Ubah Nuansa Klasik Menjadi Gaya Santai
British style outfit adalah cara berpakaian yang mengambil inspirasi dari busana klasik Inggris dan gaya akademia, lalu memadukannya dengan siluet serta padu padan yang terasa nyaman untuk kegiatan sehari-hari. Kuncinya bukan meniru tampilan formal dari ujung kepala hingga kaki, melainkan memilih satu atau dua unsur khas—seperti motif kotak-kotak, kerah kemeja, atau sweater—lalu menyeimbangkannya dengan denim dan potongan sederhana. Koleksi UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026, yang bertema Stage Notes, memperlihatkan bagaimana karakter British dapat dipertemukan dengan siluet kontemporer. Diluncurkan pada 16 Oktober 2026, koleksi tersebut menghadirkan inspirasi styling dari Angga Yunanda, Clara Bernadeth, Shofia Shireen, Faishal Tanjung, dan Shani Indira. Hasilnya bisa rapi tanpa kaku: pilihan yang masuk akal untuk kuliah, hangout, bekerja, maupun akhir pekan.

Mainkan Warna, Jangan Takut pada Motif
Gaya preppy modern terasa lebih segar ketika warna dan motif klasik diberi pasangan yang tidak terduga. Clara Bernadeth, misalnya, memadukan rompi kasmir wol pink bermotif argyle dengan rok lipit cokelat tua. Kontrasnya tetap seimbang karena warna lembut bertemu warna gelap, sementara siluet rok mempertahankan kesan akademia. Untuk tampilan yang lebih berani, ia mengenakan gaun kemeja cokelat dan menyampirkan sweater merah terang di bahu. Kaos kaki bernuansa pink-merah serta boots hitam menyatukan warna sekaligus memberi sentuhan edgy. Cara menirunya sederhana: jadikan satu warna cerah sebagai aksen, lalu biarkan warna lain menjadi latar. Aksesori juga tidak perlu berlebihan; sepasang sepatu atau kaos kaki berwarna bisa menghidupkan outfit tanpa membuatnya ramai. Formula ini cocok saat ingin memakai pakaian klasik dengan karakter yang lebih personal.

Andalkan Sweater, Cardigan, dan Kemeja
Untuk fashion sehari-hari stylish, sweater bermotif sering kali sudah cukup menjadi pusat perhatian. Angga Yunanda memadukan sweater Fair Isle beige dengan kemeja putih dan jeans biru, sehingga motifnya menonjol tanpa bersaing dengan banyak elemen lain. Pilihan praktisnya adalah mempertahankan bawahan sederhana dan membiarkan kerah kemeja terlihat. Formula sweater cardigan kemeja juga bisa menghasilkan lapisan yang rapi tetapi tetap santai: gunakan cardigan warna netral di atas kemeja, lalu seimbangkan dengan chino atau jeans. Kemeja flanel pun tak harus berkesan terlalu kasual. Shani Indira memadukannya dengan rok lipit untuk nuansa feminin, sementara Angga mengenakan flanel sebagai luaran di atas sweater dan jeans. Pilih satu motif kotak-kotak sebagai fokus, kemudian gunakan atasan polos atau denim untuk menjaga tampilan tetap ringan. Padu padan ini pas untuk kuliah, hangout, dan aktivitas akhir pekan.

Jadikan Outerwear dan Aksesori sebagai Penentu
Outerwear adalah jalan tercepat untuk mengubah kombinasi dasar menjadi lebih khas. Shani Indira memilih jaket pendek padded warna wine di atas kemeja putih dan chino hitam; warna pekat memberi aksen pada palet monokrom, sedangkan bentuk jaket menghadirkan dimensi. Untuk suasana yang lebih kasual, jaket kotak-kotak bisa dipasangkan dengan kemeja putih dan jeans. Jangan lupakan aksesori: kaos kaki warna kontras, boots, atau detail kerah yang sengaja dibiarkan terlihat dapat membuat tampilan terasa dirancang, bukan sekadar berlapis. Namun, pilih satu titik perhatian agar outfit tetap enak dilihat. Pendekatan ini juga membuat pakaian yang sudah dimiliki terasa berbeda tanpa harus mengganti seluruh kombinasi. Intinya, preppy tidak harus berarti seragam rapi yang kaku. Dengan outerwear berkarakter dan aksesori terukur, gaya British bisa terasa kontemporer, menarik, dan tetap nyaman dipakai sehari-hari.






