Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Konferensi Digital Asia Pasifik Menempatkan Hub Ekosistem Global

Konferensi Digital Asia Pasifik Menempatkan Hub Ekosistem Global
Minat|Asia Tenggara

BATIC: Definisi Baru Konferensi Digital Asia Pasifik

Konferensi digital Asia Pasifik adalah forum lintas negara yang mempertemukan pelaku telekomunikasi, teknologi, dan pembuat kebijakan untuk membahas konektivitas, komputasi awan, kecerdasan buatan, serta strategi transformasi ekonomi digital secara terintegrasi demi membentuk ekosistem digital global yang saling terhubung dan saling menguatkan. BATIC sebagai konferensi digital Asia Pasifik bukan sekadar ajang temu bisnis, melainkan pernyataan politik teknologi: pusat gravitasi ekonomi digital sedang bergeser ke kawasan ini. Diselenggarakan di Bali pada 24 hingga 28 Agustus 2026, Bali Annual Telkom International Conference mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di 67 negara, dengan lebih dari 4.500 pertemuan bisnis selama acara berlangsung. Angka ini menunjukkan satu hal: siapa pun yang ingin relevan di ekosistem digital global, tidak bisa mengabaikan forum ini.

Konferensi Digital Asia Pasifik Menempatkan Hub Ekosistem Global

Konektivitas, Cloud, dan AI: Tiga Pilar Kepemimpinan Digital Regional

BATIC menegaskan bahwa kepemimpinan digital regional tidak lahir dari satu teknologi tunggal, melainkan dari integrasi konektivitas, cloud, dan AI. Dalam keynote “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth”, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menekankan perlunya jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan infrastruktur digital untuk membuka peluang pertumbuhan baru. Ini bukan wacana abstrak; diskusi konkret menyentuh investasi fiber darat dan laut, evolusi jaringan optik, dan kebutuhan energi untuk infrastruktur berbasis AI. Sejalan dengan tema besar konferensi, adopsi AI di skala enterprise dan bagaimana menerjemahkannya menjadi nilai bisnis terukur menjadi fokus utama. Sementara itu, pembahasan hari kedua mengarahkan sorotan ke peran cloud dan AI dalam pertumbuhan ekonomi digital Asia Pasifik, termasuk perkembangan data center, konektivitas, dan cloud di era AI yang mendorong lonjakan kebutuhan layanan kawasan.

Dari Forum Regional ke Ekosistem Digital Global

Jika banyak konferensi berhenti pada pertukaran kartu nama, BATIC memilih jalur berbeda: membangun ekosistem digital global yang nyata. Forum ini menjadi wadah untuk memperluas kolaborasi sekaligus mempertemukan pelaku industri telekomunikasi dan teknologi dari berbagai negara. CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menilai BATIC berperan strategis dalam memperkuat konektivitas dan integrasi digital di kawasan Asia Pasifik, serta membuka peluang baru bagi perkembangan ekosistem digital regional. Di luar sesi utama, Leadership Summit tertutup yang digelar Telin bersama GLF mempertemukan eksekutif C-level untuk membahas investasi, rantai pasok, kolaborasi ekosistem, dan kebutuhan energi bagi infrastruktur AI. Rangkaian diskusi mengenai data center, konektivitas, cloud, dan tren seperti Bring Your Own IP Address mencerminkan kebutuhan industri yang dinamis sekaligus mengukuhkan BATIC sebagai ruang serius untuk bertukar perspektif, membuka kemitraan, dan memicu inovasi kawasan.

Kolaborasi Cloud–AI dan Peran Negara dalam Ekosistem

Kolaborasi cloud AI di BATIC tidak dibicarakan sebagai tren, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi baru. Pembahasan menggarisbawahi bagaimana adopsi AI di level enterprise harus dikaitkan dengan nilai bisnis yang terukur, bukan sekadar percobaan teknologi. Memasuki hari kedua, fokus bergeser ke bagaimana cloud dan AI membentuk ulang ekonomi digital Asia Pasifik, dari arsitektur data center hingga strategi konektivitas yang mampu memenuhi lonjakan permintaan layanan di era AI. Pada sesi Ministerial Keynote, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menegaskan bahwa masa depan digital harus dibangun di atas inovasi, infrastruktur, dan kepercayaan; ekosistem digital perlu kuat, aman, dan inklusif, dengan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Pesan tersiratnya jelas: tanpa tata kelola yang tepercaya, kolaborasi cloud–AI berisiko menjadi proyek elitis yang kehilangan legitimasi sosial.

Penghargaan Business Impact dan Penguatan Telkom Solution

Kepemimpinan digital regional tidak hanya ditentukan di panggung konferensi, tetapi juga di medan bisnis. Telkom Solution meraih penghargaan Business Impact & Industry Growth 2026 dari Kabar Group Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan layanan AI dan ekosistem B2B ICT nasional. Penilaian didasarkan pada riset independen yang dilakukan LPPM Universitas Hasanuddin dan DIRBT Universitas Indonesia, mencakup layanan mulai dari konektivitas, keamanan siber, cloud, data center, hingga solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Penghargaan ini memperlihatkan bahwa ekosistem B2B ICT tidak lagi sekadar penyedia infrastruktur, melainkan enabler yang diukur dari dampak bisnis pelanggan. Sejalan dengan itu, Telkom melalui strategi TLKM 30 menargetkan transformasi dari sekadar connectivity menuju infrastructure dan intelligence untuk menjadi digital telco kelas dunia, dengan empat pilar: operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

Kesimpulan: Asia Pasifik sebagai Laboratorium Masa Depan Digital

BATIC menunjukkan bahwa konferensi digital Asia Pasifik telah bertransformasi menjadi laboratorium masa depan digital: tempat konektivitas, cloud, dan AI diuji dalam skala ekosistem, bukan per proyek. Dengan lebih dari 2.700 delegasi global dan ribuan pertemuan bisnis, konferensi ini memposisikan kawasan sebagai hub ekosistem digital global, bukan sekadar pasar pengguna. Di sisi lain, penguatan peran Telkom Solution melalui penghargaan Business Impact & Industry Growth 2026 membuktikan bahwa narasi kepemimpinan digital harus didukung rekam jejak layanan nyata di ekosistem B2B ICT. Pesannya tegas: siapa pun yang ingin memimpin ekonomi digital tidak cukup membangun teknologi; mereka harus menenun kolaborasi, menegakkan kepercayaan, dan menghubungkan setiap lapis ekosistem. Asia Pasifik, melalui forum seperti BATIC, menunjukkan bahwa skenario itu bukan utopia, melainkan strategi yang sedang dijalankan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!