Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pendidikan Adab, Bukan Sekadar Pelengkap Raport Anak

Pendidikan Adab, Bukan Sekadar Pelengkap Raport Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Adab sebagai Fondasi, Bukan Hiasan di Pinggir Kurikulum

Pendidikan adab anak adalah proses sadar dan berkelanjutan untuk menanamkan tata krama, etika, akhlak, dan kebiasaan baik dalam sikap, ucapan, serta tindakan anak, agar ia mampu hidup bermanfaat, dihormati, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat modern yang penuh tantangan dan godaan sosial.

Pesan inilah yang ditegaskan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Pondok Pesantren Terpadu Daarul Mubtadi-in, Desa Gandasari, Kecamatan Jayanti, Sabtu, 5 September 2026. Dalam pandangannya, pembentukan karakter generasi muda tidak bisa hanya diserahkan pada nilai ujian dan rangking kelas. Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan adab dalam pembentukan karakter generasi muda, karena kepintaran tanpa adab yang baik tidak akan cukup untuk membentuk pribadi yang mampu diterima dan memberi manfaat di tengah masyarakat. Anak pintar yang miskin adab pada akhirnya menjadi sumber masalah baru, bukan solusi bagi lingkungannya.

Pendidikan Adab, Bukan Sekadar Pelengkap Raport Anak

Kecerdasan Tanpa Moral: Resep Pasti untuk Krisis Sosial

Obsesif mengejar prestasi akademik sambil menomorduakan pendidikan moral dan akhlak adalah kesalahan strategis yang mahal. Wabup Intan menegaskan bahwa pembentukan dan penguatan adab, akhlak, dan moral harus berjalan seiring dengan perkembangan kecerdasan intelektual. Pernyataannya tajam: anak siapa pun boleh saja pintar, tetapi adab harus lebih diutamakan; jika adab baik, di mana pun ditempatkan, ia akan diterima di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar nasihat religius, melainkan logika sosial yang konkret: jabatan tinggi tanpa adab membuat seseorang sulit dihormati, bahkan ditolak lingkungannya.

Di tengah perkembangan teknologi yang kian cepat, kemampuan berpikir kritis, mengakses informasi, dan menguasai gawai sudah menjadi hal biasa. Namun tanpa pendidikan moral dan akhlak yang kuat, kecanggihan ini mudah berubah menjadi senjata yang melukai orang lain—dari ujaran kebencian hingga penipuan digital. Di sinilah pendidikan adab anak seharusnya tidak diperlakukan sebagai mata pelajaran pinggiran, melainkan sebagai pilar utama pembentukan karakter generasi muda yang resilient dan tetap waras di tengah hiruk-pikuk dunia maya.

Pendidikan Adab, Bukan Sekadar Pelengkap Raport Anak

Pesantren, Sekolah, dan Keluarga: Tiga Kaki Meja Karakter

Membangun pembentukan karakter generasi muda tidak mungkin diserahkan hanya pada satu lembaga. Wabup Intan mengapresiasi peran pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa, karena pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, moral, kedisiplinan, dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama ketika perkembangan teknologi bergerak semakin cepat.

Namun pesantren tidak boleh dibiarkan bekerja sendirian. Intan mendorong keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, ulama, dan masyarakat memperkuat kerja sama dalam membangun generasi yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual. Di rumah, orang tua adalah guru pertama adab: cara berbicara, menyelesaikan konflik, hingga penggunaan gawai menjadi kurikulum tak tertulis. Di sekolah formal, guru semestinya menilai karakter setara penting dengan nilai kognitif. Pemerintah dan tokoh agama memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan dan keteladanan mereka selaras dengan tujuan pendidikan adab anak, bukan malah mengirim pesan yang saling bertentangan.

Mengapa Pendekatan Holistik Bukan Lagi Opsi, Melainkan Keharusan

Realitas sosial hari ini menuntut pendekatan holistik: pendidikan formal harus menyatu dengan pembinaan karakter, bukan berdiri di dua dunia yang saling asing. Wabup Intan menegaskan bahwa adab, akhlak, dan moral yang baik merupakan landasan penting dalam kehidupan, dan harus berjalan seiring dengan perkembangan kecerdasan intelektual. Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, pendidikan karakter dan spiritual menjadi semakin penting. Tanpa integrasi itu, kita melahirkan generasi yang lihai mengerjakan soal tetapi gagap ketika berhadapan dengan godaan kekuasaan, materi, dan pergaulan sosial yang berisiko.

Intan berharap lembaga pendidikan dan keluarga terus memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter generasi muda, agar anak-anak dipersiapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral yang kokoh. Ia mengajak sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, kiai, ulama, lembaga pendidikan Islam—khususnya pesantren—untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, religius, dan berdaya saing. Pernyataan ini seharusnya dibaca sebagai agenda bersama: jika pendidikan adab anak kita abaikan hari ini, konsekuensinya bukan hanya pada masa depan individu, tetapi juga pada kualitas kehidupan sosial secara keseluruhan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!