Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengatasi DOMS Setelah Olahraga: 6 Strategi Pemulihan Otot yang Terbukti Efektif

Mengatasi DOMS Setelah Olahraga: 6 Strategi Pemulihan Otot yang Terbukti Efektif
Minat|Olahraga untuk Kesehatan

DOMS: Pegal yang Tertunda, Bukan Tanda Harus Menyerah Berolahraga

DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness adalah rasa nyeri, pegal, dan kaku pada otot yang muncul 1–2 hari setelah latihan, terutama setelah gerakan eksentrik seperti turun tangga atau squat, ketika serat otot memanjang sambil berkontraksi dan mengalami kerusakan mikro yang memicu peradangan serta adaptasi otot.

Pandangan paling keliru tentang mengatasi DOMS otot adalah mengira semua rasa sakit berarti cedera dan harus berhenti total. Nyeri DOMS sendiri biasanya tidak berbahaya dan justru menandakan otot sedang beradaptasi menjadi lebih kuat. Tantangannya, rasa pegal bisa cukup mengganggu dan menggoyahkan niat latihan berikutnya.

Di sinilah strategi recovery fitness menjadi penentu. Alih-alih pasrah, kamu perlu pemulihan setelah olahraga yang terstruktur: teknik aktif, nutrisi yang tepat, dan pengaturan beban latihan. Dengan memahami bahwa DOMS berbeda dari cedera serius, kamu bisa lebih tenang membedakan pegal otot efektif dari sinyal bahaya yang butuh bantuan medis.

Strategi 1–2: Kompres Hangat dan Pendinginan yang Benar

Langkah pertama mengatasi DOMS otot di rumah adalah kompres air hangat pada area yang nyeri. Panas meningkatkan sirkulasi darah dan fleksibilitas jaringan otot di area tersebut, sehingga otot lebih rileks dan proses pemulihan berjalan lebih cepat. Cukup gunakan handuk hangat, heating pad, atau botol berisi air hangat selama 15–20 menit di bagian otot yang paling sakit.

Penting: hindari kompres es untuk DOMS, karena metode dingin lebih cocok untuk nyeri yang muncul langsung setelah cedera akut, bukan nyeri yang terlambat seperti DOMS. Kesalahan pemilihan suhu bisa membuat pegal berkepanjangan.

Strategi kedua adalah selalu melakukan pendinginan setelah olahraga. Pendinginan 5–10 menit membantu menurunkan detak jantung dan suhu tubuh secara bertahap, melancarkan sirkulasi, dan membantu pembuangan sisa metabolisme di otot. Lanjutkan dengan stretching statis 20–30 detik per otot yang dilatih untuk menekan risiko DOMS yang berat esok harinya.

Mengatasi DOMS Setelah Olahraga: 6 Strategi Pemulihan Otot yang Terbukti Efektif

Strategi 3–4: Active Recovery dan Manajemen Beban Latihan

Salah satu miskonsepsi terbesar saat tubuh pegal adalah langsung istirahat total berhari-hari. Padahal, salah satu cara paling efektif mengatasi DOMS otot adalah active recovery: gerak ringan yang mendorong aliran darah tanpa menambah stres pada otot. Gerakan seperti jalan santai 10–20 menit, bersepeda santai, atau yoga ringan membantu oksigen dan nutrisi lebih cepat sampai ke area otot yang sedang diperbaiki.

Active recovery bersifat ringan dan menenangkan, bukan latihan balasan yang lebih keras. Saat pegal otot efektif muncul, kurangi durasi dan intensitas latihan beban atau latihan lari selama 1–2 hari setelah sesi berat yang memicu DOMS. Jika ingin tetap latihan, fokuskan pada bagian tubuh lain yang tidak terdampak, sehingga progres tetap jalan tanpa memaksa otot yang sedang memulih.

Ingat, strategi recovery fitness tidak hanya soal apa yang kamu lakukan di hari tanpa latihan, tetapi juga bagaimana kamu mengatur volume dan frekuensi latihan agar tubuh sempat beradaptasi.

Strategi 5–6: Nutrisi, Hidrasi, dan Mengenali Tanda Bahaya

Pemulihan setelah olahraga tidak akan optimal tanpa nutrisi dan cairan yang cukup. Nutrisi yang tepat berperan penting dalam mempercepat pemulihan DOMS. Setelah latihan, konsumsi makanan bergizi untuk mendukung perbaikan otot, dan pastikan asupan cairan cukup karena keringat menguras cairan dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur suhu dan fungsi otot.

Menggigil setelah olahraga sering membingungkan, terutama jika ruangan tidak dingin. Kondisi ini dapat disebabkan penurunan suhu tubuh yang cepat, dehidrasi, kelelahan otot, atau gula darah rendah, dan umumnya mereda dengan pendinginan yang tepat, cairan, serta makanan bergizi. Di sini, pendinginan dan pengaturan pakaian (ganti baju basah) penting agar suhu tubuh turun perlahan, bukan mendadak.

Namun ada batasnya: "Meski menggigil setelah olahraga sering kali normal dan sementara, ada kondisi yang membutuhkan perhatian medis". Jika menggigil disertai demam atau nyeri dada, segera konsultasikan ke tenaga medis. Ini membantu membedakan pegal dan respons normal dari sinyal cedera atau masalah kesehatan yang lebih serius.

Merangkai Protokol Recovery: Kunci Konsistensi Latihan Jangka Panjang

Mengatasi DOMS otot tidak bisa mengandalkan satu trik saja. Kuncinya adalah protokol yang konsisten: kompres hangat, pendinginan, active recovery, penyesuaian beban latihan, dan dukungan nutrisi serta hidrasi. Kombinasi ini menjadikan pegal otot efektif sebagai bagian terencana dari proses adaptasi, bukan alasan berhenti.

Untuk membantu memantau beban latihan dan proses pemulihan, kamu bisa menggunakan perangkat seperti smartwatch yang mampu mengevaluasi training stress, status sistem saraf, dan kesiapan fisik. Data ini memudahkanmu menyeimbangkan pushing dan resting, sehingga strategi recovery fitness semakin terukur.

Pada akhirnya, pemahaman tentang DOMS dan respons tubuh lain seperti menggigil membuatmu lebih percaya diri membedakan rasa tidak nyaman yang normal dari tanda bahaya. Semakin baik kamu mengelola pemulihan setelah olahraga, semakin besar peluangmu untuk konsisten berlatih dan merasakan hasil jangka panjang yang kamu cari.

Mengatasi DOMS Setelah Olahraga: 6 Strategi Pemulihan Otot yang Terbukti Efektif

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!