Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Danantara Arahkan Industri dari Mineral hingga Semikonduktor

Danantara Arahkan Industri dari Mineral hingga Semikonduktor
Minat|Asia Tenggara

Investasi diarahkan untuk mengubah kapasitas industri

Investasi Danantara adalah penempatan modal strategis untuk mengembangkan industri berbasis teknologi dan inovasi, dengan tujuan memperbesar kemampuan produksi dan nilai tambah di dalam negeri. Pada Forum Investasi Inovasi Teknologi Danantara 2026 di Jakarta, Senin, 26 Oktober, CTO Danantara Sigit Puji Santosa memaparkan rencana investasi strategis hingga US$30 miliar dalam dua hingga tiga tahun ke depan dan menyebut lebih dari 140 inisiatif proyek sedang dikaji untuk kelayakan serta pendanaan. Angka tersebut adalah sasaran, bukan jaminan bahwa seluruh proyek akan segera terlaksana. Karena itu, ukuran keberhasilan seharusnya bukan besarnya modal yang diumumkan, melainkan berapa banyak proyek yang benar-benar menambah kemampuan industri lokal. Strategi ini patut diuji dari dampaknya: apakah Indonesia mampu mengolah bahan mentah menjadi komponen, teknologi, dan produk akhir, bukan terus bergantung pada ekspor komoditas.

Danantara Arahkan Industri dari Mineral hingga Semikonduktor

Enam sektor prioritas, dengan mineral sebagai pijakan

Sektor prioritas Danantara mencakup enam kelompok: energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan buatan, infrastruktur digital, dan telekomunikasi. Kerangka pengembangan lima tahun yang dipaparkan Danantara juga mencantumkan pertahanan, maritim, kedirgantaraan, elektronik, mesin, dan teknologi keuangan. Perbedaan pengelompokan ini menunjukkan cakupan rencana yang luas, tetapi mineral, material maju, dan semikonduktor menjadi prioritas yang tegas karena kekayaan mineral harus diolah lebih jauh. Arah itu masuk akal: keunggulan cadangan alam tidak otomatis menjadi keunggulan industri. Nilainya baru bertambah ketika pengolahan berlanjut ke pengembangan bahan, komponen, subsistem, sampai produk akhir. Tanpa kemampuan tersebut, hilirisasi berisiko berhenti pada tahap pengolahan awal.

Energi dan sumber daya alam dipandang Danantara sebagai penopang pertumbuhan masa depan, termasuk melalui energi baru terbarukan. Namun, dukungan energi perlu berjalan seiring dengan kapasitas teknologi dan pasokan yang andal. Rencana digital mencakup pusat data berkapasitas 1 GW, komputasi awan berdaulat, kemampuan kecerdasan buatan nasional, dan enam bidang pengembangan semikonduktor. Investasi semikonduktor berpotensi memperkuat industri elektronik dan infrastruktur digital, tetapi hasilnya bergantung pada tersedianya tenaga ahli, riset, dan pemasok lokal. Peluang pusat data juga muncul ketika keterbatasan air dan listrik mendorong moratorium di Malaysia dan Thailand, menurut Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar. Kesempatan itu tidak boleh mengabaikan kesiapan energi dan sumber daya air di dalam negeri.

Danantara Arahkan Industri dari Mineral hingga Semikonduktor

Hilirisasi nikel harus membentuk rantai pasok utuh

Hilirisasi nikel memperlihatkan tantangan sekaligus peluang strategi tersebut. Rantai produksinya dapat bergerak dari pengolahan nikel menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat, lalu ke katoda, sel baterai, dan paket baterai. Perusahaan dalam kelompok MIND ID, termasuk Inalum, Antam, dan Indonesia Battery Corporation, mengembangkan industri hilir dengan membuka kemitraan bagi calon investor maupun investor dari berbagai negara. Kemitraan penting karena ekosistem baterai memerlukan investasi pada beragam tahap yang saling terhubung; membangun satu fasilitas saja tidak cukup untuk menghasilkan rantai pasok terintegrasi. Bagi masyarakat, keberhasilan pendekatan ini dapat berarti lebih banyak kegiatan produksi dan pekerjaan, sementara penguatan obat serta vaksin dalam negeri juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku farmasi impor yang memasok hampir 94 persen kebutuhan. Nilai manfaat itu tetap bergantung pada proyek nyata, bukan sekadar kesepakatan.

Modal harus disertai keahlian dan tindak lanjut

Cara Danantara membangun kapasitas nasional akan menentukan apakah target investasinya menghasilkan transformasi atau hanya menambah aset industri. Rencananya adalah memperkuat perusahaan yang sudah ada, termasuk BUMN, serta membuka kerja sama bila kapasitas mereka belum memadai. Danantara juga ingin mempertemukan industri dengan perguruan tinggi agar teknologi dan inovasi dapat diterapkan langsung dalam proses produksi. Kerangka yang lebih luas mencakup kemitraan dengan perusahaan dan lembaga riset dalam maupun luar negeri, serta rencana membangun 10 kota cerdas dan koridor teknologi yang menghubungkan industri semikonduktor, kendaraan listrik, pertahanan, dan elektronik. Investasi akan lebih berarti bila kemitraan itu membekali pekerja dan pemasok lokal dengan keahlian, bukan sekadar mendatangkan fasilitas.

Kesimpulannya, prioritas Danantara dari mineral hingga semikonduktor menawarkan jalur untuk memperdalam industri, tetapi keluasan daftar sektor bukan bukti keberhasilan. Yang harus dipantau ialah proyek yang lolos kajian, berjalan sesuai rencana, dan meningkatkan kemampuan produksi serta riset di dalam negeri. Jika energi, hilirisasi, material maju, dan teknologi digital dikembangkan sebagai satu ekosistem, investasi dapat memperkuat daya saing sekaligus membuka manfaat yang terasa bagi masyarakat. Jika tidak, Indonesia hanya akan memindahkan lokasi pengolahan tanpa menguasai teknologi dan nilai tambahnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!