Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tugu Titik Nol dan Ujian Nyata Pembangunan Perbatasan

Tugu Titik Nol dan Ujian Nyata Pembangunan Perbatasan
Minat|Asia Tenggara

Monumen yang Harus Terhubung dengan Kebutuhan Warga

Tugu Titik Nol Kilometer Selatan adalah monumen yang diupayakan di Kabupaten Rote Ndao untuk menandai titik tersebut, dengan rencana pembangunan yang dikaitkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga perbatasan. Karena itu, proyek ini patut dinilai bukan hanya dari bentuk tugu, melainkan juga dari manfaat pembangunan yang menyertainya. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Kepala BNPPDT Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau lokasi dan berdialog dengan warga untuk menghimpun aspirasi serta mengidentifikasi kebutuhan setempat. Ia menyatakan, “Mudah-mudahan nanti bersamaan dengan dibangunnya tugu ini, kita akan usahakan juga jalan, mungkin air bersih, dan lain sebagainya.” Pernyataan itu menetapkan ukuran keberhasilan yang lebih layak: monumen menjadi penanda perhatian pemerintah, tetapi jalan dan air bersihlah yang menentukan apakah perhatian tersebut terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Prioritas yang Lebih Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Aspirasi warga Rote Selatan memperlihatkan bahwa Rote Ndao infrastruktur bukan semata urusan bangunan besar. Warga menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan desa, alat pertanian, sumur bor, dan perluasan akses internet. Kebutuhan ini berhubungan langsung dengan mobilitas, kegiatan ekonomi, ketersediaan air, dan kemampuan warga mengakses informasi. Maruli juga menyoroti konektivitas antardesa, termasuk rencana Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Dodaek dan Desa Tebole. Ia meminta kebutuhan jembatan lain didata serta air bersih dipetakan agar dapat ditindaklanjuti. Pendekatan berbasis pendataan dan aspirasi warga lebih menjanjikan daripada menjadikan tugu sebagai satu-satunya wajah proyek. Namun, daftar kebutuhan hanya akan bermakna jika berujung pada urutan prioritas yang jelas: akses dasar yang paling mendesak perlu memperoleh perhatian seiring persiapan monumen.

Tenggat Awal 2027 Perlu Diikuti Tindak Lanjut

Maruli berharap pekerjaan tugu dapat dimulai pada triwulan pertama atau kedua 2027, bukan menyatakan bahwa proyek akan selesai pada tahun itu. Perbedaan ini penting: jadwal mulai merupakan harapan, sementara realisasi tetap bergantung pada tindak lanjut rencana dan kebutuhan yang sedang dipetakan. Dalam agenda BNPPDT pembangunan, kunjungan lapangan dan dialog warga memberi arah bagi strategi yang lebih luas untuk mengembangkan kawasan perbatasan dan daerah terpencil. Masukan masyarakat, menurut keterangan yang disampaikan, menjadi dasar penentuan prioritas untuk meningkatkan konektivitas, mendorong kegiatan ekonomi, dan memenuhi kebutuhan setempat. Maka, ukuran kemajuan seharusnya tidak berhenti pada dimulainya pembangunan tugu. Pemerintah perlu memastikan pemetaan jalan, jembatan, serta air bersih diteruskan menjadi pekerjaan yang dapat dirasakan warga. Tugu akan memperoleh arti kuat bila hadir bersama perbaikan akses dan layanan dasar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!