Maraton sebagai Mesin Keberlanjutan: Pelajaran dari Bali

Maraton sebagai Mesin Keberlanjutan: Pelajaran dari Bali
Minat|Lari Jalanan

Maraton Skala Internasional: Dari Lomba Lari Menjadi Ekosistem Keberlanjutan

Maraton keberlanjutan lingkungan adalah ajang lari jarak jauh yang sengaja dirancang untuk meminimalkan jejak karbon sekaligus memaksimalkan dampak sosial dan ekonomi lokal, melalui strategi dekarbonisasi event olahraga, inklusi komunitas rentan, dan keterlibatan pelaku usaha kecil, sehingga olahraga massal menjadi platform perubahan sistemik, bukan sekadar hiburan akhir pekan. Dalam konteks ini, penyelenggaraan Maybank Marathon di Bali menunjukkan bagaimana sebuah event lari sosial inklusif bisa dikonversi menjadi mesin sport tourism berkelanjutan. Pada edisi ke-15, ajang berlabel Elite Label Road Race dari World Athletics ini menghadirkan 14.100 pelari dari 46 negara, menjadikan satu akhir pekan lomba sebagai titik temu antara target netral karbon, pemberdayaan masyarakat, dan dampak ekonomi lokal marathon yang terukur.

Maraton sebagai Mesin Keberlanjutan: Pelajaran dari Bali

Dekarbonisasi dan Ambisi Netral Karbon: Are We There Yet?

Jika banyak event olahraga masih sibuk mempercantik branding hijau, Maybank Marathon memilih jalan yang lebih sulit: dekarbonisasi event olahraga secara konkret. Melalui Maybank Marathon Sustainability Day yang berlangsung dua hari, gerakan “Meningkatkan Jejak Hijau” dijadikan kerangka nyata untuk mencapai maraton netral karbon pada 2030. Program lingkungan tidak berhenti pada simbolik penanaman mangrove, tetapi juga pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, dan edukasi pengurangan emisi yang melibatkan pelari, sponsor, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan. Bahkan, inisiatif “Jejak Hijau Desa Sanding” secara spesifik mendampingi desa menjadi kawasan rendah emisi berbasis data dan partisipasi warga. Pilihan ini penting: tanpa mekanisme penghitungan emisi dan strategi pengurangan yang konsisten, klaim marathon keberlanjutan lingkungan hanya akan berakhir sebagai kampanye pemasaran hijau.

Maraton sebagai Mesin Keberlanjutan: Pelajaran dari Bali

Inklusivitas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan: Lintasan Lari yang Lebih Adil

Maraton yang berkelanjutan tidak bisa hanya hijau secara ekologis; ia harus adil secara sosial. Di sini, Maybank Marathon mengambil posisi tegas dengan menjadikan event lari sosial inklusif sebagai pilar utama. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui perluasan akses bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, antara lain melalui kategori Wheelchair, Run for Charity, dan dukungan terhadap pusat pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café yang menaungi generasi muda berkebutuhan khusus. Maybank Marathon Sustainability Day merayakan satu dekade program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW), yang hingga akhir Juni telah memberdayakan 2.617 penenun perempuan dan 3.024 petani di kawasan ASEAN, sekaligus mempromosikan tekstil tradisional ramah lingkungan. Di Bali, Piduh Charity Program menargetkan pemberdayaan 100 generasi muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim, menjadikan lintasan lomba sebagai ruang distribusi kesempatan, bukan hanya arena mengejar catatan waktu.

Sport Tourism Berkelanjutan dan Rp300 Miliar Dampak Ekonomi Lokal

Dampak ekonomi lokal marathon menjadi alasan mengapa sport tourism berkelanjutan layak diperjuangkan, bukan dicibir sebagai “turisme musiman”. Tahun ini, Maybank memperkirakan perhelatan dapat menyumbang sekitar Rp300 miliar ke perekonomian Bali, naik dari dampak sekitar Rp255 miliar tahun sebelumnya. Dengan 14.100 pelari dari 46 negara, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM merasakan lonjakan aktivitas ekonomi selama akhir pekan lomba. Bahkan, data menunjukkan dampak ekonomi Maybank Marathon sebelumnya meningkat dari Rp164 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp225,5 miliar pada 2025, dengan belanja rata-rata peserta naik dari sekitar Rp9,8 juta menjadi Rp12,5 juta. Kutipan penting datang dari Presiden Direktur Maybank Indonesia: “Tahun lalu itu kurang lebih sekitar Rp255 miliar dampak positifnya dan tahun ini… kami berharap tentunya bisa naik… mungkin bisa ke Rp300-an,” ujarnya. Artinya, ketika marathon dirancang sebagai ekosistem, manfaatnya mengalir jauh melampaui garis finish.

Maraton sebagai Mesin Keberlanjutan: Pelajaran dari Bali

Bali sebagai Laboratorium Masa Depan Event Olahraga

Dengan status Elite Label Road Race dari World Athletics, maraton di Bali kini berdiri sebagai referensi global tentang bagaimana sport tourism berkelanjutan bisa dijalankan secara konsisten selama 15 tahun. Keberhasilan ini tidak terlepas dari keberanian menjadikan keberlanjutan sebagai inti desain acara, bukan lampiran. Sustainability Day menggabungkan literasi keuangan berkelanjutan bagi ribuan siswa dan guru di Gianyar, perayaan ekosistem penenun perempuan, serta kolaborasi lintas mitra seperti Visa dan BMW Group dalam mendorong mobilitas berkelanjutan. Ke depan, ambisi menjadikan Maybank Marathon sebagai Carbon-Neutral Marathon pada 2030 akan menjadi ujian utama apakah narasi besar ini diikuti oleh disiplin jangka panjang. Kesimpulannya sederhana: jika maraton bisa menggerakkan dekarbonisasi, inklusi sosial, dan ekonomi lokal sekaligus, tidak ada lagi alasan bagi event olahraga lain untuk tetap berjalan di lintasan lama yang boros, eksklusif, dan minim dampak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!