Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa Rabies Membuat Penderitanya Takut Air? Kenali Gejala dan Perlindungannya

Mengapa Rabies Membuat Penderitanya Takut Air? Kenali Gejala dan Perlindungannya
Minat|Perawatan Hewan Peliharaan

Hidrofobia adalah gejala neurologis rabies

Rabies adalah penyakit akibat virus yang menular melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi dan dapat berakibat fatal ketika menyerang sistem saraf pusat hingga gejala klinis muncul. Karena itu, ketakutan terhadap air pada penderita rabies stadium lanjut bukan tanda gangguan jiwa, melainkan gejala neurologis yang perlu dipahami sebagai sinyal penyakit serius. Virus rabies yang masuk lewat luka dapat bergerak menuju otak dan memicu ensefalitis, yaitu peradangan otak. Peradangan ini mengacaukan sinyal saraf sehingga rangsangan seperti air atau hembusan angin dapat dipersepsikan sebagai ancaman dan memicu kejang otot. Inilah penjelasan medis di balik hidrofobia rabies dan aerofobia. Menganggapnya sebagai persoalan kejiwaan berisiko mengalihkan perhatian dari penyebab sebenarnya: infeksi yang menyerang sistem saraf dan memerlukan penanganan segera.

Mengapa air dan angin memicu kejang?

Pada rabies stadium lanjut, penderita dapat mengalami ketakutan ekstrem terhadap air maupun hembusan udara. Namun, istilah hidrofobia dapat menyesatkan jika dimaknai sebagai rasa takut psikologis biasa. Pada kondisi ini, kerusakan saraf mengganggu fungsi menelan; saat melihat atau mencoba meminum air, otot tenggorokan dapat mengalami spasme atau kejang. Gangguan pada sistem saraf juga membuat rangsangan ringan, termasuk angin, terasa mengancam dan dapat memicu kejang otot. Jadi, gejala rabies tersebut bukan pilihan atau perilaku yang disengaja oleh pasien. Hidrofobia dan aerofobia adalah dampak langsung infeksi pada otak dan saraf, bukan diagnosis gangguan jiwa. Karena rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul, jangan menunggu tanda-tanda ini untuk bertindak setelah seseorang digigit atau dicakar hewan yang dicurigai terinfeksi.

Tiga langkah pencegahan untuk manusia dan hewan

Pencegahan rabies perlu dimulai sebelum terjadi paparan. Kementerian Kesehatan mengingatkan tiga langkah yang praktis dan saling melengkapi: melindungi hewan peliharaan, menghindari risiko dari hewan liar, dan menjaga lingkungan.

  1. Vaksinasi hewan peliharaan secara rutin, terutama anjing dan kucing, untuk melindungi mereka sekaligus membantu memutus rantai penularan kepada manusia.
  2. Jangan mengganggu atau mendekati anjing liar. Jika menemukan anjing yang agresif atau tampak galak, laporkan kepada petugas terkait.
  3. Jaga kebersihan lingkungan agar tidak mengundang hewan liar yang berpotensi membawa rabies.

Ketiga langkah ini bukan pengganti penanganan setelah paparan, melainkan cara mengurangi peluang terjadinya kontak berisiko. Pemilik hewan berperan langsung dengan memastikan vaksinasi rutin, sementara warga sebaiknya menjaga jarak dan tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang menunjukkan perilaku agresif.

Jika tergigit atau tercakar, jangan menunggu gejala

Virus rabies terdapat dalam air liur hewan terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, serta jilatan pada kulit yang terluka atau selaput lendir seperti mata dan mulut. Karena itu, gigitan hewan rabies atau hewan yang dicurigai terinfeksi harus dianggap serius meski luka terlihat kecil dan orang yang terpapar belum merasa sakit. Segera cuci luka dengan sabun atau deterjen di bawah air mengalir selama 15 menit, lalu berikan antiseptik bila tersedia dan datangi puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan. Tenaga kesehatan akan menilai kebutuhan Vaksin Antirabies atau Serum Antirabies berdasarkan kondisi dan tingkat paparan. Penanganan cepat setelah gigitan dapat mencegah penyakit berkembang; menunggu munculnya hidrofobia atau gejala saraf lain berarti kehilangan waktu yang penting.

Kesimpulannya, takut air pada rabies bukan gangguan jiwa, melainkan akibat infeksi yang merusak sistem saraf dan mengganggu fungsi menelan. Lindungi hewan dengan vaksinasi, hindari anjing liar, jaga lingkungan, dan segera cuci serta periksakan setiap luka gigitan atau cakaran yang berisiko. Dalam menghadapi rabies, pencegahan dan tindakan dini jauh lebih penting daripada menunggu gejala.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!