Definisi Singkat: Apa yang Sebenarnya Diluncurkan DeepSeek dan Huawei?
Kolaborasi DeepSeek dan Huawei pada chip AI Ascend adalah peluncuran stack pemrograman open-source yang mencakup library komputasi DeepGEMM-Ascend, library komunikasi DeepEP-Ascend, dan dukungan native TileLang bahasa pemrograman untuk hardware AI Huawei, dengan tujuan menyediakan alternatif CUDA Nvidia dan mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Inti kabar ini bukan sekadar rilis library baru, melainkan upaya terstruktur memutus dominasi CUDA sebagai satu-satunya rujukan software AI kelas atas. DeepSeek merilis tools pemrograman open-source yang dikembangkan bersama Huawei untuk chip AI Ascend, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada ekosistem software dan hardware Nvidia. Menurut laporan Reuters pada 30 September, Huawei memberikan dukungan penuh selama proses pengembangan tools tersebut. Langkah ini adalah pesan politik teknologi: jika software adalah kunci kekuatan Nvidia, maka jawabannya adalah ekosistem alternatif yang terbuka dan multi-platform. Jika pengembang selama ini merasa “terkunci” di CUDA, rilis ini adalah undangan keluar dari kandang.

DeepGEMM-Ascend & DeepEP-Ascend: Jantung Baru Stack Open-Source
DeepSeek tools open-source bukan sekadar label GitHub; ia dirancang langsung menyentuh dua titik tersulit di infrastruktur AI: komputasi numerik dan komunikasi antar-chip. Library yang dirilis mencakup DeepGEMM-Ascend, yang menangani perkalian matriks dan perhitungan lain yang digunakan dalam model DeepSeek, dengan dukungan BF16, FP8, dan FP4. Artinya, beban kerja training dan inference modern—yang haus presisi campuran—sudah dipikirkan sejak awal. Hebatnya, DeepGEMM-Ascend mempertahankan antarmuka pemrograman yang sama dengan library DeepGEMM sebelumnya, sehingga transisi ke chip AI Ascend tidak memaksa pengembang menulis ulang seluruh stack mereka.
Di sisi lain, DeepEP-Ascend menangani komunikasi untuk pelatihan dan inferensi, termasuk merutekan data ke berbagai expert dalam model mixture-of-experts dan menggabungkan output mereka. Kedua perusahaan juga bekerja sama mengoptimalkan komputasi dan komunikasi pada sistem supernode yang dibangun di sekitar 128 chip Ascend 950. Menurut salah satu pengamatan media, perusahaan mengembangkan sistem komputasi menggunakan 128 chip Ascend untuk meningkatkan cara prosesor berbagi informasi dan menangani beban kerja AI berat. Titik tekan opini di sini jelas: mereka tidak cuma mengejar kompatibilitas, tetapi mengincar skala besar—kelas data center—dengan hardware AI Huawei sebagai tulang punggungnya.
TileLang: Senjata Lunak untuk Menantang Alternatif CUDA Nvidia
Jika CUDA adalah bahasa de facto untuk GPU Nvidia, TileLang bahasa pemrograman sedang diposisikan sebagai bahasa lintas-hardware untuk era baru akselerator AI. TileLang menyediakan lapisan pemrograman tingkat lebih tinggi untuk menulis kernel yang dioptimalkan, dan DeepSeek mendeskripsikannya sebagai menawarkan model pemrograman yang lebih sederhana dibandingkan CUDA milik Nvidia, dengan tujuan meningkatkan efisiensi pengembangan dan menyederhanakan kode. Salah satu teknologi utama yang disorot adalah TileLang, sebuah bahasa pemrograman sumber terbuka yang dirancang untuk prosesor AI dan memungkinkan para pemrogram mendeskripsikan tugas komputasi pada tingkat yang lebih tinggi tanpa mengelola instruksi perangkat keras tingkat rendah secara manual.
