Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelabuhan Parepare Menguatkan Jalur Logistik Sulsel–Kalimantan

Pelabuhan Parepare Menguatkan Jalur Logistik Sulsel–Kalimantan
Minat|Asia Tenggara

Lonjakan Kinerja: Parepare Bertransformasi Menjadi Simpul Logistik

Pelabuhan Parepare adalah salah satu simpul pelayaran di Sulawesi Selatan yang kini mencatat lonjakan arus penumpang dan barang, sehingga memperkuat jalur logistik sulsel dan konektivitas antar-pulau menuju Kalimantan sekaligus mengubah perannya dari pelabuhan transit biasa menjadi gerbang strategis mobilitas masyarakat dan distribusi komoditas regional. Pertumbuhan ini bukan sekadar deret angka, melainkan sinyal bahwa pelabuhan parepare sedang naik kelas dalam ekosistem transportasi laut. Hingga September, arus penumpang naik menjadi 741.759 orang atau tumbuh 18 persen dibanding 628.515 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha kian menjadikan Parepare sebagai titik utama perjalanan dan pengiriman barang, bukan hanya alternatif. Jika tren ini dikelola dengan serius, Parepare berpotensi menjadi penyeimbang kepadatan pelabuhan besar lain di jalur logistik sulsel.

Pelabuhan Parepare Menguatkan Jalur Logistik Sulsel–Kalimantan

Peti Kemas Tumbuh, Perdagangan Antar-Pulau Kian Dinamis

Di balik arus penumpang naik, lonjakan peti kemas pertumbuhan di pelabuhan parepare adalah indikator yang lebih penting bagi rantai pasok regional. Hingga September, arus peti kemas mencapai 8.254 box, tumbuh 14,9 persen dibanding 7.183 box pada periode sebelumnya. Dalam satuan TEUs, volume naik dari 7.911 menjadi 9.401 TEUs atau 18,8 persen. Angka ini menegaskan bahwa aktivitas perdagangan dan logistik antar-pulau tidak lagi terpusat di satu pelabuhan besar; Parepare mulai mengambil porsi signifikan dalam jalur logistik sulsel menuju Kalimantan. Pertumbuhan barang nonpetikemas sebesar 15,4 persen hingga 854.703,89 ton/m³ semakin menguatkan gambaran bahwa pelabuhan ini menjadi kanal utama pergerakan komoditas. Bagi pelaku usaha, diversifikasi pelabuhan seperti ini berarti pilihan rute lebih luas, waktu tempuh lebih terukur, dan risiko kemacetan logistik lebih rendah.

Keamanan Ditingkatkan: X-Ray Diperluas, Jembatan Timbang Disiapkan

Pertumbuhan tanpa penguatan pengawasan akan berujung pada kerentanan. Di titik ini, langkah Pelindo Regional 4 memperluas fasilitas X-Ray dan menyiapkan jembatan timbang patut dibaca sebagai strategi menjaga kualitas pertumbuhan, bukan sekadar proyek fisik. Mesin X-Ray yang sebelumnya hanya di jalur keberangkatan kini juga dipasang di jalur kedatangan, sehingga barang bawaan penumpang yang tiba ikut diperiksa untuk mencegah narkotika dan barang ilegal masuk melalui pelabuhan parepare. Rencana jembatan timbang, yang masih dalam tahap asesmen dan perencanaan investasi terpusat, diarahkan untuk mengendalikan muatan kendaraan Ro-Ro agar tidak berlebih dan membahayakan keselamatan pelayaran. Penguatan pemeriksaan X-Ray dan jembatan timbang diharapkan membuat pelayanan pelabuhan semakin aman, tertib, dan andal dalam mendukung mobilitas penumpang serta distribusi logistik antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan. Tanpa disiplin keselamatan, jalur logistik sulsel akan rapuh meski secara angka tampak tumbuh.

Pelabuhan Parepare Menguatkan Jalur Logistik Sulsel–Kalimantan

Dampak bagi Mobilitas Masyarakat dan Ekonomi Regional

Lonjakan arus penumpang dan barang di pelabuhan parepare langsung menyentuh kehidupan sehari-hari warga dan pelaku usaha. Pertumbuhan arus penumpang dan barang turut menggambarkan peran pelabuhan dalam menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. Dengan 1.282 call kapal dan volume 6.532.902 GT yang naik 1,2 persen, frekuensi dan kapasitas pelayaran memberi ruang bagi jadwal yang lebih teratur dan pasokan barang yang lebih stabil. General Manager Pelindo Regional 4 Parepare, Darwis, menegaskan bahwa peningkatan arus penumpang dan barang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga mutu pelayanan dan memastikan kegiatan operasional berjalan lancar. Jika komitmen ini konsisten, jalur logistik sulsel akan semakin kuat, biaya distribusi berpotensi lebih efisien, dan perekonomian daerah mendapatkan efek pengganda dari pergerakan orang dan komoditas yang lebih lancar.

Kesimpulan: Pertumbuhan Harus Diikuti Manajemen dan Investasi Serius

Data pertumbuhan pelabuhan parepare jelas menunjukkan satu hal: pelabuhan ini sedang beralih menjadi simpul utama konektivitas antar-pulau Sulawesi Selatan–Kalimantan. Arus penumpang naik 18 persen dan peti kemas pertumbuhan di atas 14 persen bukan sekadar pencapaian tahunan, melainkan momentum untuk menata ulang strategi logistik regional. Namun, angka positif hanya akan berarti jika diikuti manajemen operasional yang rapi, investasi fasilitas keselamatan seperti X-Ray dan jembatan timbang, serta koordinasi lintas instansi yang konsisten. Pelindo Regional 4 sudah mengirim sinyal ke arah itu, tetapi tantangan ke depan adalah menjaga agar pelabuhan tidak sekadar sibuk, melainkan efektif dan aman. Jika Parepare berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tata kelola, jalur logistik sulsel akan memiliki tulang punggung baru yang lebih tangguh dan inklusif bagi masyarakat serta dunia usaha.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!