Berhenti merokok perlu dukungan berkelanjutan
Program Upaya Berhenti Merokok adalah layanan yang membantu orang mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok melalui edukasi, konseling, dan pendampingan tenaga kesehatan. Bagi karyawan, keberadaan layanan ini di lingkungan perusahaan penting karena niat pribadi lebih mudah dijalankan ketika tersedia bantuan yang terarah. PT Trakindo Utama bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dan Puskesmas Lampihong untuk menjalankan program UBM bagi karyawan. Program tersebut diperkenalkan lewat seminar kesehatan di kantor perusahaan, Desa Lasung Batu, Kecamatan Paringin, pada 5 November 2026. Kegiatan ini juga memberi edukasi mengenai risiko kesehatan akibat merokok dan pentingnya pola hidup sehat. Inisiatif ini patut dilihat bukan sebagai kampanye sesaat, melainkan sebagai upaya membangun akses nyata bagi pekerja yang ingin berubah.
Tempat kerja dapat mengubah niat menjadi tindakan
Dukungan tempat kerja membuat upaya berhenti merokok lebih masuk akal untuk dijalani: perusahaan dapat membuka akses layanan, memberi ruang bagi karyawan mengikuti konseling, dan menempatkan kesehatan sebagai bagian dari keselamatan kerja. Kepala Cabang PT Trakindo Utama Tanjung Adaro, Steven Tamalonggehe, menyebut kesehatan fisik dan mental karyawan penting untuk produktivitas serta keselamatan saat bekerja. Sudut pandang ini tepat, tetapi manfaat program tidak semestinya diukur hanya dari produktivitas. Karyawan juga perlu merasa didukung tanpa dihakimi agar berani meminta bantuan dan tetap mengikuti pendampingan. Dalam program ini, karyawan dapat memperoleh konseling berhenti merokok dan bantuan tenaga kesehatan untuk menjalani tahapan yang sesuai. Pendekatan yang menyediakan bantuan, bukan sekadar imbauan, memberi peluang lebih baik bagi perubahan yang bertahan.
Tenaga kesehatan memberi arahan yang dibutuhkan
Dukungan perusahaan penting, tetapi tidak menggantikan peran tenaga kesehatan. Konseling dapat membantu peserta memahami kebiasaannya, memperoleh edukasi, dan menjalani proses secara bertahap dengan pendampingan yang kompeten. Pengelola UBM Dinkes Balangan, Dirgo Prasojo, menyatakan layanan ini tersedia di seluruh 12 puskesmas di kabupaten tersebut. Tenaga kesehatan yang telah mendapat pelatihan mendukung layanan edukasi dan konseling bagi orang yang ingin berhenti merokok. Jangkauan ini menjadi modal penting: karyawan tidak harus menghadapi prosesnya sendirian, sementara perusahaan dapat menghubungkan mereka dengan layanan profesional. Kolaborasi PT Trakindo Utama, Dinkes Balangan, dan Puskesmas Lampihong menunjukkan pembagian peran yang masuk akal—perusahaan membuka pintu, sedangkan tenaga kesehatan membantu peserta menempuh proses dengan arahan yang tepat.
Keberlanjutan menentukan hasil
Seminar pembuka baru akan berarti jika diikuti konsistensi. Dirgo mengingatkan peserta agar disiplin mengikuti jadwal konseling dan setiap tahapan pendampingan, serta berharap kerja sama dengan perusahaan berlanjut. Pihak perusahaan juga berharap kolaborasi berjalan berkelanjutan dan peserta bersungguh-sungguh menjalani proses. Harapan tersebut menegaskan bahwa berhenti merokok bukan hasil yang bisa dijanjikan oleh satu sesi edukasi. Peserta membutuhkan kesempatan untuk kembali berkonsultasi, sementara perusahaan perlu menjaga agar akses bantuan tetap tersedia dan suasana kerja tidak menghambat mereka. Jika dukungan itu terpelihara, program berhenti merokok dapat memberi dampak lebih luas: memperkuat kesehatan karyawan sekaligus mendorong lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman. Kesimpulannya, pendampingan profesional dan komitmen tempat kerja harus berjalan beriringan agar niat berhenti mendapat peluang nyata untuk bertahan.