Dari sisi strategi, DeepSeek dan Huawei menargetkan ekosistem perangkat lunak Nvidia, bukan sekadar chip-nya. Bahasa pemrograman ini sudah mendukung Nvidia dan hardware lain, dengan adapter sebelumnya tersedia untuk prosesor Ascend Huawei. Update terbaru menambahkan dukungan native untuk Ascend 950, termasuk code generation, automatic scheduling, dan synchronization. Ini penting: TileLang tidak mengajak pengembang memusuhi CUDA, tetapi memberi jalan keluar bertahap. Pengembang bisa tetap menjalankan model di GPU Nvidia sekaligus mulai memindahkan beban ke hardware AI Huawei tanpa mengganti bahasa. Itulah cara paling realistis menantang alternatif CUDA Nvidia—bukan frontal, melainkan dengan menawarkan kenyamanan dan portabilitas.
Mengurangi Ketergantungan Teknologi AS dan Efeknya bagi Pengembang
Motivasi politik teknologinya terang: DeepSeek bermitra dengan Huawei kembangkan alat pemrograman chip AI Ascend sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada produsen cip Amerika, Nvidia. Telset melaporkan bahwa rilis ini adalah upaya mengurangi ketergantungan pada ekosistem software dan hardware Nvidia. Selama ini, dominasi Nvidia dalam kecerdasan buatan meluas melampaui pembuatan prosesor; platform CUDA menjadi bagian penting dari cara pengembang membangun, melatih, dan menjalankan model AI. Dengan tersedianya tools alternatif untuk chip Ascend, pengembang memiliki opsi tambahan untuk mengoptimalkan beban kerja AI mereka di luar ekosistem Nvidia.
Dari sudut pandang praktis, ketersediaan tools open-source untuk chip Ascend membuka peluang diversifikasi infrastruktur komputasi. Perusahaan yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu vendor hardware kini memiliki alternatif yang didukung oleh salah satu laboratorium AI terkemuka. Dengan meningkatkan perangkat pemrograman dan membuatnya tersedia untuk umum, DeepSeek dan Huawei berharap dapat mendorong lebih banyak pengembang membangun aplikasi untuk platform Ascend. Tools ini dibangun di atas platform software CANN Huawei yang sudah ada, yang menyediakan infrastruktur dasar untuk menjalankan beban kerja AI pada Ascend. Opininya jelas: siapa pun yang serius tentang kedaulatan teknologi AI tidak bisa lagi mengabaikan hardware AI Huawei beserta ekosistem baru ini.
Apa Berikutnya: Tantangan Adopsi dan Peluang Jangka Panjang
Rilis stack ini baru langkah pertama; pertempuran sebenarnya adalah adopsi. Ke depan, keberhasilan tools ini akan bergantung pada adopsi oleh komunitas pengembang, dan dukungan open-source serta antarmuka yang familiar menjadi faktor penting untuk menarik pengembang yang sudah terbiasa dengan ekosistem yang ada. Efektivitas TileLang akan bergantung pada kinerja, kompatibilitas, dokumentasi, dan adopsinya oleh komunitas pengembang yang lebih luas. Pengembang yang ingin mencoba tools ini dapat memanfaatkan library DeepGEMM-Ascend dan DeepEP-Ascend yang sudah tersedia secara open-source. Dengan langkah ini, DeepSeek bahkan memperkuat posisi TileLang sebagai bahasa pemrograman yang mendukung berbagai platform hardware.
Pengumuman ini muncul dua minggu setelah Huawei memperkenalkan generasi berikutnya dari prosesor AI dan sistem supernode, dan perusahaan menyatakan sistem AI-nya diperkirakan akan digunakan secara luas untuk pelatihan model pada 2027. Artinya, roadmap mereka bukan eksperimen jangka pendek; ini adalah taruhan jangka panjang melawan dominasi satu vendor. Kolaborasi yang sebelumnya sudah dilakukan pada model V4 DeepSeek—dengan dukungan penuh supernode Ascend 950—menunjukkan bahwa stack ini lahir dari kebutuhan nyata, bukan demo. Kesimpulannya: jika komunitas developer merespons, stack berbasis chip AI Ascend dan TileLang berpotensi menjadi pilar kedua ekosistem AI global, sejajar—bukan sekadar bayangan—dari CUDA.






