Mulai dari pedoman resmi
Pedoman upacara Sumpah Pemuda adalah acuan pelaksanaan peringatan yang membantu sekolah mengatur tata upacara bendera sekaligus menyiapkan naskah yang dibacakan. Pedoman resmi untuk Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 ditujukan sebagai acuan bagi instansi pemerintah dan sekolah, dengan susunan acara, teks doa, serta teks keputusan Kongres Pemuda 1928.
Sebelum membagi tugas, siapkan dokumen pedoman lengkap dan tentukan lokasi yang sesuai—misalnya halaman sekolah atau lapangan. Cek juga ketentuan pakaian dan tata pelaksanaan di dalam dokumen; peserta serta petugas perlu mengikutinya. Upacara dijadwalkan mulai pukul 08.00 waktu setempat hingga selesai. Gunakan versi dokumen yang sama saat menyusun naskah petugas agar urutan acara dan bahan bacaan tidak berbeda-beda.

Susun petugas dan jalannya upacara
Setelah lokasi dan kebutuhan dasar jelas, cocokkan susunan upacara Sumpah Pemuda dengan jumlah petugas yang tersedia. Urutannya bergerak dari persiapan barisan, kedatangan pembina, dan penghormatan, menuju pengibaran bendera serta pembacaan naskah. Penyerahan tanda penghargaan bidang kepemudaan bersifat kondisional—masukkan hanya jika ada.
- Peserta dan petugas bersiap di tempat upacara.
- Pemimpin upacara menyiapkan barisan.
- Pembina upacara memasuki tempat upacara.
- Peserta memberikan penghormatan umum kepada pembina upacara.
- Pemimpin upacara melapor kepada pembina upacara.
- Bendera Merah Putih dikibarkan.
- Pembina upacara membacakan Pancasila dan peserta mengikutinya.
- Petugas membacakan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
- Tanda penghargaan bidang kepemudaan diberikan, jika ada.
- Pembina upacara menyampaikan sambutan.
- Peserta menyanyikan lagu Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa.
- Petugas membacakan doa.
- Pemimpin upacara kembali melapor kepada pembina upacara.
- Peserta memberikan penghormatan umum kepada pembina upacara.
- Upacara selesai.
Tunjuk petugas untuk setiap bagian dan sediakan naskah sesuai gilirannya. Susunan ini dimaksudkan agar rangkaian peringatan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan; jangan menukar urutan bacaan dan doa saat menyalin jadwal ke lembar kerja sekolah.
Siapkan naskah doa dan keputusan Kongres
Cetak teks doa Sumpah Pemuda dari pedoman untuk petugas pembaca. Naskah berikut memuat salam pembuka dan penutup, puji syukur, permohonan agar persatuan dan kesatuan terjaga, serta harapan bagi pemuda Indonesia. Pastikan salinan petugas lengkap dan mudah dibaca saat upacara.
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dengan penuh kerendahan hati, kami memanjatkan puji dan syukur ke hadirat-Mu atas rahmat dan karunia-Mu, sehingga pada hari ini kami dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat kebersamaan. Ya Allah, teguhkanlah semangat persatuan dan kesatuan dalam diri kami sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928. Jadikanlah keberagaman bangsa Indonesia sebagai kekuatan untuk bersama-sama membangun negeri. Bimbinglah para pemuda Indonesia agar menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, kreatif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Ya Allah, bukakanlah kesempatan bagi seluruh pemuda Indonesia untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Jauhkanlah kami dari perpecahan dan segala hal yang dapat melemahkan persatuan bangsa. Jadikanlah semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk terus bergerak, bergotong royong, dan membangun Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera. Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar. Amin ya Rabbal 'alamin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Untuk teks keputusan Kongres Pemuda, siapkan naskah lengkap, bukan hanya tiga ikrar. Bagian pembuka menyebut pertemuan organisasi-organisasi pemuda pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Jakarta; keputusan kemudian merumuskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.
Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia yang diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan, dengan namanya: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemuda Sumatera), Pemuda Indonesia, Sekar Rukun Pasundan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia; membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahun 1928 di negeri Jakarta; sesudahnya mendengar pidato-pidato dan pembicaraan yang diadakan dalam kerapatan tadi; sesudahnya menimbang segala isi pidato-pidato dan pembicaraan ini; kerapatan lalu mengambil keputusan: Pertama, Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua, Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Setelah mendengar keputusan ini, kerapatan mengeluarkan keyakinan bahwa asas tersebut wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia. Kerapatan juga meyakini bahwa persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuannya, yaitu kemauan, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kepanduan. Selain itu, kerapatan mengharapkan agar keputusan tersebut disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di hadapan rapat perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia.
Lakukan pemeriksaan akhir
Menjelang hari pelaksanaan, cocokkan kembali urutan petugas, pakaian, tempat, serta salinan doa dan keputusan Kongres dengan pedoman. Pastikan lagu yang tercantum tersedia dan bagian penghargaan hanya dijadwalkan bila memang ada. Dengan dokumen yang sama sebagai acuan, sekolah dapat menyiapkan upacara secara tertib tanpa kehilangan bagian penting.
Panduan ini berguna untuk mengubah ketentuan resmi menjadi pembagian kerja dan naskah siap baca. Perhatikan terutama agar teks keputusan Kongres tidak terpotong saat disalin; gunakan dokumen resmi sebagai rujukan akhir untuk tata pelaksanaan.






