Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

TMMD Nias Satukan Penyuluhan Pertanian dan Pembangunan Desa

TMMD Nias Satukan Penyuluhan Pertanian dan Pembangunan Desa
Minat|Asia Tenggara

Pembangunan desa perlu membekali warganya

TMMD Nias adalah program TNI Manunggal Membangun Desa yang memadukan pembangunan fisik dengan kegiatan pemberdayaan untuk memperkuat kapasitas dan kualitas hidup masyarakat desa. Perpaduan itu terlihat dalam kegiatan penyuluhan pertanian bagi petani dari tiga desa di Kecamatan Somolo Molo, Kabupaten Nias. Satgas TMMD ke-130 menggelar penyuluhan pada 21 Oktober 2026 di lahan pertanian Desa Sifaoroasi, dengan peserta dari Desa Lewuoguru I, Bodano, dan Lewuombanua. Pilihan untuk menghadirkan edukasi bersama agenda pembangunan lebih masuk akal daripada mengukur kemajuan dari bangunan semata: infrastruktur membantu warga hari ini, sementara pengetahuan dapat mendukung penghidupan mereka dalam jangka panjang. Agar manfaatnya bertahan, penyuluhan harus menjawab persoalan nyata di lahan dan diteruskan oleh pendampingan teknis.

Penyuluhan sebagai investasi bagi petani

Penyuluhan pertanian ini menempatkan pemberdayaan petani sebagai bagian penting dari ketahanan pangan lokal, bukan acara pelengkap. Satgas menyampaikan materi teknis melalui ahli, termasuk teknik budidaya modern dan pengendalian hama. Kelompok tani juga mendapat ruang untuk berkonsultasi mengenai masalah lapangan, sehingga pengetahuan yang dibagikan berpeluang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Kapten Inf Maulana Yahya, yang mewakili Dansatgas, menyebut petani perlu bekerja cerdas dengan bekal wawasan baru tentang teknik pertanian dan pengelolaan tanaman. Namun satu sesi penyuluhan tidak otomatis meningkatkan hasil panen. Dampak nyata bergantung pada tindak lanjut, akses petani terhadap dukungan teknis, dan penerapan praktik yang sesuai kondisi setempat. Ukuran keberhasilan semestinya bukan jumlah kegiatan, melainkan kemampuan petani mengatasi kendala dan mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan.

Kolaborasi yang menyambungkan kebutuhan desa

Kegiatan tersebut memperlihatkan pembagian peran yang penting: Satgas TMMD menggerakkan program, pemerintah daerah dan tenaga teknis membawa keahlian sektoral, sedangkan petani menyampaikan kebutuhan serta pengalaman mereka. Ketua DPRD Kabupaten Nias, Kepala Dinas Pertanian, perwakilan DKP3, Camat Somolo Molo, dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan turut hadir. Kolaborasi semacam ini membuat pembangunan desa lebih berpeluang berangkat dari masalah warga, bukan hanya dari daftar proyek. Pemerintah daerah dan tenaga teknis juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan setelah kegiatan Satgas selesai. Tanpa peran warga sejak perencanaan hingga pemeliharaan, fasilitas berisiko tidak terpakai optimal; tanpa dukungan lembaga terkait, pengetahuan pertanian sulit diperbarui. Karena itu, kemanunggalan TNI dengan rakyat perlu tampak dalam kerja bersama yang konsisten, bukan sekadar seremoni.

Sasaran fisik dan nonfisik harus saling menguatkan

Pada 28 Oktober 2026, Dandim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana memaparkan pelaksanaan TMMD ke-130 kepada Tim Pengawasan dan Evaluasi di Makodim 0213/Nias. Paparan itu mencakup sasaran fisik dan nonfisik serta program unggulan TNI AD, menegaskan bahwa agenda TMMD melampaui pembangunan infrastruktur. Program yang dilaporkan meliputi lima titik sumur bor, perehapan lima rumah tidak layak huni, dan pembuatan atau perehapan lima unit MCK. Program ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare dilaporkan rampung 100 persen; penghijauan dengan 500 bibit pohon keras di lahan satu hektare dan pembersihan fasilitas umum juga mencapai 100 persen. Sumur bor, hunian layak, dan sanitasi dapat menyentuh kebutuhan harian warga, sementara edukasi pertanian mendukung kapasitas jangka panjang. Pekerjaan yang belum selesai berlanjut sesuai tahapan, dan program makanan bergizi bagi 100 anak yang mengalami stunting direncanakan mengikuti jadwal yang ditetapkan.

TMMD Nias Satukan Penyuluhan Pertanian dan Pembangunan Desa

Keberhasilan ditentukan oleh kesinambungan

Kekuatan TMMD ke-130 terletak pada upayanya menghubungkan fasilitas dasar dengan pemberdayaan masyarakat. Namun, laporan progres dan rampungnya sejumlah sasaran belum cukup untuk membuktikan perubahan jangka panjang. Dampak penyuluhan perlu terlihat pada kemampuan petani menerapkan teknik yang dipelajari, sedangkan fasilitas harus terus berfungsi dan dirawat bersama. Di sinilah pembagian tanggung jawab antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis, dan warga menjadi penentu. Pemerintah daerah dapat menjaga pendampingan, kelompok tani dapat menguji dan berbagi praktik yang efektif, sementara warga ikut merawat sarana yang dibangun. Kesimpulannya, TMMD Nias memberi arah yang tepat dengan memadukan penyuluhan pertanian dan pembangunan desa. Keberhasilan akhirnya tidak diukur dari banyaknya sasaran saja, melainkan dari manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah program berakhir.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!