Tiga arah reformasi, satu tujuan
Inisiatif BEI adalah tiga agenda utama untuk memperkuat daya saing pasar modal melalui peningkatan likuiditas dan akses, perluasan pendanaan perusahaan, serta pembaruan produk dan infrastruktur. Bursa Efek Indonesia mengumumkan agenda flagship tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung daring pada 28 Oktober 2026, disampaikan Direktur Utama Jeffrey Hendrik.
Susunan prioritas ini tepat karena pasar yang kompetitif tidak cukup hanya menawarkan lebih banyak produk. Investor memerlukan perdagangan yang likuid dan akses yang mudah, sementara perusahaan membutuhkan pilihan pendanaan yang lebih luas. BEI menyatakan ketiga inisiatif itu diarahkan untuk memperdalam pasar dan memperluas sumber pendanaan. Nilai agenda ini akan ditentukan oleh pelaksanaan yang konsisten, bukan oleh banyaknya rencana yang diumumkan.
Fase awal reformasi pasar modal dalam peta jalan BEI, yang disebut fundamental reinvention, akan memprioritaskan penyelarasan produk dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, pembaruan seharusnya berangkat dari kegunaan nyata bagi investor dan perusahaan, bukan sekadar penambahan instrumen.

Pengawasan adalah bagian dari daya saing
Agenda pembaruan tidak akan lengkap bila hanya mengejar pertumbuhan transaksi. Pengawasan perdagangan saham dan transparansi diperlukan agar pasar yang lebih dalam tetap dipercaya. Dalam forum InnovAsia di Jakarta pada 29 Oktober 2026, BEI dan Nasdaq membahas transformasi pasar keuangan global, perdagangan luar negeri, infrastruktur, serta integritas pasar modal.
Rangkaian diskusi mencakup struktur likuiditas pasar ekuitas Amerika Serikat, mekanisme kliring ekuitas AS bagi pelaku pasar domestik, dan pengawasan perdagangan yang efektif untuk menjaga integritas pasar. Fokus pada surveillance ini penting: akses dan produk baru dapat memperluas peluang, tetapi tanpa pemantauan yang memadai, kepercayaan investor akan sulit dipertahankan.
BEI menilai perubahan cepat di pasar keuangan global menuntut bursa domestik lebih lincah, dengan inovasi produk, infrastruktur yang andal, dan perlindungan investor sebagai penopang daya saing. Karena itu, pengawasan bukan agenda sampingan, melainkan prasyarat agar ekspansi pasar berlangsung dengan integritas.
Akses global harus bekerja dua arah
Kolaborasi dengan Nasdaq juga menempatkan akses pasar global sebagai bagian nyata dari agenda BEI. Visi jangka panjang yang disampaikan dalam forum itu bersifat dua arah: investor domestik diharapkan lebih mudah mendiversifikasi portofolio ke instrumen global, sementara investor internasional didorong agar lebih percaya untuk masuk ke pasar saham Indonesia.
Bagi investor sehari-hari, akses lintas pasar dapat memperluas pilihan diversifikasi. Namun, manfaat itu bergantung pada mekanisme perdagangan dan kliring yang jelas serta pengawasan yang menjaga integritas transaksi. Pembahasan tentang perdagangan luar negeri dan kliring ekuitas AS menunjukkan bahwa kerja sama internasional dapat membantu BEI menguji kesiapan infrastruktur, bukan sekadar memperluas koneksi.
Agenda ini melengkapi tiga inisiatif flagship: likuiditas dan akses, pendanaan dan pembentukan modal, serta produk dan infrastruktur baru. Jika dijalankan terpadu, reformasi dapat mempertemukan kebutuhan perusahaan untuk menghimpun dana dengan kebutuhan investor atas pilihan investasi dan perlindungan yang layak.
Ukuran keberhasilan ada pada pelaksanaan
BEI menempatkan penyelarasan produk sebagai prioritas fase awal dan menyebutnya sebagai fondasi rencana kerja 2027. Inisiatif tersebut juga ditujukan untuk menyiapkan kapasitas dalam mendukung target strategis menuju 2030. Tahapan ini masuk akal, sebab pembaruan produk, infrastruktur, dan pengawasan memerlukan kesiapan operasional sekaligus kepercayaan pasar.
Latar belakangnya bukan hanya ambisi memperbesar pasar. Di tengah sorotan terhadap penilaian MSCI, pendapatan perusahaan tercatat tumbuh 15,9 persen dan laba bersih juga meningkat hingga Triwulan II, menurut paparan BEI. Perkembangan itu memberi konteks, tetapi tidak mengurangi kebutuhan untuk memperkuat kualitas akses, transparansi, dan tata kelola perdagangan.
Pada akhirnya, tiga inisiatif BEI akan berarti bila akses pasar yang lebih luas berjalan seiring dengan pendanaan yang bertambah, infrastruktur yang siap, dan pengawasan yang dapat dipercaya. Kerja sama dengan Nasdaq memperkaya agenda itu dengan perspektif lintas pasar. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan rencana ke dalam layanan yang benar-benar memudahkan investor dan perusahaan.






