Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sisi Gelap Pernikahan Selebriti dalam Dalam Suka dan Dusta

Sisi Gelap Pernikahan Selebriti dalam Dalam Suka dan Dusta
Minat|Drama Jepang

Pernikahan Selebriti yang Tampak Sempurna, Tapi Penuh Luka

“Dalam Suka dan Dusta” adalah serial drama iQIYI tentang pasangan selebriti yang terlihat sebagai couple goals di depan kamera, namun diam-diam menyimpan pernikahan rapuh yang dipenuhi perselingkuhan, manipulasi, dan keputusan ekstrem seperti open marriage demi mempertahankan citra glamor yang dikonsumsi publik sebagai ilusi romantis modern. Serial ini tayang mulai 25 September dengan 10 episode, satu episode baru setiap Jumat secara eksklusif di platform tersebut. Keputusan kreatif mengangkat tema drama pernikahan selebriti yang penuh intrik terasa jelas: alih-alih memanjakan fantasi penggemar, cerita menantang kita mempertanyakan obsesi terhadap hubungan para figur publik. Menyaksikan Acha Septriasa dan Darius Sinathrya menelanjangi dinamika toksik Duta–Citra menghadirkan tamparan halus terhadap budaya penggemar yang gemar mengidolakan kemasan tanpa peduli isi.

Duta dan Citra: Ketika Couple Goals Berubah Jadi Studi Kasus Toxic Relationship

Inti daya gedor Dalam Suka dan Dusta terletak pada betapa beraninya serial ini menjadikan pasangan utama bukan panutan, melainkan peringatan. Duta, yang diperankan Darius Sinathrya, tampil sebagai selebritas yang di depan publik tampak seperti suami idaman, namun nyatanya bukan “green flag” sama sekali. Dua episode pertama memperlihatkan bagaimana ia melakukan gaslighting, manipulasi, dan guilt-tripping terhadap Citra hingga sang istri terus merasa bersalah dan mempertanyakan dirinya sendiri. Sementara itu, Citra yang diperankan Acha Septriasa harus menimbang pernikahan, anak, keluarga, dan karier di tengah sorotan tajam media dan gosip yang mengancam citranya sebagai artis papan atas. Yang menarik, konflik mereka tidak berhenti pada perselingkuhan; keputusan menjalani open marriage demi citra pasangan selebriti justru mengacaukan segalanya, menjadikan hubungan mereka potret telanjang kompromi yang kelewatan.

Open Marriage sebagai Tema Tabu: Hiburan atau Cermin Sosial?

Pilihan menjadikan open marriage sebagai titik sentral drama pernikahan selebriti ini bukan sekadar gimmick. Head of Original Content Indonesia iQIYI menyebut konsep open marriage masih tabu dan kerap dihindari dalam percakapan, meski fenomenanya hadir dalam dinamika hubungan masyarakat modern. Dengan menempatkan tema tersebut di tengah sorotan budaya selebriti, serial drama iQIYI Original ini seakan berkata: kita suka mengintip sisi gelap hubungan orang terkenal, tapi enggan mengakui kompleksitas moral di baliknya. Duta dan Citra memutuskan membuka pernikahan setelah perselingkuhan terungkap, demi mempertahankan keluarga dan citra di depan publik. Keputusan yang terdengar “dewasa” itu lantas berubah jadi sumber keterpurukan baru, memperlihatkan bahwa kompromi tanpa pemulihan emosional hanya memindahkan luka, bukan menyembuhkannya.

Denis dan Vania: Lapisan Pengkhianatan yang Menggoyang Narasi

Serial Dalam Suka dan Dusta tidak berhenti pada retaknya rumah tangga Duta dan Citra; hadir pula Denis dan Vania yang menambah kusut jaringan pengkhianatan. Denis, diperankan Ciccio Manassero, muncul sebagai sosok lebih muda yang memberi Citra ruang aman untuk didengar tanpa dihakimi. Di permukaan, ia tampak suportif dan “green flag”, namun sang aktor menegaskan bahwa karakter Denis menyimpan banyak layer yang sulit dipahami dan baru akan terkuak seiring episode berjalan. Artinya, penonton tak diberi kemewahan tokoh yang sepenuhnya putih atau hitam. Di sisi lain, Vania yang dimainkan Shania Gracia hadir sebagai figur ambisius yang ingin memiliki sepenuhnya orang yang ia cintai. Ketika karakter-karakter ini saling beririsan, pernikahan Duta–Citra berubah menjadi arena perebutan kuasa, di mana cinta, karier, dan ego saling menelikung.

Aktor, Proses Kreatif, dan Mengapa Serial Ini Layak Disimak

Daya tarik lain dari Dalam Suka dan Dusta adalah keseriusan para aktor membedah karakter yang moralnya abu-abu. Dari hari pertama syuting, Acha Septriasa dan Darius Sinathrya mendalami latar belakang serta perjalanan Duta dan Citra agar memahami alasan di balik setiap keputusan toksik yang diambil pasangan selebritas ini. Acha menyebut Citra sebagai karakter kompleks yang keputusannya mungkin sulit dipahami penonton, sehingga tantangan terbesarnya adalah memahami sang tokoh tanpa menghakimi. Darius, sebaliknya, mengaku menikmati memerankan Duta yang ia sendiri anggap “brengsek”, karena peran itu memaksanya berhadapan dengan sisi gelap yang jauh dari pribadinya. Ditambah proses kreatif serial yang berkembang layer demi layer, bukan sekaligus seperti film, hasilnya adalah narasi yang pelan-pelan mengubah cara penonton melihat setiap karakter hingga sebuah peristiwa besar menguji simpati kita. Dengan 10 episode yang akan bergulir, serial drama iQIYI ini tampak siap menjadi bahan obrolan panas tentang batas kompromi dalam pernikahan dan budaya mengidolakan pasangan selebriti.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!