Pencegahan dimulai sebelum kelahiran
Pencegahan stunting adalah upaya menjaga pertumbuhan anak melalui perhatian pada kesehatan ibu dan anak sejak kehamilan, dilanjutkan dengan pengasuhan, pemenuhan kebutuhan, serta layanan kesehatan selama masa tumbuh kembang. Karena itu, pencegahan stunting kehamilan tidak boleh diperlakukan sebagai agenda yang baru dimulai setelah bayi lahir. Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menyampaikan pesan tersebut pada 25 Oktober 2026 di Palembang, di hadapan sekitar 2.000 dokter anak dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-14 Ikatan Dokter Anak Indonesia. Penekanannya tepat: awal kehidupan anak perlu diperhatikan sejak ibu mengandung, bukan hanya ketika masalah pertumbuhan terlihat. Deru menyebut Sumsel berhasil menurunkan angka stunting lebih dari 6 persen pada 2023 berkat dukungan berbagai pihak, khususnya dokter anak. Capaian itu memberi alasan untuk memperkuat pencegahan, sekaligus mengingatkan bahwa angka keberhasilan harus ditopang layanan yang dapat dijangkau keluarga.

Posyandu perlu menjadi layanan yang benar-benar terjangkau
Mengaktifkan layanan di tingkat komunitas penting karena orang tua membutuhkan tempat yang dekat untuk memantau kesehatan ibu dan pertumbuhan anak. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan telah mengaktifkan 600 posyandu hingga wilayah pelosok, dengan harapan memperkuat layanan dasar, pemantauan tumbuh kembang, dan pendampingan kesehatan ibu. Namun, keberadaan posyandu baru bermakna jika keluarga dapat mengaksesnya secara rutin dan memperoleh pendampingan yang berguna. Posyandu kesehatan ibu anak seharusnya menjadi penghubung antara keluarga, tenaga kesehatan, dan dukungan pemerintah—bukan sekadar lokasi kunjungan sesekali. Bagi orang tua, langkah praktisnya adalah mencari tahu jadwal layanan setempat, menyampaikan kekhawatiran tentang kesehatan anak, dan mengikuti pemantauan yang dianjurkan petugas. Perluasan layanan juga harus dibarengi mutu pelayanan. Jumlah posyandu adalah modal awal; tindak lanjut yang konsistenlah yang membuatnya berarti bagi keluarga.
Pengasuhan mencakup lebih dari makanan
Mencegah stunting tidak cukup dengan menyediakan makanan bergizi. Pola asuh, perhatian, kasih sayang, stimulasi, sanitasi, air bersih, dan akses layanan kesehatan ikut membentuk lingkungan tempat anak tumbuh. Pada 26 Oktober 2026, Dara Ayu Suharto dari Komisi B DPRD Sleman menyoroti pentingnya pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, dan akses pelayanan kesehatan dalam pencegahan stunting. Ia juga mengingatkan bahwa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa penting bagi tumbuh kembang anak. Bagi orang tua, ini berarti memperhatikan kebutuhan anak secara menyeluruh: menjaga lingkungan tetap aman dan bersih, memberikan pendampingan sesuai kebutuhan, serta mencari bantuan tenaga kesehatan saat ada kekhawatiran. Jika pengasuhan dibantu pengasuh atau tempat penitipan anak karena keterbatasan waktu, kualitas pendampingan tetap perlu dipastikan. Tujuannya bukan menuntut orang tua melakukan semuanya sendiri, melainkan menjaga agar anak memperoleh perhatian yang mendukung tumbuh kembang anak optimal.
Kolaborasi membuat pencegahan berkelanjutan
Tanggung jawab pencegahan tidak semestinya dibebankan hanya kepada keluarga. Pemerintah perlu menyediakan layanan yang mudah dijangkau, dokter anak dan tenaga kesehatan memberi pendampingan berbasis keahlian, sementara orang tua menerapkan pengasuhan dan memanfaatkan layanan tersebut. Herman Deru menilai sinergi pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat penting untuk menjaga keberlanjutan pencegahan stunting.






