VAIA Memadukan Ketegasan dan Feminitas
Fashion pemberdayaan perempuan adalah pendekatan berpakaian yang memberi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan jati diri, memilih cara tampil sendiri, dan menolak anggapan bahwa hanya ada satu standar feminitas. Di Jakarta Fashion Week 2027, VAIA menerjemahkan gagasan itu lewat Femme Alignée, koleksi yang menandai babak baru bagi label tersebut sekaligus merayakan sembilan tahun perjalanannya bersama perempuan Indonesia. Untuk pertama kalinya, VAIA menyatukan busana dan alas kaki dalam pendekatan dari kepala hingga kaki, setelah sebelumnya dikenal lewat produk alas kaki. Ini langkah yang masuk akal: sepatu dan pakaian bisa membentuk satu karakter, bukan sekadar menjadi elemen yang berdiri sendiri. Koleksi ini merangkai potongan terstruktur dan unsur feminin tanpa membuat power dressing perempuan terasa kaku. “Kami tidak ingin menentukan seperti apa seharusnya seorang perempuan terlihat atau bermimpi,” kata pendiri VAIA, Fanie Balqis. Pesannya terasa lebih kuat karena ketegasan dan kelembutan tidak diposisikan sebagai pilihan yang saling meniadakan.

SAEYA Mengajak Perempuan Merayakan Keunikan
SAEYA memilih titik berangkat yang lebih personal: mencintai diri sendiri sebagai seni. Fashion house di bawah naungan Modinity itu debut melalui presentasi “Chapter I — The Beginning” di Jakarta Fashion Week 2027, Pondok Indah Mall 3, pada 28 Oktober 2026. Koleksi perdananya menggabungkan motif orisinal, warna, karakter kontemporer, dan siluet elegan; motif menjadi medium untuk menunjukkan selera serta kepribadian, bukan sekadar hiasan. Filosofi “Loving Yourself Is an Art” mengingatkan bahwa rasa percaya diri tak harus datang dari mengikuti satu standar gaya. Pilihan untuk mengenakan busana sesuai karakter sendiri juga merupakan bentuk penerimaan diri. Pendekatan ini memberi daya tarik praktis: ragam motif dan siluet membuka ruang bagi pemakainya untuk bereksperimen tanpa harus kehilangan kenyamanan menjadi diri sendiri. Bagi Modinity, SAEYA sekaligus melengkapi portofolio dan menjadi bagian dari ambisi menjangkau pasar lebih luas. Namun, yang membuat debut ini menarik di runway adalah pesan personalnya, bukan semata statusnya sebagai label baru.

Runway yang Mengutamakan Pilihan, Bukan Standar
Bersama-sama, VAIA dan SAEYA menunjukkan bahwa koleksi Jakarta Fashion Week 2027 dapat menyampaikan gagasan sosial tanpa mengorbankan estetika. VAIA berbicara lewat busana terstruktur yang memadukan ketegasan dan feminitas; SAEYA menggunakan motif serta warna untuk mengangkat ekspresi personal. Keduanya menggeser fokus dari pertanyaan “apa yang seharusnya dikenakan perempuan?” ke pilihan yang lebih relevan: pakaian seperti apa yang membuat seseorang merasa paling menjadi dirinya sendiri. Itu membuat fashion pemberdayaan perempuan terasa lebih nyata daripada slogan—ia hadir dalam cara koleksi memberi ruang bagi karakter yang berbeda. SAEYA menyatakan aspirasinya untuk tumbuh dari Indonesia dan menjangkau perempuan di berbagai negara. Sementara itu, langkah VAIA memperluas karya dari alas kaki ke busana menunjukkan upaya membangun bahasa gaya yang lebih menyeluruh. Kesimpulannya, nilai runway ini bukan keseragaman tren, melainkan kebebasan untuk tampil tegas, feminin, ekspresif, atau memadukan semuanya.






