Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Makassar dan Medan Uji Dua Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga

Makassar dan Medan Uji Dua Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga
Minat|Asia Tenggara

Dua jalur, satu masalah yang mendesak

Pengolahan sampah adalah rangkaian cara memilah dan memproses buangan agar volumenya berkurang serta material yang masih berguna dapat dimanfaatkan kembali. Perbedaan pendekatan Makassar dan Medan menunjukkan bahwa satu solusi tidak harus menangani semua jenis sampah: RDF menyasar bahan bakar untuk industri, sedangkan TEBA mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.

Di Makassar, Wali Kota Munafri Arifuddin bertemu jajaran Indocement pada 4 November 2026 untuk menindaklanjuti nota kesepahaman tentang pemanfaatan sampah melalui teknologi RDF. Penjajakan ini relevan karena pengolahan sampah menjadi energi listrik diperkirakan hanya dapat menangani 20 hingga 30 persen timbulan sampah. Waste-to-Fuel berpotensi melengkapi pilihan tersebut, bukan menggantikannya. Di Medan Deli, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen meninjau pembangunan TEBA pada 3 November 2026. Kedua inisiatif menawarkan manfaat nyata, tetapi berada pada skala dan tahap kesiapan berbeda.

RDF: kapasitas industri besar, kesiapan lokal masih bertahap

Skema sampah menjadi RDF mengolah sampah dengan memilah, mencacah, lalu memadatkannya menjadi bahan bakar alternatif pengganti sebagian batu bara. Indocement menyatakan fasilitas bahan bakar alternatif di pabrik Semen Bosowa Maros siap mendukung penjajakan kerja sama. Kapasitasnya mencapai 800 ton RDF per hari, setara perkiraan 2.000 hingga 2.500 ton sampah mentah, bergantung pada karakteristik sampah dan prosesnya. Angka itu menjanjikan, termasuk untuk mengolah timbunan lama melalui penambangan landfill di TPA Tamangapa.

Namun, kesiapan fasilitas di Maros bukan berarti sistem untuk Makassar langsung beroperasi. Pembangunan fasilitas pengolahan dan sarana pendukung diperkirakan memerlukan sekitar satu tahun atau lebih. Setelah RDF siap digunakan di pabrik, Indocement menyatakan akan membelinya. Model ini memberi pemerintah alternatif penanganan sekaligus menawarkan nilai ekonomi dan substitusi batu bara. Potensinya kuat, tetapi keberhasilannya bergantung pada persiapan fasilitas, mutu bahan baku, dan alur pengiriman.

TEBA: dekat dengan warga, fokus pada organik

Medan Deli mengambil jalur yang lebih dekat ke sumber sampah. Tujuh fasilitas TEBA telah berdiri di enam kelurahan untuk mengurai sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Beberapa unit berbasis tong plastik dinyatakan siap digunakan; salah satu lokasi di Tanjung Mulia siap menampung sampah organik warga. Warga menyambut fasilitas tersebut karena dapat membantu menekan volume sampah rumah tangga dan menyediakan kompos untuk tanaman.

Dibandingkan RDF, fasilitas TEBA lebih kecil skalanya dan hasilnya bukan bahan bakar industri. Justru kedekatan itu menjadi keunggulan: warga dapat memisahkan sampah organik di tingkat lingkungan, sementara fasilitas mengolahnya menjadi produk yang bisa digunakan kembali. Meski ada tantangan keterbatasan lahan, TEBA tetap didirikan di pekarangan warga. Model ini sudah menunjukkan kesiapan operasional pada sejumlah titik, tetapi dampaknya bergantung pada kebiasaan memilah serta perawatan fasilitas, yang menjadi tanggung jawab bersama.

Makassar dan Medan Uji Dua Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga

Bukan pilihan yang saling meniadakan

Perbandingan keduanya bukan soal menentukan satu pemenang. RDF cocok untuk mengalihkan sampah yang memenuhi kebutuhan bahan bakar industri dan berpotensi menangani timbunan lama, tetapi kerja sama di Makassar masih memerlukan tahap pembangunan. TEBA menargetkan sampah organik dari rumah tangga dan sudah siap menerima sampah di sejumlah lokasi, meski jangkauannya bersifat lingkungan. Karena fokusnya berbeda, keduanya dapat menjadi bagian dari pengolahan sampah berlapis: organik ditangani sedekat mungkin dengan warga, sementara material yang sesuai dapat masuk ke jalur RDF.

Keberhasilan tidak cukup diukur dari kapasitas pabrik atau jumlah fasilitas yang dibangun. Pemilahan sejak rumah, kepastian alur pengangkutan, mutu hasil olahan, dan perawatan tempat pengolahan akan menentukan apakah sampah benar-benar berkurang. Makassar perlu meneruskan penjajakan menuju fasilitas lokal dan rantai pasok yang siap; Medan perlu menjaga penggunaan TEBA agar tidak berhenti sebagai bangunan baru. Kesimpulannya, RDF menawarkan skala dan nilai bagi industri, sedangkan TEBA menghadirkan pengolahan organik yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kota membutuhkan keduanya jika ingin mengurangi beban sampah secara lebih menyeluruh.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!