Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sekolah Rakyat Terintegrasi: Strategi Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat Terintegrasi: Strategi Putus Rantai Kemiskinan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Bukan Lagi Jalur Tunggal

Sekolah Rakyat terintegrasi adalah model pendidikan yang secara sengaja menggabungkan layanan sekolah bagi anak keluarga prasejahtera dengan pemberdayaan ekonomi keluarga, bantuan sosial, rehabilitasi sosial, dan perbaikan rumah layak huni, sehingga pendidikan tidak berdiri sendiri tetapi menjadi pintu masuk perubahan menyeluruh bagi satu keluarga dan dirancang sebagai program putus kemiskinan antargenerasi. Model ini berangkat dari kritik tajam terhadap pendekatan lama: anak disekolahkan, orang tua tetap miskin, dan siklus kerentanan sosial berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan lebih dari 44 ribu siswa di 182 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah, program ini bukan eksperimen kecil, melainkan intervensi skala besar yang menguji gagasan bahwa pendidikan harus terhubung langsung dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan ekosistem bansos yang terintegrasi.

Memadukan Kelas, Bansos, dan Pemberdayaan: Dari Teori ke Praktik

Inti keberanian Sekolah Rakyat terintegrasi adalah menolak memisahkan ruang kelas dari dapur keluarga. Kementerian Sosial menghubungkan pendidikan di Sekolah Rakyat dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan program perbaikan rumah layak huni untuk memutus rantai kemiskinan. Di dalam sekolah, pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial dipadukan; di luar sekolah, orang tua didorong masuk ke program penguatan kapasitas, bantuan modal usaha, dan penguatan aset agar lebih mandiri secara ekonomi. Di sini bansos bukan tujuan, melainkan jembatan. Seperti ditegaskan Gus Ipul, "Bansos, sementara. Berdaya, selamanya". Integrasi bantuan sosial dengan pemberdayaan adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar program pemerintah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi mengantar keluarga penerima manfaat menuju kemandirian. Ini langkah politis sekaligus moral: negara tidak cukup mengurangi rasa lapar, ia dituntut mengurangi ketergantungan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi: Strategi Putus Rantai Kemiskinan

Pemberdayaan Ekonomi Keluarga: Pelatihan UMKM dan Rumah Layak Huni

Pemberdayaan ekonomi keluarga dalam skema Sekolah Rakyat terintegrasi tidak berhenti pada slogan. Dengan sekitar 44.000 siswa yang telah dijangkau, setiap anak dipandang sebagai pintu masuk menuju pemberdayaan satu keluarga. Salah satu bentuk konkretnya adalah pelatihan UMKM siswa dan orang tua melalui program Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk inklusi (LAKSMI) bagi 100 pelaku usaha mikro di Bandung Raya, dengan fokus pada ibu atau wali siswa agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga. Di sisi lain, sekitar 7.000 keluarga telah mendapatkan bantuan perbaikan rumah agar memiliki hunian yang lebih layak, sementara lebih dari 160 ribu keluarga diberdayakan melalui berbagai program Kemensos, sebagian adalah orang tua siswa Sekolah Rakyat. Ketika rumah dibenahi, usaha kecil diperkuat, dan bansos diarahkan ke pemberdayaan, kita melihat program putus kemiskinan bekerja bukan di atas kertas, tetapi di halaman rumah warga.

Sekolah Rakyat sebagai Ekosistem Holistik: Anak Sekolah, Keluarga Naik Kelas

Pendekatan Sekolah Rakyat jelas tidak netral; ia berpihak pada keluarga prasejahtera yang selama ini tercecer dari pembangunan. Penerimaan siswa tidak menggunakan tes akademik, melainkan matrikulasi lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar, bahkan rehabilitasi bagi yang membutuhkan sebelum bisa mengikuti pembelajaran secara optimal. Dari 182 titik, 93 sudah menempati gedung permanen dengan jenjang SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, dan pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System. Lebih dari 15 ribu laptop telah dibagikan, dengan tambahan 30 ribu unit direncanakan pada 2026 untuk mendukung pembelajaran digital. Gus Ipul merangkum ambisi program ini dengan kalimat tegas: "Anaknya sekolah, anaknya lulus, keluarganya naik kelas". Pendidikan anak diposisikan sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sementara orang tua didorong meningkatkan kapasitas dan kemandirian agar kesejahteraan keluarga tumbuh berkelanjutan.

Tantangan Integrasi dan Peluang Mengubah Arah Kebijakan Sosial

Meski menjanjikan, model Sekolah Rakyat terintegrasi tidak bebas masalah. Gus Ipul mengakui bantuan sosial dan pemberdayaan sering tidak terhubung secara optimal karena ego sektoral dan koordinasi antarlembaga yang lemah. Kehadiran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dipandang sebagai upaya merajut kolaborasi yang lebih sistematis, menghubungkan program bansos dengan berbagai intervensi pemberdayaan secara terarah. Sekitar 44.000 siswa berarti 44.000 keluarga yang akan masuk ke dalam ekosistem pemberdayaan ini. Pertanyaannya: apakah birokrasi siap mengelola skala dan kompleksitas tersebut tanpa kembali terjebak dalam pola lama yang terfragmentasi? Jika integrasi ini konsisten, Sekolah Rakyat bisa menjadi preseden bahwa kebijakan sosial tidak harus memilih antara pendidikan atau ekonomi. Keduanya bisa dirancang sebagai satu paket program putus kemiskinan yang holistik, di mana kelas, rumah, dan usaha kecil saling menguatkan. Jika goyah, ia hanya akan menjadi contoh lain bahwa niat baik bisa kandas di meja koordinasi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!