AI yang masuk ke alur kerja, bukan sekadar uji coba
Digital BPO adalah layanan alih daya proses bisnis yang memadukan teknologi digital dan keahlian operasional untuk menjalankan atau memperbaiki proses kerja perusahaan. Perbedaannya kini bukan hanya pada perangkat lunak yang digunakan, melainkan pada seberapa jauh teknologi diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
PT Infomedia Nusantara memperoleh pengakuan Company of the Year 2026 dari Frost & Sullivan untuk kategori digital BPO, dengan inovasi berbasis AI dan kontribusinya terhadap efisiensi serta transformasi bisnis pelanggan sebagai bagian dari penilaian. Penghargaan itu relevan karena Infomedia menempatkan AI dalam alur kerja operasional, bukan membatasinya pada proyek percontohan yang terpisah. Menurut saya, tolok ukur ini lebih bermakna daripada sekadar mengumumkan adopsi teknologi: pelanggan perlu melihat perubahan pada proses yang benar-benar mereka jalankan.
Otomasi cerdas harus memberi hasil yang bisa dirasakan
Kiprah Infomedia menggabungkan AI, otomasi cerdas, analitik, konsultasi operasional, dan layanan terkelola. Perusahaan juga mengembangkan sinergi antara tenaga manusia dan teknologi, termasuk agentic AI, untuk merespons kebutuhan bisnis yang berubah. Perpaduan itu penting: otomasi yang dilepas tanpa pengawasan dapat mengalihkan pekerjaan, bukan menyelesaikan hambatan proses.
Pendekatan layanan Infomedia dirancang untuk membantu pelanggan mengoptimalkan proses, menekan biaya layanan, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan produktivitas dengan hasil terukur. Bagi pengguna akhir, dampaknya dapat berupa layanan yang lebih konsisten ketika proses di belakang layar berjalan lebih tertata. Namun, penghargaan industri sendiri belum membuktikan bahwa setiap pelanggan merasakan perbaikan yang sama. Nilai penerapan agentic AI pada akhirnya harus dinilai dari mutu layanan dan hasil operasional, bukan dari nama teknologinya.
Jaringan luas mendukung kesinambungan layanan
Dukungan operasional Infomedia mencakup 14 lokasi di sembilan kota; jaringan ini membantu menjaga kesinambungan operasi dan kualitas layanan bagi pelanggan. Skala tersebut memberi konteks penting bagi digital BPO: teknologi harus bekerja bersama kapasitas manusia dan operasi yang tersebar, bukan hanya tampil baik dalam demonstrasi.
Frost & Sullivan menilai pendekatan perusahaan berbeda karena kolaborasi dengan pelanggan dimulai dengan mengenali kebutuhan dan peluang teknologi, lalu merancang solusi berdasarkan sasaran seperti efisiensi, pengendalian biaya, tata kelola, dan pengalaman pelanggan. Ini arah yang masuk akal, sebab kebutuhan tiap proses tidak sama. Pengakuan tersebut menjadi sinyal bahwa otomasi cerdas dan agentic AI makin penting dalam BPO, tetapi ukuran keberhasilannya tetap terletak pada penerapan yang terkelola, hasil yang terukur, dan layanan yang benar-benar lebih baik.
Kesimpulannya, penghargaan ini menguatkan posisi Infomedia sekaligus menegaskan pergeseran industri: AI mulai dinilai dari perannya dalam operasi nyata. Jaringan di 14 lokasi dan sembilan kota menyediakan landasan layanan, sementara perpaduan teknologi dengan keahlian manusia akan menentukan apakah janji efisiensi berubah menjadi manfaat yang konsisten bagi pelanggan.






