Ketika Hijab Mengambil Panggung Utama
Modest fashion runway adalah panggung mode yang mengutamakan busana tertutup, elegan, dan beretika, yang memadukan nilai kesopanan dengan estetika haute couture, sehingga hijab dan siluet longgar dapat hadir sebagai pusat perhatian tanpa kehilangan sentuhan glamor dan profesional. Di titik inilah penampilan berhijab Sabrina Chairunnisa di New York Fashion Week menjadi pernyataan yang lebih besar daripada sekadar momen cantik di runway. Eks istri Deddy Corbuzier ini pertama kali debut di NYFW pada 19 Februari 2026 sebagai muse pembuka kolaborasi Modest Now X Muslimi. Ia kembali melenggang pada 9 September 2026, kali ini bukan dengan gaya terbuka yang selama ini identik dengannya, melainkan dengan hijab dan busana tertutup yang langsung memancing sorotan publik.

Serba Putih, Detail Payet, dan Redefinisi Busana Tertutup Mewah
Koleksi SS 2027 modest Modest Now berani mengambil risiko: serba putih, tertutup, tetapi tetap berkelas. Pada peragaan di Manhattan, 9 September 2026, Sabrina dipercaya menjadi muse untuk koleksi Spring/Summer 2027 yang menghadirkan setelan putih berstruktur tegas namun longgar. Jaket cropped berpotongan pendek dengan detail sequin atau payet membuat busana tertutup mewah ini berkilau di bawah sorotan lampu runway. Dipadukan dengan celana kulot high-waist berpotongan kaki lebar rancangan Vita Bayu Putri dan X Adith dari koleksi ‘Fatimah’, siluet modest tampil modern tanpa kehilangan fungsinya sebagai penutup tubuh. Pernyataan yang layak dikutip dari momen ini adalah: “Keseluruhan outfit serba putih ini berhasil menampilkan kesan modern tanpa menghilangkan gaya busana modest.”

Hijab, Riasan Natural, dan Politik Visual di Runway Internasional
Fokus penampilan Sabrina bukan sekadar busana, tetapi cara hijab dan riasannya mengonfirmasi bahwa modest fashion bisa sehalus haute couture. Hijab putih segi empat ditata rapi, dililit ke belakang leher, sengaja dibuat simpel agar mata penonton tidak berpindah dari detail payet di jaket dan ritme kain kulot yang jatuh elegan. Riasan natural dengan base flawless, blush lembut, dan lipstik coral atau nude menjaga kesan segar tanpa berlebihan. Sentuhan maskara putih pada bulu mata menjadi aksen avant-garde yang menegaskan bahwa busana tertutup bukan berarti kehilangan ruang untuk eksplorasi estetika. Di sini, hijab New York Fashion Week tampil bukan sebagai aksesori tambahan, melainkan elemen utama komposisi visual yang mengubah cara publik memandang gaya muslim di panggung global.

Dari Pinggir ke Tengah: Modest Fashion dan Luxury Brands
Keputusan rumah mode Modest Now menjadikan Sabrina sebagai muse dalam dua musim berturut-turut menunjukkan bahwa modest fashion tidak lagi berdiri di pinggir, melainkan bergerak ke tengah percakapan luxury. Ketika hijab dan busana tertutup mewah muncul di salah satu panggung mode paling bergengsi di dunia, pesan yang tersirat jelas: estetika sopan adalah pasar dan wacana yang serius. Langkah Sabrina di runway membawa warna baru bagi perkembangan busana muslim dan membuktikan bahwa desain modest mampu bersaing di kancah fashion global. Penampilan yang dipuji netizen, sampai ada yang mengaku sempat tak mengenalinya, mengisyaratkan transformasi personal sekaligus kultural. Menurut saya, setiap langkah muse berhijab di panggung seperti ini adalah bentuk “perundingan visual” yang pelan-pelan memaksa haute couture dan luxury brands untuk mengakui keberadaan, nilai, dan kekuatan pasar modest fashion.

Kesimpulan: Elegansi Baru yang Tak Lagi Minta Izin
Momen hijab New York Fashion Week yang dibawa Sabrina Chairunnisa untuk koleksi SS 2027 modest bukan sekadar pencapaian individual; ini adalah deklarasi bahwa elegansi tidak punya satu wajah saja. Busana tertutup mewah dengan detail payet padat, hijab minimalis, dan riasan natural membentuk narasi baru: modest fashion runway dapat menjadi pusat inovasi dan bukan alternatif kelas dua. Kehadirannya “menjadi wujud kebanggaan bagi industri fashion tanah air” dan sekaligus menegaskan bahwa kemewahan bisa bersandar pada nilai kesopanan tanpa kehilangan daya pikat. Pada akhirnya, penampilan seperti ini mengirim pesan lantang kepada dunia mode: hijab dan modest fashion tidak lagi minta izin untuk berada di panggung utama; mereka sudah mengambil tempatnya, dan tampaknya tidak akan pergi.







