Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa Malaysia Berpeluang Menjadi Negara Kaya Berikutnya?

Mengapa Malaysia Berpeluang Menjadi Negara Kaya Berikutnya?
Minat|Asia Tenggara

Peluang Malaysia di tengah tantangan Asia

Negara berpendapatan tinggi adalah kelompok ekonomi dengan tingkat pendapatan nasional per kapita yang mencapai ambang tertentu, dan status ini mencerminkan kemampuan menciptakan kemakmuran secara berkelanjutan. Mantan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai Asia masih kesulitan menambah jumlah negara dalam kelompok tersebut, sementara Malaysia menjadi kandidat ASEAN yang paling dekat untuk mencapainya dalam beberapa tahun ke depan. Penilaian itu penting, tetapi bukan jaminan: ekonomi Malaysia tetap perlu menjaga produktivitas dan meningkatkan nilai tambah agar kemajuan pendapatan tidak berhenti pada pertumbuhan sesaat. Bagi kawasan, keberhasilan Malaysia akan menjadi bukti bahwa negara Asia Tenggara dapat menembus batas pembangunan yang selama ini hanya dicapai segelintir ekonomi di Asia.

Bambang juga melihat Asia tertinggal dari Eropa Tengah dan Timur dalam transformasi ekonomi. Menurutnya, dorongan Uni Eropa di kawasan tersebut mencakup dukungan kebijakan dan ekonomi sekaligus industrialisasi. Pengalaman itu menawarkan pelajaran: perubahan struktural tidak cukup mengandalkan strategi nasional tanpa dukungan yang konsisten bagi sektor produktif. Malaysia mungkin paling dekat, tetapi pencapaian status negara berpendapatan tinggi akan bergantung pada kemampuannya mengubah kedekatan itu menjadi kenaikan produktivitas dan nilai tambah yang bertahan lama.

Dari manufaktur menuju nilai tambah lebih besar

Manufaktur dan ekspor tetap penting bagi pertumbuhan Asia; keduanya pernah menopang kemajuan Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah ekonomi kawasan. Namun mengulang pola lama tanpa memperbaruinya bukan strategi yang memadai. Bambang menekankan perlunya memperkuat adaptasi teknologi dan inovasi agar produksi menghasilkan nilai tambah lebih tinggi. Itu berarti daya saing tak cukup diukur dari banyaknya barang yang dibuat atau dikirim ke luar negeri. Yang lebih menentukan ialah kemampuan perusahaan dan sektor ekonomi meningkatkan produktivitas, mengembangkan proses baru, serta menghasilkan produk dan jasa yang lebih bernilai.

Arah tersebut berlaku lintas sektor, bukan hanya untuk pabrik. Bambang menilai teknologi dapat menaikkan nilai tambah di manufaktur, pertanian, dan jasa, sedangkan kecerdasan buatan berpotensi ikut menentukan daya saing di masa mendatang. Karena itu, ekonomi Malaysia perlu dinilai bukan hanya dari pertumbuhan saat ini, tetapi juga dari kemampuannya menyerap teknologi ke dalam kegiatan produksi. Tanpa pembaruan tersebut, ekspor dan manufaktur berisiko mempertahankan pertumbuhan tanpa mendorong lompatan produktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai pendapatan tinggi.

Investasi riset menjadi ujian berikutnya

Teknologi dan inovasi tidak tumbuh hanya dari ambisi. Keduanya membutuhkan investasi penelitian dan pengembangan yang konsisten, sekaligus kemampuan menerapkan hasil riset ke dalam kegiatan ekonomi. Perbandingan yang disampaikan Bambang memperlihatkan besarnya jarak: investasi riset Korea Selatan sekitar 5,3% dari PDB, Singapura sekitar 1,5%, sedangkan Indonesia sekitar 0,3%. Angka-angka ini bukan ukuran langsung bagi peluang Malaysia, tetapi menunjukkan betapa pentingnya dukungan riset bagi daya saing ekonomi.

Bagi Malaysia, status negara berpendapatan tinggi akan lebih meyakinkan jika pertumbuhan ditopang oleh peningkatan kemampuan teknologi, bukan hanya oleh perluasan produksi. Bagi Asia secara lebih luas, penilaian Bambang menyoroti pekerjaan yang belum selesai: membangun model pertumbuhan baru, memperkuat industrialisasi, dan mengarahkan riset pada nilai ekonomi yang lebih besar. Kesimpulannya, Malaysia memang berada di posisi yang menjanjikan, tetapi teknologi dan inovasi akan menjadi penentu apakah peluang itu berubah menjadi kemajuan yang berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!