Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Saat Runway Menyuarakan Harapan dan Krisis Alam

Saat Runway Menyuarakan Harapan dan Krisis Alam
Minat|Pertunjukan Busana

Runway sebagai ruang untuk menyampaikan perubahan

Peragaan busana sosial adalah pertunjukan mode yang memakai busana, pilihan model, dan suasana panggung untuk membawa pesan tentang kehidupan bersama, bukan semata-mata memperkenalkan rancangan. Dua peragaan pada akhir Oktober menunjukkan bahwa runway dapat memberi wajah pada perjuangan penyintas sekaligus memperlihatkan ancaman terhadap alam. Fashion for Hope digelar desainer Surabaya Erawardhani Krisdayanti, yang dikenal sebagai Era Krisna, bersama Yayasan Kanker Indonesia di Surabaya pada 30 Oktober 2026. Beberapa hari sebelumnya, KALLArona menghadirkan koleksi Rona Nusantara di Jakarta Fashion Week 2027, pada 26 Oktober 2026. Perbedaan pendekatan keduanya patut diperhatikan: yang satu menempatkan penyintas sebagai pusat cerita, sementara yang lain membuat dampak karhutla terbaca melalui simbol visual. Keduanya menunjukkan bahwa fashion show sosial bisa melampaui hiburan, asalkan pesan tidak berhenti sebagai hiasan panggung.

Fashion for Hope: kepercayaan diri sebagai pesan utama

Fashion for Hope mengajak 10 penyintas kanker payudara mengenakan rancangan Era Krisna dalam peragaan bertema “Together For a Brighter Tomorrow”. Acara itu menjadi bagian dari kampanye Bulan Peduli Kanker Payudara dan menggabungkan diskusi kesehatan, peragaan busana, serta kegiatan amal; total 200 peserta mengikuti rangkaian tersebut. Dari 25 koleksi yang ditampilkan, 10 busana dikenakan penyintas dari komunitas RRS Surabaya dan Camar Sidoarjo, sedangkan 15 lainnya diperagakan model profesional. Susunan ini penting: penyintas tidak hanya menjadi penerima dukungan, tetapi hadir sebagai pelaku yang terlihat dan percaya diri. Era berharap acara tersebut membantu mereka merasa didukung dan tidak menjalani perjuangan sendirian. Lima busana juga diperkenalkan sebagai peluncuran awal sebelum direncanakan tampil di Jakarta.

Kekuatan peragaan ini ada pada kehadiran orang-orang yang kisahnya menjadi inti pesan. Busana etnik dan bergaya modern memberi panggung, tetapi langkah para penyintaslah yang mengubahnya menjadi pernyataan tentang martabat dan optimisme. Pendekatan itu terasa lebih dekat daripada kampanye yang hanya meminta penonton bersimpati: publik melihat para penyintas sebagai individu dengan keberanian dan agensi, bukan semata-mata sebagai pasien.

KALLArona JFW: karhutla diterjemahkan menjadi simbol

Dalam peragaan KALLArona JFW, pesan lingkungan dibangun terutama lewat rancangan dan tata panggung. Koleksi Rona Nusantara terdiri atas 12 tampilan dan mengangkat karhutla yang berdampak di Kalimantan, Papua, hingga Sumatera, sekaligus menegaskan penggunaan bahan ramah lingkungan. Sebelum model pertama melangkah, video hutan terbakar, tanah yang rusak, dan satwa terdampak membuka pertunjukan. Seluruh model kemudian mengenakan masker respirator seperti milik petugas pemadam, dihiasi dedaunan, lumut, dan bunga sebagai gambaran hutan yang terbakar. Pergeseran warna dari biru pastel ke kuning, persik, terakota, dan marun memperlihatkan perubahan alam dari langit cerah menuju suasana yang diselimuti asap. Lilitan pada sepatu hak transparan menyiratkan warga dan ekosistem yang terbelenggu oleh asap.

Alih-alih meminta penonton mengikuti kisah seorang individu, KALLArona menyusun narasi visual yang membawa mereka melewati kerusakan menuju harapan. Dua tampilan cerah menutup pertunjukan sebagai lambang alam yang diharapkan pulih. Namun, simbol di runway baru efektif jika berlanjut menjadi perhatian dan tindakan di luar panggung. Nilai fashion peduli lingkungan di sini bukan hanya terletak pada bunga tiga dimensi atau bahan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga pada kemampuannya mengingatkan penonton bahwa karhutla menahan langkah manusia dan merusak habitat.

Saat Runway Menyuarakan Harapan dan Krisis Alam

Dua bahasa mode, satu tuntutan agar pesan berlanjut

Kedua peragaan membuktikan bahwa partisipasi model dan desain dapat menyampaikan pesan dengan cara berbeda. Fashion for Hope memberi ruang langsung kepada penyintas: tubuh dan kehadiran mereka menepis gambaran bahwa penyakit harus membuat seseorang menghilang dari ruang publik. KALLArona menggunakan seluruh jajaran model sebagai pembawa simbol, sementara masker, palet warna, dan detail busana menggambarkan bencana yang kerap terasa jauh sampai kabut asap menyentuh kehidupan sehari-hari. Yang pertama bertumpu pada kehadiran manusia; yang kedua merangkai metafora visual tentang manusia, satwa, dan ekosistem. Perbandingan ini memperlihatkan kekuatan runway, tetapi juga batasnya: perhatian sesaat tidak sama dengan dukungan berkelanjutan bagi penyintas atau perlindungan hutan. Karena itu, ukuran keberhasilan fashion show sosial bukan hanya tepuk tangan, melainkan apakah pesannya mendorong percakapan dan kepedulian setelah lampu panggung padam.

Saat Runway Menyuarakan Harapan dan Krisis Alam

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!