperluas

Kunjungan edukatif ke kapal perang dan markas TNI Angkatan Laut membuktikan bahwa pembelajaran di luar kelas dapat memberi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa SD Al Fityah. Anak melihat langsung lingkungan kapal perang dan memahami bahwa laut memiliki peran strategis bagi kehidupan dan masa depan bangsa. Di sisi lain, Kodaeral I secara eksplisit mendukung peningkatan pengetahuan kemaritiman generasi muda sebagai bagian pembentukan karakter berwawasan kebaharian. Ini adalah bentuk TNI Angkatan Laut edukasi yang konkret, bukan slogan.

Kegiatan seperti ini menumbuhkan kecintaan terhadap laut sekaligus memperkuat kesadaran generasi penerus akan pentingnya menjaga dan melestarikan potensi maritim Nusantara. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan TNI menciptakan model pembelajaran praktis yang tidak mungkin lahir dari buku teks saja: anak menyaksikan tugas prajurit, disiplin, dan teknologi maritim dalam satu paket pengalaman. Jika pendekatan ini diperluas, pendidikan maritim anak tidak lagi menjadi program insidental, melainkan bagian rutin dari kalender sekolah. Kesimpulannya, masa depan laut sangat bergantung pada seberapa berani kita memindahkan sebagian proses belajar dari bangku kelas ke geladak kapal dan halaman markas militer.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!