Rekaman CCTV Memunculkan Dugaan Keterkaitan
Pencurian motor Mojokerto adalah rangkaian kehilangan sepeda motor di wilayah Mojokerto yang kini diselidiki, termasuk dua kejadian terpisah dengan korban keluarga berbeda dan dugaan kemiripan pelaku berdasarkan rekaman CCTV. Dua keluarga kehilangan motor dalam peristiwa berbeda: Honda PCX hitam bernomor H 6248 BXD milik Achmad Nadhiri dan Honda Stylo hitam keluaran 2026 tanpa pelat nomor milik Adelia Novita. Kedua korban membandingkan rekaman kamera pengawas dan mendapati kemiripan helm, jaket, serta sepatu orang yang diduga terlibat. Itu petunjuk yang layak ditindaklanjuti, tetapi belum cukup untuk memastikan pencurinya sama; kesimpulan tersebut harus menunggu penyelidikan kepolisian.
Achmad melaporkan kehilangan PCX ke Polsek Jetis pada 29 September 2026. Motor itu raib dari garasi rumahnya di Perumahan Jetis Permai. Pagi harinya, ia mendapati pintu rumah sulit dibuka karena diduga diganjal dari luar dengan benda menyerupai besi. Rekaman CCTV tetangga, menurut Achmad, memperlihatkan dua orang: satu mengendarai motor dan satu lagi mendorong motor korban. Mereka juga sempat berhenti dan mengamati rumah lain. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keamanan rumah tidak berhenti pada kunci pagar: akses dan keadaan pintu patut diperiksa, terutama ketika penghuni beristirahat.
Motor Adelia, Honda Stylo hitam baru yang dibeli pada 19 September 2026, hilang sekitar pukul 02.40 pada 1 Oktober. Di rumah saat itu ada kerabat yang tidur, sementara gerbang tidak dikunci setelah ada pesan agar kepulangan seorang karyawan tidak mengganggu penghuni. Adelia melaporkan pencurian tersebut ke Polres Mojokerto Kota pada 7 Oktober. CCTV rumah memperlihatkan dua orang berboncengan dengan Honda PCX yang diduga terlibat; laporan menyebut ciri jaket, helm, celana, dan sepatu mereka. Kedua keluarga berharap polisi mengidentifikasi pihak yang terlibat dan menemukan kembali motor mereka.

Kasus Kos Menambah Peringatan soal Modus
Kasus lain di Kota Mojokerto memperlihatkan modus pencuri motor yang lebih mengandalkan penyamaran ketimbang menyelinap diam-diam. Pada Selasa, 27 Oktober 2026, Honda Beat hitam bernomor AG 2582 EDJ milik Rivan Dea Nova Putra hilang dari Wisma Kos Kedungturi ketika suasana lokasi lengang. Motor diketahui raib sekitar pukul 08.20, saat Rivan hendak berangkat bekerja. Rekaman CCTV menunjukkan dua orang masuk dengan berpura-pura sebagai penghuni dan berusaha membaur, termasuk menyapa penghuni kos yang lewat. Sikap akrab itu bukan bukti identitas mereka, tetapi memperlihatkan bagaimana pelaku diduga mengurangi kecurigaan sebelum mendekati sasaran.
Menurut pengelola kos, salah satu orang mendekati motor yang terparkir tanpa kunci setang, sementara rekannya lebih dulu meninggalkan lokasi dengan sepeda motor yang mereka bawa. Kontak kendaraan diduga dirusak menggunakan kunci T, lalu motor dibawa kabur. Kasus ini mengingatkan penghuni kos agar tidak menganggap orang yang tampak akrab otomatis berhak berada di area parkir. Mengunci setang dan memperhatikan akses masuk merupakan langkah sederhana, meski tentu tidak menjamin pencurian dapat dicegah.
CCTV pencurian motor penting karena dapat merekam urutan kejadian, pakaian, kendaraan, serta cara orang masuk dan keluar. Namun, gambar yang gelap atau tidak tajam dapat menyulitkan identifikasi; rekaman adalah petunjuk penyelidikan, bukan putusan tentang siapa pelakunya. Dalam kasus PCX dan Stylo, kemiripan ciri maupun kendaraan yang disebut korban perlu diuji dan dikonfirmasi polisi. Rekaman dari kasus kos juga diharapkan membantu mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Sementara itu, kaitan antara dua pencurian yang menimpa Achmad dan Adelia masih harus dipastikan melalui penyelidikan.

Petunjuk Harus Berujung pada Penyelidikan
Tiga kejadian ini memperlihatkan bahwa modus pencuri motor dapat berbeda: dugaan mengganjal pintu rumah, mengambil kendaraan dari halaman, atau menyamar sebagai penghuni kos sebelum merusak kontak dengan kunci T. Kesamaan ciri dalam dua kasus pertama memberi alasan untuk memeriksa kemungkinan hubungan, tetapi tidak membenarkannya sebagai fakta sebelum polisi mengonfirmasi. Begitu pula, rekaman dari kos dapat membantu memperjelas peran masing-masing orang, bukan menggantikan pemeriksaan dan penyelidikan.
Yang paling mendesak adalah menindaklanjuti laporan korban, memeriksa rekaman secara cermat, dan menelusuri kendaraan yang digunakan dalam setiap kejadian. Bagi warga, kasus-kasus ini menjadi alasan untuk mengunci kendaraan dan menjaga akses rumah maupun kos, tanpa menyalahkan korban atas kelengahan yang diduga terjadi. CCTV memberi arah penting bagi pencarian, tetapi hasilnya bergantung pada tindak lanjut yang teliti. Sampai ada kepastian dari kepolisian, dugaan pelaku yang sama tetaplah dugaan; tujuan akhirnya harus jelas, yakni mengungkap pelaku dan mengupayakan motor korban kembali.









