TDA 9.0: Dari Forum Komunitas ke Mesin Penggerak Ekonomi Daerah
TDA 9.0 adalah inisiatif komunitas Pengusaha Tangan Di Atas yang menjadikan Musyawarah Kerja Nasional sebagai mesin penggerak ekosistem bisnis regional, dengan cara menghubungkan pengusaha daerah, memperkuat kapasitas mereka, dan membuka akses pasar yang lebih luas melalui teknologi, jaringan lintas wilayah, serta program pembelajaran terstruktur.
MUKERNAS TDA 9.0 di Surabaya bukan sekadar agenda rutin organisasi; ia adalah pernyataan sikap bahwa pengusaha daerah naik kelas hanya mungkin jika ekosistemnya ikut ditata. Selama 13–15 Oktober, sekitar 500 pengurus dari 119 daerah berkumpul untuk membahas penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, dan perluasan pasar. Di tengah ekonomi yang tumbuh 5,29 persen pada triwulan II, forum ini mengirim pesan jelas: pertumbuhan makro harus diterjemahkan menjadi peluang konkret bagi pelaku usaha kecil dan menengah, bukan berhenti di angka statistik. Tanpa intervensi komunitas seperti ini, banyak pengusaha lokal akan tetap menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi.

Penguatan Kapasitas: Syarat Wajib Sebelum Bicara Skala dan Global
TDA menempatkan penguatan kapasitas pengusaha sebagai syarat wajib sebelum bicara ekspansi, apalagi akses pasar global UMKM. Melalui TDA Academy, pembelajaran manajemen, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, pengelolaan SDM, sistem bisnis, hingga kesiapan scale up disusun secara terstruktur dan aplikatif. Ini penting karena peluang pasar tidak otomatis berubah menjadi pertumbuhan jika kemampuan pengusahanya stagnan. Kutipan yang layak dicatat: “Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang.”
Di tingkat daerah, pengurus TDA didorong menjadi connector, facilitator, dan activator yang menjembatani kebutuhan pengusaha lokal dengan jaringan bisnis, pengetahuan, dan kemitraan yang lebih luas. Inilah inti ekosistem bisnis regional: bukan hanya soal event, tetapi arus informasi, akses, dan kolaborasi yang terus bergerak. Jika peran ini dijalankan konsisten, pengusaha daerah naik kelas bukan jargon, melainkan konsekuensi logis dari penguatan kapasitas yang berkelanjutan.
Dari Go Digital ke Go Produktif: Peran TDA One dan Transformasi Teknologi
Ledakan penggunaan teknologi—dari QRIS yang sudah menjangkau 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant, 96,68 persen di antaranya UMKM—menunjukkan bahwa ekonomi digital bukan lagi wacana. Namun TDA mengingatkan, digitalisasi yang berhenti di cara bayar hanyalah kosmetik. Teknologi harus mengantar pengusaha menuju Go Produktif dan Go Kompetitif, bukan sekadar Go Digital.
Di sinilah TDA One mengambil peran strategis. Sebagai platform konektivitas, TDA One dirancang untuk menghubungkan pengusaha dengan pengetahuan, kebutuhan bisnis, pasar, serta peluang kolaborasi lintas daerah. Dengan ekonomi tumbuh 5,29 persen, platform ini pada dasarnya adalah jembatan agar pertumbuhan makro mengalir menjadi order, kerja sama, dan jaringan baru bagi anggota komunitas. Jika dimanfaatkan serius, TDA One bisa menjadi tulang punggung akses pasar global UMKM, karena konektivitas adalah prasyarat sebelum melompat ke pasar internasional.
Ekosistem Bisnis Regional dan Peluang Inklusif bagi Pengusaha Perempuan
MUKERNAS TDA 9.0 menegaskan bahwa pengusaha tidak tumbuh sendirian; mereka butuh ekosistem bisnis regional yang mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Melalui jaringan antardaerah, TDA mendorong kerja sama bisnis, pertukaran pengetahuan, dan akses pasar dengan pemerintah, lembaga keuangan, korporasi, perguruan tinggi, dan penyedia teknologi. Dari pertemuan komunitas, diharapkan lahir kolaborasi yang memberi dampak nyata bagi usaha lokal.
Di sisi lain, agenda inklusif untuk pengusaha perempuan tidak boleh tertinggal. Wakil Menteri Perdagangan menegaskan pentingnya pembiayaan pengusaha perempuan, kolaborasi global, dan pemanfaatan teknologi digital agar mereka mampu bersaing di pasar internasional. Akses pembiayaan disebut berperan langsung dalam peningkatan kapasitas dan kualitas usaha. Jika pandangan ini dipadukan dengan jaringan TDA, perempuan pengusaha berpeluang lebih besar menembus akses pasar global UMKM. Forum seperti IWBF 2026 pun didorong menjadi media membangun jejaring dan saling mendukung antar pelaku usaha perempuan.

Apa Langkah Berikutnya bagi Pengusaha Daerah?
Setelah MUKERNAS usai, tantangan sesungguhnya baru dimulai. TDA sudah menyiapkan tiga pilar: pengembangan kapasitas melalui TDA Academy, konektivitas lewat TDA One, dan peran aktif pengurus daerah sebagai penghubung ekosistem. Dengan kombinasi ini, komunitas berharap semakin banyak pelaku usaha lokal mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan membangun kemitraan jangka panjang.
Bagi pengusaha, pesan praktisnya jelas. Pertama, jadikan peningkatan kapasitas sebagai investasi utama, bukan sekadar tambahan. Kedua, gunakan teknologi bukan hanya untuk transaksi, tetapi untuk manajemen, pemasaran, dan ekspansi pasar. Ketiga, manfaatkan jaringan—baik TDA maupun forum seperti IWBF—untuk memperkuat akses pembiayaan dan pasar global, terutama bagi perempuan pengusaha. Jika langkah-langkah ini diambil secara konsisten, ekosistem yang dibangun TDA 9.0 berpotensi menjadi salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.







