Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Osteoporosis Tanpa Gejala: Kenali Tanda Samar dan Deteksi Dini

Osteoporosis Tanpa Gejala: Kenali Tanda Samar dan Deteksi Dini
Minat|Gaya Hidup Sehat

Mengapa osteoporosis disebut penyakit silent disease

Osteoporosis adalah kondisi ketika massa dan kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah, sering kali tanpa keluhan yang dapat dikenali sebelum kerusakan terjadi. Sebutan penyakit silent disease bukan alasan untuk menunggu gejala: seseorang bisa tetap beraktivitas seperti biasa meski kepadatan tulangnya mulai berkurang. Banyak orang baru menyadari masalah setelah mengalami patah tulang, sehingga mengandalkan rasa sakit sebagai peringatan saja berisiko terlambat. Osteoporosis juga bukan semata masalah usia senja. Pada perempuan, risiko perlu mulai diperhatikan sejak usia 40-an, ketika perubahan menuju menopause dapat memengaruhi perlindungan hormon estrogen. Menurut dr. Jocelyn Wittstein, rata-rata perempuan kehilangan 10 persen kepadatan tulang sejak dua tahun sebelum menopause hingga sekitar satu dekade sesudahnya. Karena itu, osteoporosis deteksi dini lebih masuk akal daripada menunggu patah tulang menjadi alarm pertama.

Tanda samar yang patut diperhatikan sejak usia 40-an

Mengenali tanda osteoporosis usia 40 berarti memperhatikan perubahan yang mudah dianggap wajar, bukan mendiagnosis diri sendiri. Tinggi badan yang berkurang atau postur yang makin membungkuk dapat berkaitan dengan ruas tulang belakang yang terkompresi atau mengalami patah. Nyeri punggung yang baru muncul juga layak diperiksa, terutama bila disertai perubahan postur atau tinggi badan; gejala tersebut bukan bukti pasti osteoporosis dan perlu dinilai tenaga medis. Patah tulang setelah jatuh ringan—misalnya pada pergelangan tangan, bahu, pinggul, atau tulang belakang—juga patut menjadi alasan untuk berkonsultasi. Jangan menunggu sampai perubahan makin jelas. Catat perubahan tinggi badan atau postur dan sampaikan kepada dokter, khususnya jika ada riwayat patah tulang, kondisi medis tertentu, atau penggunaan obat jangka panjang yang dapat memengaruhi tulang.

DEXA membantu menemukan kepadatan tulang rendah

Pemeriksaan tulang rapuh tidak seharusnya dilakukan hanya setelah tulang patah. Pemeriksaan kepadatan tulang dapat menemukan penurunan massa yang perlu ditangani, sementara DEXA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menilai osteoporosis. DEXA memakai sinar-X dosis rendah untuk mengukur kepadatan mineral tulang, umumnya pada panggul dan tulang belakang, serta dapat mencakup pergelangan tangan. Pasien berbaring saat pemindaian; hasil pengukuran kemudian dibaca dan dinilai oleh dokter. Pemeriksaan umumnya direkomendasikan bagi perempuan berusia 65 tahun ke atas dan laki-laki berusia 70 tahun ke atas, tetapi faktor risiko atau kondisi medis tertentu dapat menjadi alasan untuk memeriksakan diri lebih awal. Jika tinggi badan menyusut atau punggung makin membungkuk, konsultasi membantu menentukan penyebab dan kebutuhan pemeriksaan. Deteksi dini juga membuka kesempatan untuk mencegah atau mengelola penurunan tulang lewat olahraga rutin, asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, serta arahan dokter.

Osteoporosis Tanpa Gejala: Kenali Tanda Samar dan Deteksi Dini

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!