Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tabebuya dan Tugu Baru, Dua Proyek yang Mengubah Wajah Jalan Kota

Tabebuya dan Tugu Baru, Dua Proyek yang Mengubah Wajah Jalan Kota
Minat|Asia Tenggara

Ruang jalan sebagai ruang kota

Penataan ruang kota di koridor jalan adalah upaya mengatur median, vegetasi, dan ruang publik agar perjalanan sehari-hari lebih tertib sekaligus membuat lingkungan perkotaan lebih nyaman dipandang. Dua proyek di Palembang dan Pekanbaru memperlihatkan pendekatan berbeda terhadap tujuan itu: Palembang membenahi median jalan Palembang dengan tanaman, sedangkan Pekanbaru menyiapkan taman dan tugu di simpang yang sibuk.

Palembang mengalokasikan sekitar Rp25,1 miliar dari APBD 2026 untuk empat paket penataan median taman di sejumlah ruas utama. Rencana tersebut mencakup penanaman pohon Tabebuya, tetapi juga menata kembali vegetasi yang sudah ada agar lebih rapi. Ini pilihan yang lebih masuk akal daripada menjadikan penghijauan sekadar dekorasi baru: pohon lama akan dipertahankan, dipangkas, atau dipindahkan bila memungkinkan, sementara penebangan hanya dipertimbangkan untuk pohon mati atau yang bukan pohon pelindung.

Palembang memilih pembenahan median

Empat paket pekerjaan menyasar Simpang Polda–BAM Masjid Agung, Jalan Jenderal Ahmad Yani–DI Panjaitan, Simpang Polda–Simpang Bandara Mas di Jalan Kolonel H Burlian, serta Jalan Rasyid Siddiq–Wahid Hasyim. Nilai masing-masing paket tercatat Rp7,9 miliar, Rp7,4 miliar, Rp4,9 miliar, dan Rp4,9 miliar. Penataan di ruas Ahmad Yani–DI Panjaitan mencakup 2.700 meter, sementara ruas Rasyid Siddiq–Wahid Hasyim mencakup 1.700 meter.

Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 30 Desember 2026. Rencana Tabebuya memberi median warna dan karakter saat berbunga, tetapi keberhasilan proyek semestinya dinilai juga dari kerapian, keselamatan, dan keberlanjutan perawatan. Bunga yang menarik perhatian tidak cukup bila ruang tengah jalan menjadi sulit dirawat atau mengganggu fungsi jalan. Karena itu, keputusan mempertahankan vegetasi yang layak merupakan bagian penting dari desain, bukan catatan kecil di belakang proyek.

Pekanbaru mengandalkan kolaborasi

Di Simpang Sebidang, pertemuan Jalan Arifin Ahmad dan Jenderal Sudirman, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan taman dan tugu ikonik dengan biaya sekitar Rp5 miliar. Pembangunan yang direncanakan mulai awal Desember 2026 itu tidak membebani APBD: Rumah Sakit Awal Bros menyediakan dana sekaligus dukungan pengerjaan fisik. Wali Kota Agung Nugroho menyebut kontribusi tersebut sebagai dukungan sosial dan membantah adanya barter terkait perizinan.

Urutan pengerjaannya patut diperhatikan. Pemkot masih mempercepat perbaikan jalur dan memprioritaskan penyelesaian infrastruktur dasar untuk mengatasi kepadatan kendaraan sebelum tugu berdiri. Tugu Pekanbaru dapat menjadi penanda kawasan dan menambah ruang terbuka, tetapi ikon baru tidak akan menyelesaikan kemacetan dengan sendirinya. Nilainya bagi warga bergantung pada apakah penataan taman berjalan seiring dengan perbaikan arus lalu lintas, bukan menutupi persoalan jalan dengan elemen yang menarik secara visual.

Ukuran keberhasilan bukan hanya rupa

Perbandingan kedua proyek menunjukkan dua cara membiayai dan membentuk ruang jalan. Palembang menggunakan anggaran publik untuk pekerjaan median berskala besar dan tersebar di beberapa koridor; Pekanbaru mengandalkan pihak swasta untuk membangun taman serta tugu pada satu simpang. Keduanya menggabungkan pempercantik lanskap dengan penataan kawasan jalan, tetapi hasilnya baru terasa bila kebutuhan pengguna jalan menjadi ukuran utama.

Palembang perlu membuktikan bahwa anggaran Rp25,1 miliar menghasilkan median yang tertata dan vegetasi yang terawat. Pekanbaru perlu memastikan tugu dan ruang terbukanya melengkapi, bukan menggantikan, penyelesaian masalah lalu lintas. Kesimpulannya, pohon Tabebuya dan tugu dapat memberi identitas pada kota, tetapi mutu penataan ruang kota ditentukan oleh manfaat yang bertahan setelah seremoni dan masa pembangunan usai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!