Parepare Bukan Lagi Pelabuhan Pinggiran
Pelabuhan Parepare adalah simpul pelayaran dan logistik yang menghubungkan arus penumpang, barang, dan peti kemas antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan, yang kini mencatat pertumbuhan signifikan sehingga mengubah posisinya dari pelabuhan transit biasa menjadi hub strategis bagi mobilitas manusia dan distribusi komoditas di kawasan timur. Hingga September 2026, Pelindo Regional 4 Parepare mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator operasional, menandai bahwa pelabuhan ini sedang naik kelas sebagai nadi logistik regional. Lonjakan paling mencolok terlihat pada arus penumpang yang mencapai 741.759 orang, naik 18 persen dari 628.515 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini bukan sekadar statistik; ia menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha semakin menjadikan pelabuhan Parepare sebagai gerbang utama perjalanan dan perdagangan antardaerah. Jika tren ini berlanjut, mengabaikan Parepare dalam peta logistik nasional akan menjadi kesalahan strategis.
Arus Penumpang Naik dan Peti Kemas Tumbuh: Sinyal Ekonomi yang Tak Bisa Diabaikan
Kenaikan arus penumpang dan peti kemas di Pelabuhan Parepare adalah indikator ekonomi yang jelas, bukan kebetulan musiman. Arus penumpang naik 18 persen hingga menyentuh 741.759 orang, yang berarti lebih banyak aktivitas perjalanan antardaerah dan pergerakan tenaga kerja serta wisata. Pada sisi cargo, arus peti kemas pertumbuhan 14,9 persen menjadi 8.254 box dari 7.183 box, sementara dalam satuan TEUs melonjak 18,8 persen dari 7.911 menjadi 9.401 TEUs. "Lonjakan penumpang dan peti kemas di Parepare menunjukkan aktivitas kepelabuhanan yang terus bergerak positif," tegas General Manager Pelindo Regional 4 Parepare, Darwis. Pertumbuhan ini diperkuat oleh arus barang nonpetikemas yang mencapai 854.703,89 ton/m³, naik 15,4 persen dari 740.747,78 ton/m³. Jika semua indikator barang dan penumpang naik serentak, itu adalah sinyal kuat bahwa perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan timur sedang menghangat, dan Parepare menjadi salah satu pintu utamanya.
Hub Logistik Sulsel–Kalimantan: Parepare Mengambil Peran Sentral
Pertumbuhan Pelabuhan Parepare harus dibaca dalam konteks yang lebih luas: penguatan jalur logistik Sulsel–Kalimantan. Pelabuhan ini jelas bergerak dari sekadar titik singgah menjadi hub logistik utama yang menopang distribusi barang dan mobilitas penumpang antara dua kawasan tersebut. Penguatan pemeriksaan X-Ray dan rencana jembatan timbang diharapkan membuat pelayanan pelabuhan semakin aman, tertib, dan andal dalam mendukung mobilitas penumpang, serta distribusi logistik antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan. Bagi pelaku usaha, peningkatan arus peti kemas dan barang nonpetikemas berarti akses yang lebih stabil ke pasar dan bahan baku. Bagi masyarakat, arus penumpang naik mencerminkan pilihan perjalanan laut yang lebih hidup dan terjangkau. Ketika volume kapal mencapai 6.532.902 GT dan kunjungan kapal menyentuh 1.282 call hingga September 2026, jelas bahwa Parepare sedang memantapkan diri sebagai simpul penting dalam rantai pasok kawasan timur.

Infrastruktur Pelabuhan: X-Ray dan Jembatan Timbang Sebagai Penjaga Keamanan
Pertumbuhan tanpa penguatan infrastruktur pelabuhan akan berujung pada kemacetan dan risiko keselamatan. Di Parepare, Pelindo Regional 4 memilih jalur yang lebih bertanggung jawab: memperkuat pengawasan penumpang dan barang, serta menyiapkan rencana pengadaan jembatan timbang untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. Salah satu langkah konkret adalah perluasan penggunaan mesin pemindai X-Ray. Fasilitas yang sebelumnya hanya ada di jalur keberangkatan kini juga tersedia di jalur kedatangan, sehingga barang bawaan penumpang yang tiba turut diperiksa sebagai bagian dari penguatan pengawasan keamanan. Pengawasan ini penting untuk mencegah masuknya narkotika dan barang ilegal, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas transportasi laut. Di sisi lain, rencana jembatan timbang—yang masih dalam tahap asesmen dan perencanaan investasi terpusat—ditujukan untuk memastikan kendaraan Ro-Ro tidak kelebihan muatan sebelum naik kapal. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi pada keselamatan dan kepercayaan pengguna jasa.
Menjaga Momentum Pertumbuhan: Tantangan dan Kesempatan Parepare
Kinerja positif Pelabuhan Parepare hingga September 2026 menunjukkan bahwa pelabuhan ini telah menemukan momentumnya. Namun, mempertahankan tren ini akan lebih sulit daripada mencapainya. Pelindo Regional 4 Parepare sendiri menyadari bahwa pertumbuhan arus penumpang dan barang harus diikuti dengan koordinasi operasional yang baik agar kebutuhan pengguna jasa dapat dilayani secara optimal, baik untuk perjalanan antardaerah maupun pengiriman barang melalui jalur laut. Di tengah cuaca yang sejauh ini belum mengganggu jadwal pelayaran, fokus pada pengawasan dan kesiapan operasional menjadi kunci. Rencana pengadaan jembatan timbang yang masih dalam tahap asesmen dan perencanaan investasi terpusat menunjukkan bahwa pekerjaan rumah belum selesai. Kesimpulannya, Parepare sedang berada di titik kritis: jika penguatan infrastruktur pelabuhan, pelayanan, dan keterbukaan informasi terus dijaga, pelabuhan ini berpotensi menjadi model hub logistik regional yang aman, efisien, dan berpengaruh bagi perekonomian Sulawesi Selatan dan kawasan timur secara keseluruhan.






