Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Cegah Stunting dari Kehamilan: Posyandu Harus Menjangkau Keluarga

Cegah Stunting dari Kehamilan: Posyandu Harus Menjangkau Keluarga
Minat|Pengetahuan Parenting

Pencegahan dimulai sebelum kelahiran

Pencegahan stunting adalah upaya berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan anak melalui kesehatan ibu, pemenuhan gizi, pengasuhan yang baik, dan pemantauan sejak masa kehamilan hingga usia balita. Karena itu, menunggu anak lahir atau terlihat mengalami hambatan tumbuh bukan strategi yang memadai. Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menegaskan bahwa pencegahan stunting sejak kehamilan penting untuk mendukung kesehatan dan kualitas sumber daya manusia; penanganan tidak boleh baru dimulai setelah kelahiran. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada 1.000 hari pertama kehidupan, dari kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Pada 25 Oktober 2026, Deru menyampaikan pesan itu di hadapan sekitar 2.000 dokter anak dalam rangkaian pertemuan ilmiah IDAI di Palembang. Penekanannya tepat: keputusan tentang gizi, kesehatan ibu, dan akses layanan pada masa ini dapat membentuk fondasi tumbuh kembang anak. Program yang hanya mengejar penimbangan balita datang terlambat jika keluarga tidak lebih dulu mendapat pendampingan selama kehamilan.

Posyandu harus menjadi layanan yang dekat dan rutin

Posyandu dapat menjadi tulang punggung layanan karena berada dekat dengan keluarga, tetapi keberadaannya harus diikuti pelayanan yang konsisten, bukan sekadar kegiatan sesekali. Pemantauan pertumbuhan membantu deteksi dini stunting anak, sementara komunikasi dengan kader memberi ruang bagi orang tua untuk memahami kebutuhan gizi dan menindaklanjuti kekhawatiran. Di Sleman, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan pentingnya pemenuhan gizi keluarga dan pemantauan tumbuh kembang saat meresmikan Posyandu Lili serta Kebun Pangan Perempuan di Hargobinangun pada 21 Oktober 2026. Peresmian itu memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan juga telah mengaktifkan 600 posyandu hingga ke wilayah pelosok untuk memperluas layanan dasar, termasuk pemantauan anak dan pendampingan kesehatan ibu. Namun, ukuran keberhasilan bukan jumlah posyandu semata. Layanan perlu mudah diakses, kader mendapat dukungan, dan keluarga memperoleh edukasi gizi keluarga balita yang bisa diterapkan di rumah.

Cegah Stunting dari Kehamilan: Posyandu Harus Menjangkau Keluarga

Kolaborasi menghubungkan kesehatan dan pangan keluarga

Penyuluhan saja tidak cukup bila keluarga kesulitan menyediakan pangan bergizi atau tidak tahu kapan harus mencari bantuan. Karena itu, penguatan posyandu gizi perlu berjalan seiring dengan layanan tenaga kesehatan, dukungan kader, pemerintah lokal, dan ketahanan pangan keluarga. Harda menilai pencegahan stunting membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Pengembangan Kebun Pangan Perempuan di Hargobinangun menunjukkan bagaimana pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran dapat mendukung ketersediaan pangan keluarga. Di Sumatra Selatan, kolaborasi pemerintah dan tenaga kesehatan dikaitkan dengan penurunan angka stunting lebih dari 6 persen pada 2023; Deru juga berharap pertemuan ilmiah IDAI menghasilkan rekomendasi bagi kebijakan kesehatan ibu dan anak. Hasil tersebut layak menjadi dorongan, bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah daerah perlu menjaga keberlanjutan layanan dan menerjemahkan masukan dokter anak menjadi pendampingan yang menjangkau keluarga. Target penurunan stunting berarti membangun generasi sehat dan berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!