Penghargaan yang mengukur kerja dekat dengan keluarga
Program PKK Jombang adalah rangkaian kegiatan pemberdayaan keluarga yang menghubungkan pemanfaatan pekarangan dengan pendampingan bagi ibu menyusui dan anak. Dua penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur yang diraih TP PKK Jombang menunjukkan bahwa kerja kader di tingkat kabupaten dan desa mendapat pengakuan, tetapi nilai utamanya terletak pada kedekatannya dengan kebutuhan rumah tangga. Penghargaan PKK tersebut diumumkan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus Jambore Kader PKK Jawa Timur 2026 di Malang, Senin, 26 Oktober 2026.
Capaian ini lebih berarti jika dibaca sebagai penanda arah program, bukan sebagai bukti bahwa persoalan pangan atau kesehatan keluarga telah selesai. Pekarangan produktif dan pendampingan ASI menyentuh dua kebutuhan mendasar: sumber pangan keluarga serta perhatian terhadap ibu dan bayi. Keduanya juga memperlihatkan bagaimana gerakan PKK dapat menerjemahkan agenda pemberdayaan menjadi kegiatan yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan jangkauan pendampingan, bukan pada piala semata.
Pekarangan sebagai sumber pangan keluarga
TP PKK Kabupaten Jombang meraih Juara II Lomba Video “Aku Hatinya PKK” lewat inovasi pemanfaatan pekarangan dengan tanaman unggulan lokal bernilai ekonomi tinggi. Gagasan ini kuat karena menempatkan ruang di sekitar rumah sebagai sumber daya yang bisa digunakan keluarga, bukan sekadar halaman. Melalui gerakan tersebut, pekarangan didorong menjadi sumber pangan keluarga dan berpotensi menambah pendapatan.
Potensi itu patut dipandang sebagai peluang, bukan hasil yang otomatis dirasakan semua warga. Keberhasilan pekarangan produktif memerlukan pilihan tanaman yang sesuai, perawatan, serta keterlibatan anggota keluarga. Peran kader PKK penting untuk menjaga gagasan ini tetap praktis dan dekat dengan kondisi setempat. Pengakuan tingkat provinsi memberi dorongan, tetapi ukuran keberlanjutan yang lebih bermakna adalah apakah keluarga dapat terus memanfaatkan pekarangannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Pendampingan ASI sebagai dukungan bagi ibu dan bayi
Penghargaan kedua diraih TP PKK Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, yang memperoleh Juara III Lomba Kader Pendamping ASI Eksklusif (KEMPING ASIK). Penghargaan itu diberikan atas upaya mendampingi ibu menyusui dan mengawal pemenuhan gizi ibu serta bayi. Ini menempatkan pendampingan ASI sebagai kerja yang bukan hanya berfokus pada pesan, tetapi juga pada dukungan kepada ibu dalam menjalani masa menyusui.
KEMPING ASIK memperkuat pendampingan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak dini. Pernyataan tersebut menjelaskan tujuan program, bukan jaminan bahwa hasil kesehatan tertentu telah tercapai. Karena itu, kerja kader sebaiknya dipahami sebagai bagian dari dukungan keluarga yang perlu berjalan bersama tenaga kesehatan dan lingkungan sekitar. Bagi ibu dan anak, keberadaan pendampingan dapat menjadi penghubung untuk memperoleh perhatian terhadap kebutuhan gizi, tanpa menggantikan layanan kesehatan profesional.
Ujian berikutnya adalah memperluas manfaat
Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Hj. Yuliati Nugrahani Warsubi, menyebut prestasi tersebut sebagai hasil kerja bersama kader dari tingkat kabupaten hingga desa. Penekanan pada kerja kolektif itu penting: program keluarga tidak akan bertahan hanya karena satu lomba atau satu kelompok kader. Pekarangan dan pendampingan ASI membutuhkan kesinambungan, ruang berbagi pengalaman, serta kerja sama dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Yuliati berharap capaian provinsi menjadi pemacu bagi kader untuk terus berinovasi dan memperluas manfaat program di tengah masyarakat. Arah tindak lanjut yang disebut dalam pemberitaan juga menekankan penguatan kolaborasi agar keluarga Jombang semakin mandiri, sehat, dan sejahtera. Kesimpulannya, dua penghargaan ini layak dirayakan, tetapi keberhasilan program PKK Jombang pada akhirnya harus dinilai dari konsistensi dukungan yang sampai kepada keluarga. Pekarangan produktif dapat menopang kemandirian pangan, sementara pendampingan ASI memberi perhatian kepada ibu dan anak; keduanya lebih bernilai ketika terus berjalan setelah seremoni usai.






