Perempuan Perlu Berada di Pusat Keputusan AI
Kepemimpinan perempuan AI adalah keterlibatan perempuan dalam menentukan arah, prioritas, dan penerapan kecerdasan buatan agar inovasi teknologi mencerminkan beragam kebutuhan dan memperkuat transformasi organisasi. Di TelkomGroup, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan disebut menjadi elemen kunci percepatan transformasi perusahaan, sementara keberagaman perspektif turut memperkaya keputusan dan mendorong inovasi solusi AI. Ini bukan sekadar perkara representasi: ketika teknologi membentuk ulang industri, keputusan yang dibuat oleh kelompok yang lebih beragam berpeluang melihat masalah dan peluang dari lebih banyak sudut. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa perempuan kini tampil di barisan terdepan dalam mendorong penerapan AI. Pengalamannya sebagai mantan CEO AirAsia Indonesia, ketika ia menjadi satu-satunya perempuan yang memimpin maskapai di Tanah Air, memberi bobot pada pandangannya tentang kepemimpinan di sektor yang lama didominasi laki-laki.
Sisterhood Mengubah Keterwakilan Menjadi Pengaruh
Peluang dari AI tidak akan otomatis menghapus hambatan bagi perempuan. Karena itu, Veranita mendorong solidaritas antarsesama perempuan agar keterwakilan di industri ICT meningkat dan berujung pada pengaruh nyata dalam pengambilan keputusan. Gagasan sisterhood industri teknologi penting karena dukungan sejawat dapat membuka ruang untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan mendorong lebih banyak perempuan mengambil peran manajerial. Namun, solidaritas saja tidak cukup: perusahaan juga perlu memberi akses yang adil terhadap tanggung jawab, sumber daya, dan posisi strategis. Veranita turut mendirikan gerakan HeForShe Indonesia, yang mengajak laki-laki mendukung kesetaraan gender di tempat kerja; inisiatif itu merangkul sekitar 100.000 pekerja dan mendapat apresiasi dari UN Women serta Rework. Perpaduan antara dukungan lintas gender dan sesama perempuan memberi dasar lebih kuat bagi transformasi digital perempuan. Perspektif yang beragam, jika hadir dalam keputusan nyata, dapat membantu membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Bali Tech Week sebagai Ruang Kolaborasi dan Kedaulatan
Bali Tech Week 2026 menunjukkan bagaimana forum industri dapat menghubungkan kepemimpinan perempuan dengan agenda yang lebih luas: kedaulatan teknologi nasional. Dalam sesi Women Tech Founder, Tea Talk with Minister pada 19 Oktober di Denpasar, Veranita, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Komisaris Independen Telkom Ira Noviarti dan Rofikoh Rokhim, serta pemimpin perempuan sektor digital membahas kepemimpinan, kolaborasi, dan kapabilitas teknologi. Berlangsung pada 19–23 Oktober, acara itu menghadirkan 13 program teknologi dan lebih dari 5.000 delegasi dari puluhan negara. Veranita juga memperkenalkan Telkom Solution, penyedia solusi digital B2B yang memadukan konektivitas, layanan ICT, dan AI. TelkomGroup menyatakan pengembangan kapabilitasnya bertumpu pada tiga pilar: infrastruktur digital berdaulat, kecerdasan dan dampak berdaulat, serta kepercayaan dan ketahanan berdaulat. Inovasi ICT Indonesia akan lebih bermakna jika kepemimpinan perempuan ikut menentukan cara teknologi dikembangkan dan digunakan. Kedaulatan teknologi membutuhkan infrastruktur, kemampuan, dan keputusan yang berpihak pada kebutuhan industri serta masyarakat.






