Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Siswi Penghafal Al-Qur’an, Dua Bentuk Perjuangan Pendidikan

Dua Siswi Penghafal Al-Qur’an, Dua Bentuk Perjuangan Pendidikan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Hafalan yang tumbuh bersama pendidikan

Siswi penghafal Al-Qur’an adalah pelajar yang menekuni hafalan kitab suci sambil memenuhi tuntutan belajar, sehingga ketekunan dan dukungan pendidikan sama-sama menentukan keberlanjutan perjuangannya. Kisah Najwa Syifa Nur Azizah dan Aulia Zaimatuz Zahro memperlihatkan dua jalur berbeda: satu berbuah prestasi lomba, satu lagi menunjukkan daya tahan di tengah kesulitan ekonomi. Najwa meraih juara II MTQ zona timur dan akan melaju ke MTQ Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, Aulia, siswi kelas XI MAN Sidoarjo, telah menghafal 12 juz Al-Qur’an. Capaian mereka patut diapresiasi, tetapi tidak seharusnya membuat beban yang mereka hadapi luput dari perhatian. Hafalan bukan kegiatan yang berdiri sendiri; ia berjalan di tengah jadwal pelajaran, tugas sekolah, dan kebutuhan keluarga. Karena itu, penghargaan atas prestasi perlu berjalan seiring dengan dukungan nyata agar pendidikan mereka tetap terjaga.

Najwa: ketekunan menuju panggung provinsi

Najwa mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 13 tahun, saat duduk di kelas VI SD, dan kini hafalannya telah sampai juz 19. Keberhasilannya meraih juara II MTQ zona timur bukan hasil persiapan sesaat: ia mulai berlatih sejak Juni, bekerja sama dengan rekan satu tim untuk mendalami materi, dan kini bersiap menghadapi MTQ Provinsi Jawa Timur. Namun, capaian ini hadir bersama tantangan yang akrab bagi banyak pelajar. Najwa mengaku sempat kesulitan membagi waktu antara sekolah dan hafalan, terutama ketika tugas mata pelajaran bertambah. Ia memanfaatkan waktu luang untuk menambah hafalan atau murajaah. Disiplin semacam itu layak dihargai, tetapi tidak semestinya menjadi alasan untuk menganggap beban pelajar sebagai urusan pribadi semata. Perjalanan Najwa menunjukkan bahwa prestasi MTQ lahir dari ketekunan sekaligus kemampuan menyusun waktu di tengah tuntutan pendidikan.

Aulia: menjaga hafalan di tengah kesulitan ekonomi

Bagi Aulia, tantangan menjaga pendidikan dan hafalan tidak hanya soal mengatur waktu. Ia berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi; ibunya bekerja sebagai tukang pijat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ayahnya mengalami gangguan psikologis berat dan tidak dapat bekerja. Di tengah keadaan itu, Aulia tetap belajar di MAN Sidoarjo dan mempertahankan hafalan 12 juz. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepadanya melalui pihak sekolah. Bantuan pendidikan siswi ini bernilai Rp 2,1 juta, setara pembayaran SPP selama enam bulan. Dampaknya konkret: bantuan tersebut meringankan beban keluarga dan membantu Aulia melanjutkan sekolah. Berbeda dari prestasi Najwa yang tampak melalui hasil lomba, dukungan bagi Aulia menjawab hambatan dasar agar proses belajar dan hafalannya dapat terus berjalan.

Prestasi perlu berjalan bersama dukungan

Kedua kisah ini memperlihatkan bahwa perjuangan siswi penghafal Al-Qur’an tidak memiliki satu bentuk. Najwa menapaki jalur kompetisi, dengan hafalan hingga juz 19 dan target berikutnya di MTQ tingkat provinsi. Aulia menjaga hafalan 12 juz sembari menghadapi tekanan ekonomi keluarga, sehingga bantuan sekolah menjadi penopang penting. Membandingkan keduanya bukan soal menentukan siapa lebih berhasil: capaian mereka berbeda, begitu pula hambatan dan kebutuhan dukungannya. Ketekunan pribadi memang penting, tetapi dukungan yang tepat membuat pendidikan tidak harus dikorbankan demi menghadapi kesulitan. Sekolah, keluarga, dan lembaga bantuan dapat berperan sesuai kebutuhan—mulai dari membantu pelajar mengelola beban belajar hingga meringankan biaya pendidikan. Kesimpulannya, prestasi hafalan dan keberlanjutan sekolah harus dipandang sebagai dua hal yang saling terkait. Menghargai usaha mereka berarti bukan hanya memuji hasil, melainkan juga memastikan jalan untuk terus belajar tetap terbuka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!