Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Surplus Perdagangan Jabar Ditopang Ekspor Manufaktur

Surplus Perdagangan Jabar Ditopang Ekspor Manufaktur
Minat|Asia Tenggara

Ekspor menjadi penopang utama surplus

Surplus perdagangan adalah keadaan ketika nilai ekspor suatu wilayah melampaui nilai impornya dalam periode tertentu, sehingga neraca perdagangan mencatat selisih positif. Bagi Jawa Barat, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan tanda bahwa penjualan ke luar negeri masih menjadi penyangga kuat kegiatan ekonomi daerah.

Pada Januari–September 2026, surplus perdagangan Jabar mencapai US$22,09 miliar, dengan ekspor sebesar US$31,22 miliar dan impor US$9,13 miliar. Hasil ini memberi gambaran yang tegas: daya ekspor menjadi faktor utama, sementara impor yang turun tipis turut memperlebar selisih. Total ekspor naik 8,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, surplus yang besar tidak otomatis berarti seluruh sektor ekspor sama kuat; komposisi barang dan ketergantungan pada beberapa pasar tetap perlu dicermati.

Surplus Perdagangan Jabar Ditopang Ekspor Manufaktur

Manufaktur dominan, komoditas bergerak beragam

Kinerja bulanan memperlihatkan laju yang lebih cepat: ekspor Jawa Barat pada September tercatat US$3,87 miliar, naik 18,29% dibandingkan bulan sebelumnya. Dalam akumulasi sembilan bulan, sektor industri pengolahan menyumbang 98,58% dari struktur ekspor Jabar, menjadikannya tulang punggung yang sulit diabaikan. Ekspor nonmigas mencapai US$30,97 miliar, tumbuh 7,97%, sementara migas naik 21,97% menjadi US$244,48 juta.

Ekspor manufaktur Jabar ditopang antara lain oleh mesin dan peralatan mekanis, yang mencatat kenaikan nilai terbesar sebesar US$515,04 juta atau 21,72%. Perhiasan dan permata juga melonjak 62,85%, sedangkan mesin dan perlengkapan elektrik tumbuh 7,72%. Di sisi lain, karet dan barang dari karet turun 13,06%, atau US$151,32 juta. Artinya, pertumbuhan manufaktur cukup kuat, tetapi tidak merata antar-komoditas. Sektor pertanian, pertambangan, dan migas juga tumbuh, sehingga sumber kenaikan tidak sepenuhnya bertumpu pada industri pengolahan.

Pasar utama kuat, tetapi konsentrasi perlu diawasi

Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang menjadi pasar ekspor Jabar terbesar, dengan kontribusi gabungan 32,67% dari ekspor nonmigas. Amerika Serikat menyerap US$5,28 miliar, disusul Filipina sebesar US$2,64 miliar dan Jepang US$2,20 miliar. ASEAN menyumbang US$8,08 miliar, sementara ekspor ke gabungan kawasan Amerika dan Eropa mencapai US$11,67 miliar. Jangkauan lintas kawasan memberi penopang yang penting, tetapi porsi besar dari tiga negara tujuan utama juga membuat diversifikasi pasar tetap relevan.

Di sisi impor, nilainya turun 1,25% menjadi US$9,13 miliar. Penurunan impor migas sebesar 48,66% mengimbangi kenaikan impor nonmigas yang mencapai 8,04%. Perbedaan ini membantu menjelaskan mengapa surplus melebar, tetapi tidak menghapus kebutuhan untuk membaca neraca dengan cermat: bahan dan mesin dari luar negeri tetap menjadi bagian dari arus perdagangan. Kesimpulannya, surplus perdagangan Jabar menunjukkan ekspor yang kuat dan industri pengolahan yang dominan. Agar capaian ini lebih tahan terhadap perubahan permintaan, pertumbuhan komoditas perlu lebih merata dan pasar tujuan semakin beragam.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!