Mencegah sebelum dampak terlihat
Pencegahan stunting adalah rangkaian perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak kehamilan hingga masa pertumbuhan, agar anak memperoleh dasar yang lebih baik untuk berkembang secara fisik dan mental. Pesan ini penting karena penanganan yang baru dimulai setelah kelahiran berarti melewatkan tahap awal yang ikut menentukan kesehatan anak. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, bukan menunggu anak lahir. Perhatian terhadap kesehatan ibu selama mengandung merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kesehatan anak. Karena itu, pembicaraan mengenai stunting saat kehamilan semestinya berujung pada layanan yang dapat dijangkau dan pendampingan berkelanjutan, bukan berhenti sebagai imbauan. Arah kebijakan ini juga dikaitkan dengan persiapan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Capaian yang perlu dijaga
Sumatera Selatan melaporkan penurunan angka stunting lebih dari 6 persen pada 2023. Deru menyampaikan capaian tersebut saat berbicara di hadapan sekitar 2.000 dokter anak dari seluruh Indonesia dalam Sriwijaya Imperial Night, bagian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-14 Ikatan Dokter Anak Indonesia, di Palembang pada 25 Oktober 2026. Angka itu patut diperhatikan, tetapi keberhasilan satu tahun bukan alasan untuk mengendurkan upaya. Pemerintah daerah mengaitkannya dengan kolaborasi berbagai pihak, terutama tenaga kesehatan dan dokter anak. Pesan yang lebih penting adalah bahwa pencegahan tidak bisa mengandalkan satu profesi atau program sesaat. Capaian tersebut menjadi alasan untuk memperkuat layanan ibu dan anak secara konsisten, sekaligus memastikan bahwa perhatian sejak kehamilan diteruskan ketika anak tumbuh.
Posyandu sebagai penghubung layanan
Pengaktifan 600 posyandu hingga ke wilayah pelosok menjadi bagian nyata dari upaya Sumatera Selatan memperluas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu dapat mendekatkan layanan dasar kepada keluarga, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak dan pendampingan kesehatan ibu. Inilah peran penting posyandu cegah stunting: bukan menggantikan tenaga medis atau layanan lanjutan, melainkan memperkuat jangkauan dan kesinambungan perhatian. Bagi warga, keberadaan layanan yang lebih dekat berpotensi memudahkan pemantauan dan membantu ibu memperoleh pendampingan. Namun, jumlah posyandu yang diaktifkan perlu diterjemahkan menjadi layanan yang rutin dan mudah diakses agar komitmen itu terasa dalam kehidupan keluarga. Pencegahan juga memerlukan kerja bersama pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat; tanpa kolaborasi tersebut, fasilitas yang tersedia belum tentu menjangkau kebutuhan setiap ibu dan anak.
Dari pesan menuju tindak lanjut
Forum ilmiah para dokter anak di Palembang diharapkan menghasilkan masukan dan rekomendasi konkret untuk memperkuat kebijakan kesehatan anak di Sumatera Selatan. Harapan ini sebaiknya ditindaklanjuti dengan menjaga kesinambungan layanan: perhatian pada kesehatan ibu sejak kehamilan, pemantauan anak, serta dukungan posyandu sampai ke wilayah pelosok. Penurunan lebih dari 6 persen pada 2023 memberi bukti bahwa kerja bersama dapat menghasilkan kemajuan, tetapi angka itu sendiri tidak menjamin masalah selesai. Ukuran keberhasilan yang lebih berarti adalah apakah keluarga dapat mengakses pendampingan secara berkelanjutan, dan apakah perhatian terhadap ibu dan anak terjaga dari masa kehamilan hingga pertumbuhan. Kesimpulannya, pencegahan stunting harus dimulai lebih awal dan ditopang layanan yang dekat dengan masyarakat. Pesan tersebut baru kuat ketika komitmen pemerintah, tenaga kesehatan, dan warga tampak dalam praktik sehari-hari.






