Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Motor Guru Diduga Dicuri di Sekolah, Motor Karyawan Raib Saat Bekerja

Motor Guru Diduga Dicuri di Sekolah, Motor Karyawan Raib Saat Bekerja
Minat|Keamanan Pintar

Dua lingkungan, pola risiko yang serupa

Pencurian motor di lingkungan sekolah dan tempat kerja adalah kejahatan yang memanfaatkan celah pengawasan ketika pemilik sedang sibuk atau merasa kendaraannya aman. Dua kasus di Purwakarta dan Kelapa Gading memperlihatkan bahwa aktivitas sehari-hari—mengajar, mengantar urusan keluarga, atau melayani pelanggan—dapat membuat motor luput dari perhatian.

Di SD Negeri 2 Cimahi, Purwakarta, seorang pria berinisial F (50), yang datang untuk menjenguk anaknya, diduga membawa motor milik seorang guru. Di Kelapa Gading, motor karyawan perusahaan alat kesehatan Fitri Amalia (29) dicuri dua orang saat ia bekerja dan melayani pelanggan. Kedua kejadian ini bukan alasan untuk menyalahkan korban; yang tampak justru perlunya kebiasaan pengamanan dan pengawasan parkir yang tidak bergantung pada asumsi bahwa lingkungan sekolah atau kantor pasti aman.

Motor guru hilang saat hendak pulang

Kasus curanmor di sekolah itu terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Honda Vario 2013 milik guru tersebut hilang dari area parkir ketika ia hendak pulang setelah selesai mengajar. Kerugian korban diperkirakan sekitar Rp 5 juta. Polisi menyebut F datang ke sekolah untuk menjenguk anaknya, tetapi anak itu disebut tidak bersedia menemuinya. Saat hendak pergi, F diduga melihat motor terparkir dengan kunci masih menempel—celah yang membuat pencurian motor guru dapat berlangsung tanpa perlu memaksa kendaraan.

Polisi menangkap F di depan sebuah gerai di kawasan Sadang dan mengamankan Honda Vario yang diduga milik korban, beserta STNK, kunci, dan BPKB. F kini menjalani proses hukum di Polsek Campaka. Penyidik menjeratnya dengan Pasal 476 KUHP, yang memuat ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun. Penangkapan dan proses hukum memberi tindak lanjut atas kasus ini, tetapi pencegahan sehari-hari tetap penting: kunci kendaraan harus dicabut dan motor dikunci setiap kali ditinggalkan.

Motor karyawan hilang saat pelanggan dilayani

Di Jalan Boulevard Kelapa Gading, motor karyawan hilang ketika Fitri sibuk melayani pelanggan pada pagi hari. Ia baru menyadari kendaraannya tidak ada sekitar pukul 10.30 WIB, setelah semula mengira motor dipinjam rekan kerja. Rekaman CCTV dari lokasi kerja tidak memperlihatkan dengan jelas ke mana motor dibawa, tetapi rekaman dari kantor di sebelah menunjukkan dua terduga pelaku datang dengan satu motor.

Menurut rekaman itu, satu orang turun untuk mengamati keadaan sementara rekannya menunggu di atas motor. Mereka diduga memanfaatkan area parkir yang tidak terlihat langsung dari kasir; setelah situasi dinilai aman, salah satunya diduga memakai kunci tertentu untuk membawa kendaraan. Aksi yang cepat ini memperlihatkan sisi lain pencurian motor tempat kerja: pemilik bisa berada dekat, tetapi perhatian yang tersita oleh pekerjaan membuat pencurian tidak segera diketahui. CCTV membantu menelusuri kejadian, namun tidak selalu merekam seluruh rangkaian dengan jelas.

Keamanan tidak boleh bergantung pada rasa aman

Kedua kasus menunjukkan bahwa tempat yang akrab bukan berarti bebas risiko. Di sekolah, kunci yang tertinggal di kendaraan diduga membuka kesempatan; di tempat kerja, parkir yang tersembunyi dari pandangan kasir memberi ruang bagi pelaku untuk mengamati situasi. Perbedaannya penting: pengamanan bukan semata tanggung jawab pemilik motor, tetapi juga perlu didukung tata parkir yang terlihat, pengawasan yang memadai, dan kebiasaan kerja yang tidak membiarkan kendaraan tanpa perlindungan.

Langkah paling praktis tetap sederhana: cabut kunci, kunci setang atau pengaman tambahan, dan pilih tempat parkir yang mudah diawasi. Pengelola sekolah maupun tempat kerja dapat meninjau titik buta serta memastikan rekaman kamera mencakup area kendaraan. Imbauan polisi agar kendaraan dikunci dan kunci tidak dibiarkan menempel patut diperlakukan sebagai kebiasaan wajib, bukan formalitas. Pada akhirnya, motor guru dicuri dan motor karyawan hilang dalam situasi berbeda, tetapi pesannya sama: rasa aman tanpa pengamanan nyata memberi peluang yang tak perlu kepada pelaku.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!